Penyesuaian Tarif Jalan Tol Surabaya–Gempol Mulai 17 Januari 2021

NMP
Ilustrasi. (Ist)

NewMalangPos  – Tarif enam ruas tol yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan naik, terhitung mulai 17 Januari 2021 pukul 00.00 WIB. Salah satunya jalan tol Surabaya-Gempol.

Adapun rincian penyesuaian tarif Jalan Tol Surabaya-Gempol yakni:

Sistem Terbuka (Dupak-Waru):

Gol I: Rp3.500 menjadi Rp5.000

Gol II: Rp4.500 menjadi Rp8.000

Gol III: Rp6.000 menjadi Rp8.000

Gol IV: Rp7.500 menjadi Rp10.500

Gol V: Rp9.000 menjadi Rp10.500

Sistem Tertutup (Waru-Porong):

Gol I: Rp4.500 menjadi Rp9.000

Gol II: Rp6.000 menjadi Rp14.000

Gol III: Rp9.500 menjadi Rp14.000

Gol IV: Rp12.000 menjadi Rp18.500

Gol V: Rp14.000 menjadi Rp18.500

Sistem Terbuka (Kejapanan-Gempol):

Gol I: Rp3.000 tetap Rp3.000

Gol II: Rp4.500 menjadi Rp5.000

Gol III: Rp4.500 menjadi Rp5.000

Gol IV: Rp6.000 menjadi Rp6.500

Gol V: Rp6.000 menjadi Rp6.500

Baca Juga: Target Dua Pekan Perbaiki Jalan Gajayana

Melansir I News Jatim, selain Surabaya-Gempol, lima ruas tol yang akan mengalami penyesuaian tarif itu adalah Jakarta Outer Ring Road/JORR (E1, E2, E3, W2U, W2S dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami), Cikampek-Padalarang (Cipularang), Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi), Semarang Seksi A,B,C, Palimanan-Kanci (Palikanci).

Payung hukum pemberlakuan tarif baru pada enam ruas tol tersebut telah ditetapkan. Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menyebut, kenaikan tarif tol dilakukan sebagai wujud kepastian pengembalian investasi sesuai business plan dan membangun iklim investasi jalan tol yang kondusif.

“Jadi pemenuhan perjanjian pengusahaan Jalan Tol sebagai suatu kerja sama pemerintah dengan badan usaha, pemenuhan SPM, peningkatan pelayanan hingga mendukung mobilitas logistik,” ujar Heru di Jakarta, Kamis (14/1).

Menurut dia, penyesuaian tarif untuk enam ruas tol tersebut merupakan penundaan karena Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah ditetapkan sejak tahun 2020. Tapi, Jasa Marga belum melakukan penyesuaian tarif dengan pertimbangan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Baca Juga: Anggaran Penunjang Vaksinasi Korona Beres

“Kami saat ini, dengan harapan pada penanganan pandemi Covid-19 melalui program vaksin, Jasa Marga akan melakukan penyesuaian tarif yang sebenarnya di beberapa ruas tol sudah tertunda berbulan-bulan lamanya,” ucapnya.

Sementara itu, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division Head Ari Wibowo menambahkan, penyesuaian tarif di beberapa ruas tol itu sebenarnya bersifat reguler atau menyesuaikan besarnya inflasi, seperti Jalan Tol JORR, Jalan Tol Cipularang dan Jalan Tol Padaleunyi yang masuk ke dalam wilayah pengelolaan Regional JMT.

“Penyesuaian tarif untuk JORR, Cipularang dan Padaleunyi masih menyesuaikan dengan besaran inflasi. Di ruas Cipularang dan Padaleunyi juga memberlakukan rasionalisasi tarif yang merupakan penataan kelompok tarif dari semula 5 kelompok tarif untuk 5 golongan kendaraan menjadi 3 kelompok tarif untuk 5 golongan kendaraan,” tuturnya.

Dengan adanya rasionalisasi tarif ini, terdapat kenaikan juga penurunan besaran tarif, di Cipularang penurunan besaran tarif berlaku untuk Golongan III yang semula Rp79.500 menjadi Rp71.500, dan Golongan V yang semula Rp119.000 menjadi Rp103.500 atau turun sebesar 13 persen.

Sementara untuk Ruas Padaleunyi penurunan besaran tarif berlaku pada Golongan V yang semula Rp26.000 menjadi Rp23.500 atau turun sebesar 10 persen, dan tarif Golongan III tetap atau tidak ada kenaikan.(INJ)