Corona RI Bertambah 6.027 Kasus, Positif Covid-19 Jadi 569.707 Orang

NewMalangPos – Kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 6.027 orang pada hari ini, Sabtu (5/12). Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sejak pasien pertama diungkap awal Maret lalu menjadi 569.707 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 470.449 orang (bertambah 4.271) dinyatakan sembuh dan pasien yang meninggal sebanyak 17.589 orang (bertambah 110).

Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga pukul 12.00 WIB dan disampaikan lewat situs resmi sekitar pukul 15.30 WIB.

CNN Indonesia melaporkan, Kemenkes mencatat terdapat suspek Covid-19 sebanyak 69.926 orang di seluruh Indonesia. Selain itu spesimen yang diperiksa mencapai 54.922 spesimen.

Kemarin, kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 563.680 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 466.178 orang dinyatakan sembuh dan 17.479 orang lainnya meninggal dunia.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif tertinggi, yakni 141.270 orang per 4 Desember. Disusul Jawa Timur 63.901 orang, Jawa Tengah 59.228 orang, Jawa Barat 56.799 orang, dan Sulawesi Selatan 21.237 orang.

Penyebaran kasus positif Covid-19 dikhawatirkan terjadi lonjakan pada bulan ini. Terdapat dua agenda nasional yang berpotensi menularkan virus corona.

Baca Juga: Zona Merah, Positif Covid-19 Tambah 63 Orang

Pertama pemungutan suara Pilkada 2020 pada 9 Desember dan kedua libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut angka kematian atau mortality rate Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Laporan tersebut merupakan hasil analisis WHO sepanjang 23 November-29 November.

Berdasarkan laporan tersebut, insidensi kematian Covid-19 di Indonesia sebesar 0,34 per 100.000 populasi, atau jika menggunakan persentase, sebesar 3,4 persen kematian akibat Covid-19.

Sementara menurut standar ketetapan WHO, rata-rata angka kematian global sebesar 2,39 persen. Artinya angka kematian Covid-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari pada rata-rata global.

Dalam laporan itu juga mencatat, Indonesia hanya melaporkan data kematian pada pasien Covid-19 yang sudah terkonfirmasi. Hal ini berbeda dengan standar dan perhitungan data kematian dalam pedoman WHO.

Jika mengikuti pedoman WHO, maka semestinya kematian pada pasien suspek, atau pasien dengan gejala Covid-19 meskipun belum terkonfirmasi positif, dilaporkan dalam data kematian harian.(tim/fra/CNNI)