Kasus Korupsi Rehab Pasar di Jember, Kejari Tahan Satu Orang

Kejari Jember menahan Kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa (DPW), Hadi Sakti (Foto: Yakub Mulyono/Detik News)

NewMalangPos-Kejari Jember menahan Kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa (DPW), Hadi Sakti, terkait kasus korupsi proyek rehabilitasi Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul. PT DPW merupakan pemenang tender proyek rehabilitasi pasar dengan pagu anggaran Rp 7,9 miliar.

Kasi Pidana Khusus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono mengungkapkan, proses hukum terhadap Hadi Sakti merupakan tindak lanjut keputusan pengadilan Tipikor Surabaya, yang sebelumnya menyidangkan kasus tersebut. Dalam fakta persidangan, Hadi Sakti selaku Kuasa Direktur PT DPW diduga turut serta dalam korupsi rehab pasar yang merugikan negara sekitar Rp 1,3 miliar.

“Berdasarkan hasil putusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya tanggal 15 September 2020 Nomor 31/pidsus/tpk/2020, kami melakukan pengembangan dengan menetapkan HS (Hadi Sakti) sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan,” kata Setyo,  seperti dilansir Detik News, Selasa (9/2).

Untuk selanjutnya, Hadi ditahan selama 20 hari ke depan sambil menunggu berkas perkara itu siap disidangkan. Menurut Setyo, pihaknya sebelumnya sudah melakukan pemanggilan sebanyak 3 kali terhadap Hadi Sakti sejak statusnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Dua kali panggilan yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan kita. Ketiga kalinya yang bersangkutan hadir dan kita lakukan penahanan,” jelasnya.

Setyo menambahkan, Kejari Jember juga menetapkan Direktur PT DPW, Agus Salim sebagai tersangka dan memasukkannya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Agus Salim masuk DPO karena tak pernah memenuhi panggilan penyidik kejaksaan.

“Tersangka Agus Salim ini sudah kita panggil secara patut, namun tidak ada jawaban atau tidak ada itikad baik. Sehingga kami memasukkan Agus Salim dalam Daftar Pencarian Orang,” ungkap Setyo.

Dalam kasus korupsi rehab Pasar Manggisan ini, tambah Setyo, 4 orang sudah menjalani sidang dan divonis majelis hakim pengadilan Tipikor. Mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Anas Makruf, Pelaksana Proyek Edi Sandi, Perencana dan Pengawas Proyek Faris Nurhidayat dan Irawan Sugeng Widodo.

“Anas Makruf diputus 4 tahun (penjara) dan Edi Sandi 6 tahun. Untuk Faris divonis 5 tahun dan mengajukan banding. Hasilnya, dia dijatuhi vonis 4 tahun penjara,” terang Setyo.

Sedangkan Irawan Sugeng Widodo divonis bebas oleh majelis hakim. Namun Kejari Jember melakukan banding dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Semoga dalam kasasi kami ini hakim menjatuhkan vonis bahwa terdakwa Irawan Sugeng Widono memang terbukti (bersalah),” pungkas Setyo.

(sun/bdh/dtk/mg1/nmp)