Kendaraan Berat Dialihkan ke Tengah Kota Imbas Longsor Tol Surabaya-Gempol

Kendaraan berat melintas di Jalan Ahmad Yani kawasan Wonokromo Kota Surabaya, Kamis (28/1). (Foto: Sindonews/Aan Haryono/iNews)

NewMalangPos – Kendaraan berat untuk sementara dialihkan dalam Kota Surabaya. Pengalihan ini dilakukan menyusul perbaikan Tol Surabaya-Gempol KM 6/200 akibat longsor, Selasa (26/1) lalu.

Imbasnya, lalu lintas di tengah Kota Surabaya kini bertambah padat. Pagi tadi misalnya, beberapa jalan protokol seperti Jalan A Yani, Jalan Dupak, Jalan Ngagel serta sekitarnya dipadati kendaraan berat. Akibatnya di beberapa titik terjadi kemacetan.

“Tadi sejak di bundaran Waru sudah macet. Biasanya setelah bundaran Waru bisa langsung lancar kalau menuju ke arah Balai Kota. Tapi ini macetnya di mana-mana,” kata salah satu pengendara, Imam Adi Prasetyo Kamis (28/1) seperti dilansir dari iNewsJatim.

Para pengendara pun diminta tidak memacu kendaraan. Volume kendaraan yang bertambah di dalam kota diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Saat ini proses perbaikan di jalan Tol Surabaya-Gempol masih dilakukan.

Baca Juga : Pemkot Ancam Bekukan Ratusan Koperasi

Rekayasa lalu lintas juga dilakukan seperti pintu masuk Tol Perak-Satelit, bagi kendaraan golongan I diarahkan masuk tol, golongan II, III dan IV diarahkan untuk putar balik.

Gerbang tol Banyu Urip juga terpasang barrier yang memisahkan kendaraan golongan I yang bisa masuk ke tol Satelit, golongan di atasnya diluruskan ke tol Banyu Urip Pasar Kembang. Sehingga ada pembatasan yang bisa mengantisipasi bahaya ketika melintas di jalan tol.

Sementara untuk kendaraan yang mau masuk ke Jalan Tol Pasar ke Tol Dupak juga dilakukan pembatasan. Golongan I masuk ke tol Dupak III, golongan di atasnya diluruskan masuk ke arah Gresik-Perak. Semua pengaturan ini dilakukan untuk kelancaran bagi pengendara di jalan tol maupun di rute dalam kota.

Diketahui, lalu lintas di Tol Surabaya-Gempol macet pascalomgsor di KM 6/200. Polisi menutup dua lajur dan hanya meyisakan satu lajur di sisi kanan.

Kanit Patrolo Jalan Raya (PJR) Tol Jatim 2, AKP Roni Faslah mengatakan, dua lajur di tutup karena pertimbangan keamanan. “Untuk kendaraan besar, atau dengan muatan banyak, diimbau menggunakan jalur lain untuk menghindari longsor tambahan,” katanya. (iNews)