Aktivitas Meningkat, Dentuman di Malang Imbas Erupsi Gunung Raung?

Gunung Raung
ilustrasi Erupsi Gunung Raung Hembuskan Asap Setinggi 1.000 Meter (berita Jatim)

Newmalangpos – Aktivitas Gunung Raung terus meningkat seiring dengan erupsi yang terjadi hingga saat ini. Sejak tiga hari belakangan, PPGA Raung mencatat adanya gempa menerus (microtremor).


Ini di sinyalir kegiatan vulkanis di dalam Gunung Raung menandakan adanya material pijar terus keluar di dalam kaldera Gunung setinggi 3.332 mdpl itu.


Tremor menerus terekam dengan amplitudo 4-32 mm (dominan 10 mm). Sementara Tektonik lokal terjadi 1 kali dengan Amplitudo 11 mm, S-P 3.1 Detik dan durasi 29 detik.
Peningkatan kondisi ini ditandai dengan suara gemuruh terus menerus, serta menimbulkan getaran.


Secara visual Gunung Raung mengeluarkan asap setinggi 1000 Meter dari puncak kawah. Terlihat cahaya api dari puncak kawah secara jelas saat malam hari. “Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa tremor terus menerus dengan amplitudo lima hingga 32 milimeter, dominan 13 milimeter,” kata Pos PGA Raung, Mukijo, Rabu (3/2/2021).


Selain suara gemuruh keras hingga radius 20 kilometer dari pusat erupsi. Sejumlah warga di sekitar kaki gunung raung juga merasakan getaran.
“Ada cahaya kilatan api, dan suara gemuruh serta getaran,” katanya.


Meski demikian, warga diminta untuk tetap tenang dan selalu waspada. Hingga saat ini aktivitas erupsi masih aman. Rekomendasi tetap sama, warga diminta menjauhi hingga jarak 2 kilometer,” ungkapnya.
Hingga kini, Gunung Raung masih berstatus waspada atau level II.


Dentuman di Malang Imbas Erupsi Gunung Raung?


Sementara itu, Dikaitkan dengan terdengarnya dentuman di Malang yang cukup keras, pada selasa (2/2/2021) tengah malam, Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung membantah jika gemuruh erupsi Gunung setinggi 3.332 mdpl itu hingga sampai ke Malang. Selain jaraknya yang jauh, gemuruh di Raung tidak sampai mengeluarkan dentuman keras.


“Tidak sampai lah ke Malang. Karena jaraknya jauh, ratusan kilometer,” ujar Burhan Alethea, petugas PPGA Raung seperti diberitakan detikcom, Rabu (3/2/2021).


Gemuruh erupsi Gunung Raung bahkan tidak sampai ke kota Banyuwangi. Apalagi hingga Lumajang dan Malang. Sebab arah angin yang terjadi sejak malam hingga pagi, arah angin menuju ke Timur.
“Apalagi dari pagi hingga malam ini arah angin dominan ke timur dan saat ini raung sudah intens sekali bergemuruh jadi kalau di wilayah yang mendengar tersebut hanya sekali bisa dipastikan bukan dari Raung,” tambahnya. (bjt/dtk/nmp)