PPKM Mikro, ICU COVID-19 RS di Surabaya Masih Penuh

new malang pos
Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa (Detik News)

NewMalangPos-PPKM telah berjalan lebih dari satu bulan lamanya. Namun beberapa rumah sakit di Kota Surabaya masih penuh, khususnya pada perawatan di ruang ICU pasien COVID-19.

Dirut RSHU dr Didi D Dewanto SpOG mengatakan ruang ICU pasien COVID-19 masih penuh. Akan tetapi, untuk jumlah pasiennya sendiri sudah cenderung menurun.

“Masih penuh (ICU), ada 8 pasien. Tapi lebih banyak yang kita pulangkan dibanding yang datang baru sebagai pasien COVID,” kata Didi, seperti dilansir Detik News, Minggu (14/2).

Menurut Didit, selama PPKM ini RSHU mengalami penurunan pasien COVID-19. Menurun sekitar 5% setiap hari untuk pasien COVID-19 yang dirawat.

Sedangkan pasien COVID-19 yang dipulangkan per harinya ada 3 sampai 5 orang. Bahkan, terkadang bisa sampai 10 orang jika saat evaluasi swab banyak yang negatif.

“Trennya menurun. Tinggal 140-an di RSHU. Insyaallah PPKM berpengaruh (menurunkan pasien COVID-19),” ujar Didit.

Sama halnya dengan di RS Islam (RSI) Jemursari, kondisi ruang ICU pasien COVID-19 masih penuh. Sementara untuk pasien yang dirawat di ruang inap COVID-19 tidak penuh.

“ICU COVID ada 4, full. Di Ruang Dahlia ada 27 pasien COVID, Ruang Teratai 32 pasien COVID. Total ada 59,” kata Wakil Direktur Layanan Medis dan Keperawatan RSI Jemursari dr Dyah Yuniati SpS.

Sementara Jubir COVID-19 RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya SH MHKes MARS mengatakan saat ini pasien COVID di RS Royal mulai menurun.”Berdasarkan laporan harian dan mingguan mulai ada penurunan. Per hari ini (13/2) yang di ruang isolasi ada 24 pasien. Yang di ICU ada 1 pasien agak berat,” kata Dewa.

Meski adanya penurunan jumlah pasien, Dewa mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M demi keamanan bersama.

“Kita tidak pernah bosan untuk menyampaikan, ibaratnya sudah ada 3M itu memang sudah mutlak. Secara ilmiah dan sudah ada banyak pembuktiannya kalau misalnya penerapannya bagus otomatis angka bisa ditekan. Jadi kita tidak perlu lockdown lagi tidak perlu PSBB, PPKM kalau kita menerapkan prokesnya secara ketat,” imbau Nyoman.
(iwd/dtk/nmp)