Pengakuan Warga Terdampak Limbah Pabrik Sumpit dan Kertas di Bondowoso

Limbah pabrik cemari persawahan (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikcom)

NewMalangPosLimbah pabrik sumpit dan kertas berlokasi di Grujugan, Bondowoso dikeluhkan warga sekitar. Selain lahan pertanian, limbah pabrik cemari sungai dan sumur hingga tak bisa digunakan.

Menurut salah seorang warga Desa Pekauman, Nurhasan (65), ada beberapa dampak yang ditimbulkan limbah itu. Selain berbau menyengat, rembesan limbah itu juga menyebabkan beberapa bidang sawah dekat saluran air berwarna hitam dan kuning seperti lumut.

“Sumur-sumur, terutama saat musim kemarau pasti tidak bisa dipakai. Karena selain airnya berwarna hitam keruh, baunya menyengat,” terang Nurhasan, saat ditemui di rumahnya, Jumat (29/1).

Tak hanya itu, bau yang berasal dari saluran pembuangan limbah tersebut juga menusuk hidung. Sehingga aromanya sangat mengganggu lingkungan sekitar. Apalagi saat terjadi pembuangan air limbah.

“Aliran air limbah itu memang tak terus-menerus. Hanya beberapa kali dalam sehari. Kalau pas terjadi gelontoran limbah, warga pasti nutup pintu rumahnya. Karena baunya sangat menyengat,” jelas Ali, warga desa lainnya.

Baca Juga : Pembangunan Kayutangan Heritage, Trotoar Tuntas, Pos Polisi Berhenti Sementara

Mengutip Detik News, berdasarkan keterangan warga yang pernah bekerja di pabrik tersebut, limbah berasal dari PT Bonindo Abadi itu merupakan limbah proses produksi pulp. Karena pabrik itu memang memproduksi kertas.

Proses produksi pulp atau bubur kertas berbahan baku bambu tersebut dilakukan dengan merendam bambu di dalam kolam air. Air itu lantas diberi zat kimia, kemudian direndam selama beberapa malam. Bambu itu lantas dijadikan pulp, untuk selanjutnya dijadikan kertas.

Sebelumnya pihak Polres bersama Dinas Lingkungan Hidup Bondowoso sudah melakukan interview langsung ke warga. Termasuk mengambil sample limbah yang dikeluarkan pabrik. Sample limbah tersebut rencananya akan diuji di laboratorium. Sehingga dapat diketahui dampak dari limbah tersebut pada lingkungan maupun kesehatan. (fat/fat/Dtk)