Tanah Longsor di Donorojo, 6 Rumah Warga Rusak

Tanah longsor di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Donorojo, Jepara, Sabtu (13/2). (Foto: Dok. BPBD Jepara/Detikcom)

NewMalangPos – Tanah longsor menerjang dua desa di Kecamatan Donorojo, Jepara, Jawa Tengah. Dilaporkan sebanyak enam rumah warga tertimpa longsor.

“Bukan banjir bandang, tapi longsor di Desa Sumber Rejo dan Jugo, Kecamatan Donorojo,” kata Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdianto, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, seperti dilansir Detik News, Sabtu (13/2).

Arwin menuturkan tanah longsor menerjang di dua desa. Yakni Sumber Rejo dan Jugo, Kecamatan Donorojo. Menurutnya ada enam rumah yang tertimpa longsor. Kejadian longsor terjadi pada Sabtu dini hari tadi. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

“Di Desa Sumber Rejo ada tiga rumah warga tertimpa longsor. Rumah Bapak Kapit tertimpa longsoran dan banjir menyebabkan bangunan dapur bahan material kayu dan genting dengan ukuran 6×9 meter dan bahan peralatan dapur terkubur material longsor beserta hewan ternak ayam dan bebek,” ungkapnya.

Baca Juga: LAPAN: Gemuruh Bandung Bukan Dipicu Alam, Bisa dari Pesawat

Berikutnya rumah milik Aslikah. Menurutnya rumah kedua ini bagian dapur tertimpa longsor. Akibatnya bangunan dapur roboh dengan bahan material kayu.

“Rumah Bapak Sapuan kandang kambing dan dapur. Bangunan masih berdiri. Namun material longsoran masuk ke dalam rumah,” jelas Arwin.

“Penyebabnya ini (Desa Sumber Rejo) karena terjadinya banjir diakibatkan curah hujan lebat dan aliran sungai tertutup material longsor (sampah bambu) sehingga air dan material longsor ini meluap ke rumah,” sambung dia.

Arwin menjelaskan, lalu di Desa Jugo ada tiga rumah warga yang tertimpa longsor. Pertama tebing jalan longsor menimpa rumah milik Kaselan dengan ketinggian tebing 15 meter lebar jalan semua 2,5 meter tinggal 1,5 meter.

“Longsor menimpa atap rumah dengan kerugian 80 genting. Lalu rumah Bapak Junardi, longsor menimpa dapur rumah dengan kerugian 500 genting usuk bambu. Rumah ketiga milik Muhammad Shodikun rumah tertimpa longsor di bagian belakang,” jelasnya.

Menurutnya, longsor di Desa Jugo ini karena disebabkan curah hujan tinggi belakangan ini. Ditambah lagi kondisi tebing tanah yang sudah labil sehingga terjadi longsor.

“Kebutuhan jangka pendek bambu, sak, tanah untuk dan untuk dilakukan kerja bakti. Jangka panjang dibutuhkan pembuatan pondasi terasering,” imbuh Arwin.(rih/dtk/nmp)