INFINITE MINDSET KUNCI LEWATI KRISIS

Puguh Wiji Pamungkas - Founder dan Owner RSU Wajak Husada

NEW MALANG POS – Kurang lebih 23 abad yang lalu, pernah terjadi sebuah peristiwa besar yang sampai hari ini menjadi catatan sejarah dan sekaligus sebagai simbol kebesaran bangsa tersebut.

Adalah Kaisar Qin Shi Huang setelah wilayah bagian utara kekaisarannya diserang, dihabisi dan dirampok oleh pasukan Barbar yang terkenal dalam pengusaan senjata dan berkuda tersebut, dia lantas berpikir keras bagaimana caranya agar ekspansi brutal yang dilakukan oleh bangsa Barbar tersebut tidak sampai menghabisi kekaisarannya.

Bangsa Barbar yang terkenal dengan kekuatan pasukan dan keahlian dalam berperang itu, cukup membuat khawatir Kaisar Qin. Karena wilayahnya yang luas sangat tidak mungkin jika setiap perbatasan negerinya harus dijaga selama 24 jam di tengah kondisi keterbatasan logistik dan cuaca yang cukup ekstrem.

Tepatnya pada tahun 215 sebelum Masehi, muncullah ide dari kaisar Qin untuk membangun sebuah tembok panjang atau tembok raksasa yang membentang dari kota Lintao, menyeberangi sungai kuning dan berakhir di Kota Liaodong melewati gunung Yang.

Tembok panjang raksasa dengan panjang kurang lebih 5.000 kilometer dan dikerjakan lebih dari 300.000 pasukan ini diharapkan bisa menangkal serangan pasukan barbar yang semakin brutal.

Adalah infinite mindset atau cara berpikir tanpa batas yang menyebabkan Kaisar Qin Shi Huang bisa membuat sebuah kebijakan yang bukan hanya waktu itu menjadi sarana untuk menyelamatkan diri dari serangan bangsa Barbar, akan tetapi kebijakan infinite yang dilakukan oleh Kaisar Qin juga telah menjadi mahakarya yang hingga hari ini wujudnya masih ada.

Baca Juga :  Dikontrak Galeri Seni di Shanghai, Selalu Ada Pesan Lingkungan

Bahkan lebih dari itu, tembok panjang panjang raksasa seolah menjadi simbol justifikasi bagi bangsa China untuk memurnikan ideologinya dari invansi negara barat. Hal ini terbukti dengan tidak ada satupun platform digital yang bisa digunakan seperti google, facebook, twitter, Instagram dan youtube di China hingga saat ini.

Berbicara infinite mindset, maka kita akan diingatkan pada sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis dan motivator ternama dari Amerika Serikat yakni Simon Sinek. Dalam bukunya yang berjudul “Infinite Game”, Simon Sinek menyampaikan gagasannya bahwa hidup bukanlah hanya sekadar kompetisi yang berakhir dengan menang dan kalah.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa memiliki pesaing dalam hidup itu juga menjadi perkara yang sangat penting dan esensial dan begitu juga dengan bisnis. Ia bukan hanya berbicara tentang laba dan rugi, akan tetapi lebih dari itu.
“The vast majority of our leaders talk about being Number One, being the best, beating competition. The trouble is, business is an infinite game,” bahwa sebagian besar dari kita atau pemimpin di sekitar kita selalu berbicara tentang bagaimana menjadi nomor satu dan bagaimana bisa memenangi kompetisi.

Masalahnya, dalam kehidupan dan bisnis yang terjadi adalah permainan yang tidak ada batasnya. Mereka yang nomor satu hari ini pasti akan ada yang lebih nomor satu di kemudian hari. Bahwa yang terbaik saat ini pasti akan ada yang terbaik esok hari, bahwa yang memenangi kompetisi hari ini bisa jadi akan mengalami kekalahan esok hari.

Baca Juga :  Terdampak Gempa, Patung Gorila JTP 2 Roboh

Bagaimana cara menginstall infinite mindset dalam diri kita, agar kita tidak kelewat baper dalam menjalani kehidupan dan bisnis di masa krisis seperti sekarang ini dan kita bisa menciptakan sebuah mahakarya dari celah sempit krisis dan kemustahilan? Pertama, Maju terus untuk alasan yang lebih besar.

Napoleon Hill pernah meneliti 500 orang kaya selama 20 tahun yang kemudian hasil risetnya itu dibukukan dalam sebuah buku berjudul “Think Rich and Grow Rich” dan menjadi best seller hingga puluhan juta copy.

Salah satu rahasia sukses mereka adalah karena memiliki “Big Why” dan “Noble Purpose” dalam kehidupan dan bisnisnya. Big Why dan noble purpose inilah yang membuat mereka memiliki ketekunan dan gairah tidak terbatas untuk mencapai tujuan dan cita-citanya.

Kedua, Menumbuhkan Team yang kompak dan saling percaya. Dalam perspektif scale up dan pertumbuhan bisnis ada empat hal yang wajib ada. Antara lain SDM (people) yang berkualitas, strategi yang terbaik, cash yang memadai dan eksekusi yang presisi. SDM atau team adalah perangkat vital dalam setiap pertumbuhan, maka hubungan yang baik dan kekompakan termasuk saling percaya dengan team adalah salah satu kunci infinite mindset.

Ketiga, Mencari pesaing yang layak. Tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan atau kompetisi akan memaksa kita untuk terus memperbaiki diri, terus belajar dan terus mencari strategi terbaik. Hadirnya pesaing yang layak akan merangsang pikiran dan sikap kita untuk menemukan sebuah tindakan dan kinerja yang infinite.

Baca Juga :  BONDET, Jualan Kodew Bocil

Keempat, Fleksibel terhadap segala urusan. Menjadi fleksibel terhadap setiap urusan dan masalah menjadi lebih penting daripada kita menjadi kaku dan saklek. Karena dari hampir semua masalah yang ada sebenarnya jalan keluarnya sederhana, yakni ketika kita fleksibel menghadapinya. Dan Infinite Goal hanya akan bisa dicapai apabila kita memiliki keluwesan terhadap segala masalah yang ada.

Kelima, Memiliki keberanian untuk memimpin. Berani adalah sikap dasar yang harus dimiliki oleh setiap kita. Tidak ada keberhasilan tanpa keberanian dalam mengambil segala risiko. Keberanian akan menjadi mesin bagi kendaraan kesuksesan dan keberhasilan kita dan keberanian dalam memimpin akan menjadi booster bagi infinite mindset agar kita bisa melewati situasi krisis sekarang ini dengan mudah.

Situasi ekonomi bangsa yang belum menentu hingga saat ini memang menjadi situasi yang sulit dan rumit, sebagaimana yang di alami Kaisar Qin Shi Huang saat itu, yang harus memutuskan memerangi balik kekuatan Barbar atau membuat strategi berbeda dengan tujuan tanpa batas. Di bagaimanapun juga, situasi krisis saat ini benar-benar menuntut kita untuk bisa memiliki infinite mindset agar bisa melewati masa krisis ini dengan baik.(*)

*Puguh Wiji Pamungkas – Founder dan Owner RSU Wajak Husada

Pilihan Pembaca