Libur Panjang Imlek, ASN Pemprov Jatim Dilarang ke Malang Raya

KERAS: Nurkholis (kiri) minta seluruh ASN Pemprov Jatim tidak keluar kota, termasuk ke Malang Raya, saat libur panjang Imlek 2021. (HARY SANTOSO/Newmalangpos)

NewMalangPos, SURABAYA – Peringatan keras diluncurkan untuk seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemprov Jatim. Isinya, mereka dilarang keluar kota, termasuk ke lokasi wisata di Malang Raya, saat libur Imlek 12 Pebruari 2021.

“Sesuai surat Kemenpan yang baru turun, hari ini (kemarin), ASN dilarang melakukan perjalanan ke luar kota. Mulai 11 sampai 14 Pebruari ini,” tandas Nurkholis, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim di kantornya, Rabu malam.

Secara detail, Kholis –begitu sapaan akrabnya—kemudian menjelaskan latar belakangan keluarnya larangan keras itu. Selain SK Kemenpan, pelarangan ke luar kota tidak lain masih tingginya kasus Covid-19 di Jatim.

Kholis, yang mantan Kepala Biro Organisasi Jatim ini mengakui, larangan tidak boleh keluar kota untuk ASN Jatim, begitu mendadak. Tetapi, tidak ada alasan bagi Pemprov Jatim untuk tidak mematuhinya.

‘’Keputusan larangan ini sangat mendadak. Namun, harus ditegakkan. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Masih rawan penularan virus mematikan ini. Kita ingin memutus mata rantai Covid-19 yang biasanya naik ketika libur panjang,’’ tegas Kholis.

Ditambahkan dia, guna memantau efektifitas larangan ini BKD Jatim telah berkoordinasi dengan Inspektorat Jatim. Teknisnya,  akan ditempatkan petugas di perbatasan. Selain itu, ASN juga diharuskan melakukan absensi menggunakan peta GPS (Global Potitioning System).

”Kalau terpaksa harus ke luar kota, ASN wajib mengajukan izin secara tertulis. Bagi ASN yang ketahuan melanggar, tentunya akan diberi sanksi. Mulai dari surat teguran tertulis dan lain sebagainya,” pungkas Kholis meyakinkan. (has)