Viral Mahasiswa IAIN Parepare Curhat Tak Beli Buku dari Dosen, Dapat Nilai C

Pemuda yang mengaku mahasiswa IAIN Parepare dan dapat nilai C karena tak beli buku dari dosen, Restu Chandra (Tangkapan layar/detikcom)

NewMalangPos – Sebuah video curhat seorang pemuda yang mengaku mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral tersebar di media sosial. Mahasiswa yang mengaku bernama Restu Chandra itu, mahasiswa semester V Prodi Perbankan Syariah IAIN Parepare, tersebut menumpahkan isi hatinya tentang seorang dosen pengampu mata kuliah Manajemen Aset dan Lialibitas dengan menggunakan jas berwarna biru tua bertulisan IAIN Parepare.

“Terkait salah satu mata kuliah yang saya ampu, pada semester kali ini, yakni Manajemen Aset dan Lialibitas 3 SKS, saya diberi nilai C. Dugaan sementara karena saya tidak membeli buku dari beliau,” kata Restu sembari memperlihatkan buku berjudul Manajemen Aset dan Lialibitas yang diakui dipinjam dari temannya, Sabtu (30/1).

Persoalan ini, kata Restu, sudah dilaporkan ke dosen pengampu untuk diteruskan ke Ketua Prodi Perbankan Syariah IAIN Parepare. “Mungkin karena kesibukan beliau belum memberikan jawaban,” terangnya.

Restu pun mengaku heran atas pemberian nilai C terhadapnya oleh dosen pengampu tersebut. Dia merasa aktif saat di kelas, namun hanya dirinya yang mendapat nilai C. Sedangkan teman-temannya yang pasif mendapat nilai A dan B.

“Padahal awal perkuliahan untuk mata kuliah penunjang, saya selalu mengajukan pertanyaan saat diskusi. Saya tidak pernah tidak bertanya selama presentasi. Bahkan ada dua pertanyaan yang saya jawab meskipun saat itu saya selaku audiens, bukan pemateri. Saya satu-satunya nilai C. Ada teman saya tidak pernah bertanya nilainya A dan B, pembedanya saya cuma tidak memiliki buku,” jelas Restu, mengutip Detik News, Sabtu (30/1).

Restu pun mengungkap alasan dirinya tidak membeli buku tersebut dari dosen pengampu. Mahasiswa ini mengaku tak mampu membeli buku itu.

“Saya ndak beli buku Bapak karena saya memang ndak ada (uang), Pak. Paradigmanya seakan-akan membedakan yang punya buku dengan yang tidak. UKT (Uang Kuliah Tunggal) saya semester ini saya dapat pemotongan dari pihak kampus. Kami ini mahasiswa, Pak, punya UKT. Kiri-kanan kerja, cari pembayaran UKT, beda sama Bapak yang sudah digaji sama negara,” ungkap dia.

Baca Juga : Askot PSSI Kota Batu Mulai Inventarisir SSB

Restu pun juga menyinggung terkait dirinya yang dipersulit saat hendak melakukan presentasi. Menurut Restu, dosen pengampunya itu menilai tak berkontribusi dalam pembuatan majalah.

“Pada saat saya presentasi, Bapak juga mempersulit saya. Saya tidak diikutkan presentasi karena dianggap tidak berkontribusi. Saya tidak ikut dalam pembuatan makalah karena saya tidak lengkap, tapi paling tidak saya bisa berkontribusi ketika saya atau kelompok saya berkontibusi,” katanya.

Restu menjelaskan kenapa dirinya sangat kecewa atas pemberian nilai C. Dia mengatakan nilai itu adalah nilai paling rendah selama dirinya mengenyam pendidikan di IAIN PArepare.

“Kenapa saya berkukuh mengubah nilai C saya menjadi nilai B? Karena umi saya pernah bilang ke saya, ‘Kita itu orang nggak punya, kita bukan orang kaya, jadi saya harap perbaiki pendidikanmu’. Saya jawab ke beliau, ‘Saya berusaha semaksimal mungkin, paling tidak membanggakan orang tua saya’,” tutur dia.

Di akhir ceritanya, Restu pun mengutip sebuah hadis riwayat Abu Daud dan Tarmidzi.

“Untuk beliau dosen pengampu saya, teringat salah satu hadis, Pak. Hadis di mana Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa memberikan kemudaratan kepada seorang muslim, Allah SWT memberikan kemudaratan baginya dan barang siapa yang memberikan kesusahan kepada orang lain, Allah akan memberikan kesusahan baginya’. Hadis riwayat Abu Daud dan Tarmidzi. Bapak itu S2 pendidikan, Bapak itu jauh, kenapa penilaian nilai hanya dipandang dari buku,” tutupnya.

Rektor IAIN Parepare Ahmad Sultra mengaku telah melihat video tersebut. Dia mengaku tengah mendalami kebenaran pengakuan pemuda yang mengaku mahasiswa IAIN Parepare tersebut.

“Masih perlu klarifikasi karena cuma dia yang mengatakan. Kami sementara mencari mata kuliah itu untuk mengecek kebenarannya, apalagi videonya baru tersebar semalam. Kami masih belum membenarkan yang mana. Boleh jadi nilai yang bersangkutan memang rendah atau mungkin saja hal yang diungkapkannya benar,” terangnya saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon. (aud/aud/Dtk)