Insiden Ledakan di Pasuruan 2 Orang Tewas Jadi Tersangka, 9 Saksi Diperiksa

Rumah di Kabupaten Pasuruan yang hancur akibat ledakan. (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)

Pasuruan, NewMalangPos – Penyidikan kasus ledakan bondet mulai menemukan titik terang, insiden yang menewaskan dua orang di Pasuruan ini sekaligus menjadi tersangka.

Sementara itu, Sembilan orang diperiksa sebagai saksi.
“Saat ini sudah sembilan orang yang kita periksa sebagai saksi. Tetangga dan keluarga (korban tewas),” kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman saat meninjau lokasi, Senin (13/9/2021).

Arman mengatakan, pihaknya belum bisa mendapatkan banyak keterangan dari saksi-saksi, terutama dari saksi pihak keluarga. Termasuk istri dan anak pemilik rumah. Mereka masih syok atas kejadian tersebut.
Menurut Arman, pihaknya juga belum mendapatkan keterangan dari mana pelaku mendapatkan bahan peledak untuk bom ikan. “Yang diperiksa belum bisa memberikan keterangan terkait itu,” jelas Arman.

Baca Juga :  Polisi Bantu Capaian Target Herd Immunity, 23.699 Warga Jombang Divaksin Hari Ini

Selain memeriksa saksi-saksi, polisi juga terus mengumpulkan bahan bukti dari lokasi. Pihaknya juga menunggu hasil uji Labfor.

“Sampai hari ini masih menunggu hasil Labfor supaya lebih pasti bahan apa saja yang ditemukan di TKP dan efeknya sampai sejauh mana,” terang Arman.

Dua orang yang tewas dalam ledakan bondet di Pasuruan menjadi tersangka. Polisi tak menutup kemungkinan adanya tersangka lain.

Rumah di Kabupaten Pasuruan yang hancur akibat ledakan/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
“Tersangka dua yang meninggal dunia itu. Mungkin ada tersangka lain, proses masih berlanjut,” tambah Arman.
Seperti diberitakan, dua rumah hancur akibat ledakan keras pada Sabtu (11/9) pukul 08.00 WIB. Rumah yang hancur milik Abdul Ghofar (40) dan rumah mertuanya, Zainab (60).

Baca Juga :  Di Jember Warga Dapat Ajukan Vaksinasi COVID-19 Secara Kolektif

Korban tewas dalam kejadian itu yakni Ghofar. Ia tewas dalam perjalanan ke Puskesmas setelah sempat ditolong warga usai kejadian. Korban tewas satu lagi yakni Mat Shodiq (60), ayah Ghofar yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Shodiq merupakan warga Jalan Hangtuah, Kelurahan Tamba’an, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Shodiq sering datang ke rumah Ghofar. Warga menyebut ia memanfaatkan rumah anaknya untuk membuat bom ikan. Hal itu juga dikonfirmasi polisi bahwa rumah tersebut dijadikan tempat pembuatan bom ikan setahun terakhir. Bondet itu diperjualbelikan.
(sun/bdh/cnni/mg9/jon/nmp)

Pilihan Pembaca