Sidoarjo terapkan jam malam selama PPKM

NMP
(Foto: Suparno/detikcom/Newmalangpos)

NewMalangPosSempat mewacanakan tak ada jam malam, Pemkab Sidoarjo akhirnya memberlakukan jam malam selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 11-25 Januari 2021. Pemkab Sidoarjo juga menerapkan penyekatan jalan.

Jam malam dimulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Selain itu juga dilakukan penyekatan Jalan di 7 titik yakni Pos Waru, Buduran, Babalayar, Candi, Sukodono, Wonoayu, dan Cemengkalang.

Penetapan ini berdasarkan pertimbangan Instruksi Kemendagri No. 1 Tahun 2021 yaitu Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

“PPKM di Sidoarjo juga diberlakukan jam malam dan penyekatan Jalan. Dimulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji usai memberangkatkan personel gabungan operasi yustisi di depan Pendopo Delta Wibawa, Senin (11/1/2021).

Sumardji mengatakan selain jam malam dan penyekatan jalan, tim gabungan terus akan melakukan operasi yustisi secara masif. Semua kegiatan, kata Sumardji, sangat efektif untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayah Sidoarjo.

Dikutip dari Detik News, selama diberlakukan PPKM, Satgas COVID-19 Sidoarjo akan membatasi pergerakan kegiatan masyarakat. Seperti pusat perbelanjaan/mal yang hanya boleh buka hingga pukul 19.00 WIB. Mini market buka mulai pukul 07.00-22.00 WIB.

Baca Juga : Lanjut Revitalisasi Empat Pasar Rakyat

Kegiatan restoran makan/minum di tempat dibatasi maksimal pengunjung 25 persen. Sedangkan layanan pesan antar atau take away dilaksanakan sampai batas jam 22.00 WIB.

“Untuk toko kebutuhan bahan pokok (sembako) beroperasi biasa dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Kegiatan keagamaan dibatasi maksimal 50 persen dengan penerapan prokes ketat,” tambah Sumardji.

Sumardji menjelaskan selama PPKM pihaknya akan terus menggencarkan operasi yustisi di pusat keramaian setiap malam. Seperti kafe-kafe, warkop, dan toko-toko, mini market. Dengan harapan bahwa penyebaran COVID-19 di wilayah Sidoarjo turus menurun.

“Dengan diberlakukan PPKM, yang jelas agar penyebaran COVID-19 di Sidoarjo menurun,” tandas Sumardji. (iwd/iwd/Dtk)