Lebih dari 500 Ribu Nakes Indonesia Terima Vaksin Covid-19

Agar para nakes segera memperoleh jaminan keamanan dan perlindungan, Kemenkes melakukan kegiatan vaksinasi massal di sejumlah kota. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)

NewMalangPos – Kementerian Kesehatan bersama RSUP Dr. Sardjito menggelar vaksinasi massal yang diikuti oleh 3.000 tenaga kesehatan (nakes) Yogyakarta pada Kamis (28/1). Dalam kurun waktu dua pekan sejak dilaksanakan pertama kali, lebih dari 500 ribu nakes Indonesia telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Tak hanya di Yogyakarta, kegiatan itu juga diadakan di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Semarang, Denpasar, dan Manado. Pada Minggu (31/1), vaksinasi massal digelar di lima wilayah DKI Jakarta dengan target 1.000 nakes. Sementara di Surabaya, ada sekitar 7.000 ribu orang yang divaksin, antara lain 4.250 nakes dan 146 tenaga vaksinator di Gedung Graha YKP, serta 3.150 orang yang disuntik di 63 puskesmas.

“Antusiasme lebih dari 500.000 tenaga kesehatan, termasuk yang telah mengikuti kegiatan vaksinasi massal, menunjukkan respon yang sangat positif dari para nakes dalam mendukung program vaksinasi ini. Beberapa kendala teknis yang sempat muncul di awal-awal, tidak menyurutkan optimisme mereka terhadap keamanan dan manfaat vaksin dalam memberikan perlindungan terhadap Covid-19,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk vaksinasi Covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi.

Dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (2/2), Siti Nadia menyebut pemerintah optimis target vaksinasi untuk 1,5 juta tenaga kesehatan dapat tercapai paling lambat akhir Februari 2021. Berdasar laporan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), hingga saat ini semua reaksi vaksinasi yang dialami tidak ada yang serius.

Baca Juga: Operasi Yustisi di RT!

“Dengan pengalaman puluhan tahun melakukan imunisasi, pemerintah siap menjalankan prosesi vaksinasi Covid-19 sesuai kerangka waktu dan target

yang telah dicanangkan. Vaksinasi sangat penting dan memiliki manfaat yang lebih besar dibanding risikonya karena vaksin memiliki risiko efek samping yang rendah,” katanya.

Pada Selasa (2/2), vaksinasi massal juga diadakan di Makassar lewat koordinasi RS Wahidin, sedangkan Semarang di bawah koordinasi RSUP Dr Kariadi. Untuk Rabu (3/2), vaksinasi digelar di Bandung di bawah koordinasi RS Hasan Sadikin. Denpasar mendapat jadwal pada Kamis (4/2) di bawah koordinasi RSUP Sanglah, dan di Manado pada Jumat (5/2) di bawah koordinasi RSUP Kandou.

Ia menegaskan, proses pemberian vaksin dilakukan dengan memperhatikan roadmap organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE), serta hasil kajian Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI).

“Setelah nakes, sasaran vaksinasi Covid-19 selanjutnya adalah para petugas pelayanan publik dan kelompok usia lanjut di atas 60 tahun,” kata Siti Nadia.

Para petugas pelayanan publik itu terdiri dari anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), aparat hukum, hingga petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, petugas perbankan, serta petugas perusahaan listrik negara dan perusahaan daerah air minum.

“Kemudian tahap 3 menyasar masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap 4 sasarannya adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin,” jelas Siti Nadia.

Koordinator PMO Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Aryo Sinulingga menyatakan apreasiasi atas komitmen Kemenkes dalam menyelenggarakan program vaksinasi. Jumlah 1,5 juta nakes, katanya, merupakan bagian dari total 181,5 juta penduduk yang ditetapkan sebagai sasaran vaksin.

“Vaksinasi Covid-19 yang sedang digencarkan oleh pemerintah bertujuan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Ketika herd immunity terhadap Covid-19 telah terbentuk, maka anggota masyarakat yang tidak bisa menerima vaksin Covid-19 karena keterbatasan kondisi kesehatannya, bisa ikut terlindungi,” ungkap Arya.

Meski sudah ada vaksin, Arya menegaskan bahwa protokol kesehatan 3M tetap harus dilakukan. Prokes 3M itu mencakup pakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak aman.

“Baik yang sudah maupun belum divaksin, protokol kesehatan ini akan melindungi kita dan orang sekitar dari penularan Covid-19. Jangan sampai kita lengah, tetap disiplin dalam usaha kita bersama untuk menangani pandemi Covid-19,” kata Arya.(rea/cnni/nmp)