KNKT Pastikan Sriwijaya Air SJ 182 Tidak Pecah di Udara

Petugas KNKT menata dan memeriksa serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1). (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

NewMalangPos – Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dalam kondisi utuh sampai jatuh ke air. Ia membantah bahwa pesawat tersebut pecah di udara.

Hal ini disampaikan Soerjanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI terkait kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.

“Jadi ada yang mengatakan pesawat pecah di atas udara itu tidak benar. Jadi pesawat secara utuh sampai di air, tidak ada pecah di udara,” kata Soerjanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu (3/2).

Dia menerangkan berdasarkan data tim SAR gabungan, puing pesawat tersebar di wilayah dengan lebar 80 meter dan panjang 110 meter pada kedalaman laut 15 sampai 23 meter.

Soerjanto pun membeberkan bahwa beberapa bagian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan seperti instrumen pesawat dari ruang kemudi, bagian roda pendarat utama, bagian sayap, bagian dari mesin, bagian dari kabin penumpang, serta bagian ekor.

Menurutnya, bagian-bagian tersebut telah mewakili seluruh bagian pesawat dari depan hingga ke belakang.

Baca Juga: Roket SpaceX untuk Terbang ke Mars Meledak saat Mendarat

Berdasarkan temuan itu, ia mengatakan bahwa tidak ada bukti pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengalami ledakan di udara sebelum membentur air.

“Luas sebaran dan ditemukannya bagian pesawat dari depan sampai belakang, konsisten dengan bukti bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air,” tutur Soerjanto.

Dia menambahkan, berdasarkan temuan data perawatan dari buku catatan pesawat atau aircraft maintanance log tidak ditemukan catatan kerusakan pesawat sejak 6 hingga 9 Januari 2021.

Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat jenis Boeing 737-500 diperkirakan jatuh setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.

Total jumlah penumpang yang berada di pesawat tersebut 56 penumpang dengan enam awak pesawat aktif. Rinciannya, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. (mts/pmg/cnni/nmp)