Ini Akibat Jika Tak Mencuci Handuk Secara Rutin

Bayangkan mengelap tubuh dengan handuk basah dan bau, pastinya menjijikan karena penuh dengan kuman. Tapi seberapa sering sih harus mencuci handuk? (Istockphoto/Martin Barraud/CNNI)

Jakarta, NewMalangPos – Mandi tentu memiliki banyak manfaat, termasuk untuk me time, menenangkan diri setelah hari yang panjang dan tentunya juga dapat menghilangkan semua kotoran dan debu yang menempel pada tubuh.

Setelah mandi yang menyegarkan, rasa lembut dari sentuhan handuk yang bersih dan harum yang membungkus tubuh pasti tak ada bandingnya.

Tentu saja, bayangkan mengelap tubuh dengan handuk basah dan bau, tentu saja rasanya menjijikan karena penuh dengan kuman. Namun, seberapa sering handuk yang kita gunakan harus dicuci dan diganti agar kulit menjadi sehat dan glowing?

Stacy Chimento, dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology, menjelaskan kepada Livestrong, bahwa satu-satunya cara untuk membersihkan handuk adalah dengan mencucinya, bukan sekadar mengeringkannya setelah dipakai.

Chimento mengungkapkan, untuk handuk mandi Anda, cucilah setiap tiga hingga empat kali penggunaan atau minimal seminggu sekali.

Baca Juga :  Restoran di China Dihujat Usai Minta Pelanggan Timbang Badan

Mengutip CNN Indonesia, Kamis (29/7), jika Anda mandi di gym dan mengemas handuk basah di tas olahraga – yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman lainnya – Anda harus mengganti handuk setiap hari.

Lalu bagaimana dengan handuk tangan atau handuk kecil lain seperti waslap?

Handuk tangan dan waslap harus dicuci lebih sering daripada handuk mandi karena lebih sering digunakan dan oleh banyak orang.

Chimento juga mengungkapkan bahwa Anda tak boleh menggantung handuk di dalam kamar mandi. Pasalnya, kotornya bakal lebih buruk dan berbahaya untuk kesehatan dan membuat kulit tak lagi glowing lantaran ada banyak penyakit kulit di tubuh.

Masalahnya adalah, ketika di kamar mandi, seringkali Anda membiarkan tutup toilet terbuka saat menyiram toilet.

Baca Juga :  7 Aturan Diet yang Tak Harus Ditaati

Hal ini bisa membuat patogen bakteri menyebar ke udara dan hinggap di handuk. Sebuah tinjauan literatur Maret 2013 di American Journal of Infection Control menyimpulkan bahwa mikroba yang berpotensi menular dapat menjadi aerosol saat Anda menyiram toilet.

Apa yang terjadi kalau tak mencuci handuk secara rutin?

  1. Infeksi kulit

“Handuk yang lembap dan kotor dapat menetaskan bakteri dan jamur yang dapat menyebarkan virus seperti jamur kuku, kaki atlet, gatal-gatal atau kutil,” kata Chimento.

  1. Ruam

Ruam merah yang kering, gatal, dan merah adalah tanda bahwa sudah waktunya untuk membuang handuk Anda ke tempat cuci. Ragi, jamur, virus, dan bakteri dapat berkembang biak di tempat lembap seperti handuk basah dan memperparah kulit Anda.

“Eksim, atau dermatitis atopik, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh peradangan akibat bakteri staphylococcus,” kata Chimento.

Baca Juga :  Tantangan Viral Menumpuk Peti Susu seperti Piramida Dilarang di Aplikasi Tiktok

“Handuk kotor dapat menyeret bakteri ini ke area lain di tubuh dan mengiritasi kulit, menyebabkan eksim kambuh.”

  1. Jerawat

handuk yang tidak bersih dan lembap adalah lingkungan yang ideal untuk berkembang biaknya ragi, bakteri, dan flora lainnya. Dan mikroba jahat ini mungkin bisa menyebarkan jerawat.

  1. Penyakit lainnya

Bukan cuma penyakit kulit yang bisa ditimbulkan oleh handuk kotor. Berbagai penyakit lain seperti flu biasa juga bisa menyebar melalui handuk.

“Tidak mencuci handuk tangan dapat menyebabkan kuman yang terkait dengan pilek yang berbeda ditularkan dari satu orang ke orang lain,” kata Chimento.

“Dalam kasus yang lebih ekstrim, handuk kotor sebenarnya dapat menyebarkan bakteri yang terkait dengan MRSA, yang merupakan infeksi staph berbahaya yang sulit diobati dengan antibiotik,” tambahnya.

(chs/cnni/mg1/jon/nmp)

Pilihan Pembaca