Warga Mulai Bersih-bersih Lumpur Sisa Banjir Nganjuk

Warga Nganjuk mulai bersih-bersih lumpur (Foto: Sugeng Harianto/Detik News)

NewMalangPos – Banjir Nganjuk melanda 9 desa di tiga kecamatan, surut. Warga mulai membersihkan lumpur yang mengendap rumah dan jalan-jalan. Ketinggian lumpur dari banjir yang merendam selama 2 hari mencapai sekitar 50 – 60 Cm.

“Iya, ini bersih-bersih lumpur setelah banjir masuk rumah saya 1 meter. Ini tinggi lumpur ada kalau 50 sampai 60 cm,” ujar Gunawan, seorang warga Dusun Pogalan Desa Sendang Bumen Kecamatan Berbek, seperti dilansir Detik News, Selasa (16/2).

Gunawan mengaku saat banjir menerjang pada Minggu malam (14/2) air datang usai hujan sekitar 4 jam. Banjir tersebut membawa material lumpur dari Sungai Kuncir, pegunungan Wilis.

Baca Juga: Plengsengan Ambrol Ancam Pondasi Jembatan

“Ini luapan dari Sungai Kuncir itu,” katanya.

Sementara Ketua RT 9 RW 04, Gaib, mengatakan warganya yang terdampak banjir ada 115 KK. Sebagian warga masih mengungsi saat makam karena lantai rumah mereka masih terendam lumpur.

“Warga saat ada 115 KK sekitar 300 jiwa lebih sebagian kalau malam mengungsi di sekolahan karena lantai belum bersih total,” paparnya.

Sebelumnya banjir di Nganjuk melanda 9 desa/kelurahan, di tiga kecamatan. Banjir melanda 9 desa/kelurahan di tiga kecamatan dengan ketinggian 30 cm hingga 2,5 meter.

9 Desa/kelurahan yang terendam banjir ada di Kecamatan Berbek, Nganjuk kota dan Loceret. Banjir yang paling parah yakni di tiga desa di Kecamatan Berbek. Ketinggiannya sempat mencapai 1-2,5 meter. Yakni di Desa Sendangbumen, Sonopatik dan Grojogan.

Kemudian tiga kelurahan di Kecamatan Nganjuk Kota tergenang banjir dengan ketinggian 40-80 cm. Yakni Kelurahan Ploso, Jatirejo dan Payaman. Selanjutnya, tiga titik di Kecamatan Loceret yakni Desa Sukorejo, Kelurahan Tanjungrejo dan Kelurahan Ganungkidul sempat terendam banjir dengan ketinggian 30-80 cm.(fat/dtk/nmp)