Entas Kemiskinan, Klinik BUMDesa Jatim Sasar 4 Desa Wisata Potensial

Kick Off Program Klinik BUMDesa secara virtual. (istimewa/iNews)

NewMalangPos-Program Klinik BUMDesa Jatim terus berkembang. Tahun ini, program pendampingan unit usaha desa tersebut menyasar empat dasa wisata potensial di Jatim, yakni Desa Kendalbulur di Tulungagung, Penanggal di Lumajang, Sukosari Kidul di Bondowoso dan Desa Cendono di Pasuruan.

Di empat desa ini Program Klinik BUMDesa akan melakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan, di antaranya di sektor ekonomi dan Sumder Daya Manusia (SDM). Tujuannya, desa menjadi maju dan sejahtera, 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Privinsi Jatim, Mohammad Yasin mengatakan, dari sisi jumlah, perkembangan BUMDesa di Jatim memang sangat menggembirakan. Sampai hari ini sudah ada 6.114 dan 267 di antaranya bergerak di sektor wisata. 

“Namun demikian yang dikategorikan maju baru 532. Artinya apa? Belum ada 10% BUMDesa di Jatim ini yang maju,” katanya, Kamis (28/1) dilansir dari iNewsJatim.

Karena itu, Yasin mengapresiasi ada beberapa stakeholder yang sangat peduli dengan BUMDesa dan mau ikut terjun langsung untuk melakukan pemberdayaan agar lebih maju. Yakni PT HM Sampoerna bersama Yayasan Rumah Kita dan Universitas Airlangga (Unair).

“PT HM Sampoerna di 2020, kita dibantu pembinaan di 20 BUMDesa, hari ini empat BUMDesa. Mudah-mudahan nanti, tahun-tahun berikutnya bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Baca Juga : Jangan Kendor Disiplin Prokes

Kepala Departemen Hubungan Regional dan Keberlanjutan PT HM Sampoerna Tbk, Kukuh Dwi Kristianto menuturkan pihaknya senang dapat berpartisipasi kembali dalam mendukung pemberdayaan BUMDes di Jatim.

 “Program ini kami yakini dapat membantu proses pengentasan kemiskinan di Jatim, serta turut andil dalam membantu pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi,” katanya.

Sedangkan Direktur Program Klinik Pengembangan BUMDesa Jatim 2021, Nova Hariyanto mengatakan, program ini dilatarbelakangi potensi wisata Jatim. Apalagi, kepariwisataan merupakan salah satu program prioritas Pemprov Jatim. 

Kondisi wisata Jatim dalam enam tahun terakhir mengalami peningkatan sangat signifikan. Pada 2019, sektor pariwisata bahkan menyumbang 7,21% perekonomian Jatim. “Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata menjadi daya tarik yang terus perlu dikembangkan,” katanya.  Lihat juga: The Penthouse Season 1 Sukses Membuat Penonton Histeris.(iNews)