Koin Kuno Diteliti di Banyuwangi, Diduga Peninggalan Zaman Dinasti Sung

Ribuan uang koin China kuno/Foto: Ardian Fanani

NewMalangPos – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi mengidentifikasi 10 varian baru dari ribuan koin kuno yang ditemukan di Banyuwangi. Diduga, semua koin peninggalan zaman Dinasti Sung (9-12 Masehi).

Di Banyuwangi ditemukan 35 kilogram atau ribuan uang koin China kuno pada Selasa (2/2), di Warung Kemarang, Desa Tamansuruh, Kecamatan Licin. TACB Banyuwangi mengambil ratusan koin untuk sampel penelitian.

Anggota TACB, Bonavita Budi Wijayanto mengatakan, semua koin yang ditemukan tersebut murni berasal dari zaman Dinasti Sung (9-12 Masehi). Tidak ada campuran dari dinasti lain. Seperti Dinasti Ming (13-16 Masehi) atau Dinasti Qing (17-19 Masehi) yang umum ditemukan di uang koin kuno di Banyuwangi.

“Ini baru contoh yang kita ambil dari 263 sampel. Belum seluruhnya,” ujarnya kepada wartawan, seperti dilansir Detik News, Sabtu (13/2).

Dari beberapa sampel itu, ditemukan 10 varian baru uang koin kuno. Varian baru itu adalah jenis Kai Yuan Tong Bao, Song Yuan Tong Bao, Xian Ping Yuan Bao, Xian Fu Tong Bao, Jia You Tong Bao, Zhi He Yuan Bao, Yuan You Tong Bao, Chun Xi Yuan Bao, Jing ding Yuan Bao dan Da Guan Tong Bao. Sepuluh jenis baru itu ditemukan dari 263 keping koin yang diambil oleh TACB pekan lalu.

Baca Juga: Sepi Peminat, Baru 270 Mahasiswa Ikut Program Kampus Mengajar

“Kita masih melakukan penelitian. Kalau seluruhnya mungkin ada banyak varian lagi,” jelasnya.

Selain 10 jenis koin baru, Bonavita juga mengatakan, masih ada sekitar 19 keping koin yang berisi 15 jenis yang belum bisa diidentifikasi. Penyebabnya, TACB mengalami keterbatasan database dan kesulitan mendeteksi skrip (tulisan pada koin). Karena menurutnya 15 jenis baru ini masuk kategori skrip yang cukup langka.

Dia juga menambahkan, koin-koin yang sudah diidentifikasi di Banyuwangi memiliki kemiripan dengan temuan yang ada di wilayah Gresik, Madura dan Mojokerto. Jika menilik sejarahnya, koin-koin ini, menurut pria yang akrab disapa Totok itu, digunakan oleh para pedagang dari Tiongkok untuk membeli komoditas lokal di Banyuwangi.

Seperti tembakau dan beras. Kemungkinan besar, para pedagang Tiongkok itu juga melakukan perdagangan di Banyuwangi. Sehingga banyak kepingan uang koin kuno mereka yang beredar atau tersimpan di sini.

“Gobog yang kita temukan ini termasuk yang langka. Makanya kita akan teliti lagi lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, ribuan keping koin kuno ditemukan tukang gali di Desa Tamansuruh, Glagah, Banyuwangi. Benda seberat kurang lebih 36,5 kilogram itu ditemukan saat tukang gali membuat area parkir di sebuah restoran di Banyuwangi.

Baca Juga: Tujuh Kader Siap “Rebut” Kursi Ketua PAN Kota Malang

Penemuan alat transaksi jual beli jaman dulu atau yang biasa disebut uang gobog tersebut berawal dari adanya renovasi pembangunan areal parkir Warung Kemarang, pada Selasa (2/2) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Saat itu beberapa bagian tanah sekitar satu meter diturunkan sehingga jalannya datar agar perkiraannya mudah. Ketika melakukan penggalian tukang gali menemukan uang logam lama,” ujar Pemilik Warung Kemarang Wowok Meriyanto, Kamis (4/2).

Benda itu ditemukan saat meratakan tanah. Pekerja bangunan tak sengaja menemukan bongkahan benda yang dikira batu. Namun saat digali lebih dalam ternyata ada koin kuno yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Selanjutnya, Tim Ahli Purbakala datang kesini dan membawa alat metal detector yang bisa melihat sekitarnya.(sun/bdh/dtk/nmp)