Tol Surabaya-Gempol Macet Imbas Perbaikan Jalan Longsor di KM 6

Perbaikan jalan longsor di KM 6+200 Tol Surabaya-Gempol jalur arah Waru pada Rabu (27/1/2021) pagi. (Foto: Istimewa/Suara Surabaya)

NewMalangPos – Proses perbaikan jalan longsor di KM 6+200 Tol Surabaya-Gempol jalur arah Waru menyebabkan kemacetan pada Rabu (27/1) pagi. AKP Roni Faslah Kanit PJR Jatim 2 menjelaskan, perbaikan yang dilakukan Rabu pagi adalah perbaikan yang kedua kali.

“Senin (25/1) hanya retak, kalkulasi kami sehari bisa. Senin sore sudah kami cor, ternyata ada penurunan 5 centimeter. Selasa malam tiba-tiba ambrol 1,5 meter ke bawah di titik yang sama,” ujarnya, seperti dikutip dari Radio Suara Surabaya, Rabu pagi.

Petugas hanya membuka satu lajur untuk mengurangi kemacetan pagi ini. Siang hari nanti baru akan di-contraflow.

“Kemarin masih bisa 2 lajur, tapi pagi ini tidak bisa supaya mengurangi beban. Volume kendaraan dibagi. Kalau Tol saya tutup total, terjadi penumpukan di jalur bawah. Semakin macet semua. Kami upayakan satu lajur untuk mengurangi beban di bawah. Pengendara yang mau lewat bawah silakan, mau lewat atas silakan,” ujarnya.

Terkait penerapan contraflow untuk kendaraan dari Waru, Porong, Sidoarjo pada Rabu siang, titik masuk kendaraan berada di KM5.600, exitnya untuk kembali ke jalur utama di KM9 dekat Gate Satelit.

Kondisi jalan longsor di Tol Surabaya-Gempol pada Selasa (26/1) malam. Foto: Istimewa

Melansir Suara Surabaya, (Rabu 27/1), untuk diketahui, telah terjadi longsor pada Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol pada  (26/1) malam. Lokasi longsor berada di KM 06+200 Jalur A (arah Gempol) Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol.

Akibat dari kejadian longsor ini, untuk Keamanan Pemakai Jalan sementara lajur 1 dan 2 yang mengarah ke Gempol pada lokasi kejadian ditutup.

Hendri Taufik GM Representative Office 3 Jasamarga Transjawa Tollroad (GM RO 3 JTTRD) menjelaskan, kejadian diawali dengan adanya temuan penurunan yang mengakibatkan retakan pada lajur 1 di KM 6+200 pada tanggal (25/1/2021) sekitar pukul 00.00 WIB sehingga dilakukan penutupan lajur 1 dan dilakukan penanganan pada lokasi tersebut untuk menghindari penurunan dan retakan berlanjut. Namun, keesokan harinya pada saat proses perbaikan berjalan dengan cara penguatan tanah berupa penutupan mortar, terjadi penurunan tanah kembali sehingga perlu dilakukan penutupan pada lajur 1 dan 2 di lokasi tersebut.

Pihak Jasa Marga terus berkoordinasi dengan Tim Geoteknik dari ITS untuk memantau kondisi longsoran tersebut. Saat ini sedang dilakukan penanganan pertama dengan pemasangan sandbag baik itu di tepi perkerasan dan di kaki longsor.

Pihak Jasa Marga telah menyiapkan mitigasi risiko untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi akibat kejadian longsor tersebut. Mitigasi risiko tersebut berupa pengurangan Kapasitas Transaksi di Gerbang Tol Dupak dan Banyu Urip menyesuaikan Kapasitas Lajur yang masih bisa dilewati dan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menyiapkan contra flow pada bukaan terdekat yaitu pada KM 5+600 s.d KM 09+000.

Untuk memastikan informasi ini diterima dengan baik oleh pengguna jalan, Jasa Marga juga melakukan sosialisasi kejadian ini melalui Variable Message Sign (VMS) di Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya penanganan longsor dimaksud. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol, tetap berhati-hati dan menaati rambu-rambu terutama di sekitar lokasi pekerjaan. (iss/ipg/has)