Idul Adha, Momentum Berbagi

Ahmad Fatoni - Pengajar Pendidikan Bahasa Arab UMM

IDUL Adha 1442 H memiliki makna tersendiri di masa pandemi Covid-19. Saat kasus positif Korona terus meroket, Idul Adha menjadi semacam oase.

Idul Adha diharapkan menjadi momentum berbagi demi menciptakan kegembiraan bersama. Tidak hanya di Indonesia, masyarakat muslim di belahan dunia lainnya pun banyak yang mengalami imbas dari Covid-19. Apapun yang terjadi, jangan sampai semangat kegembiraan dalam Idul Adha menjadi luntur.

Akan tetapi, saat merayakan hari raya Idul Adha, umat Islam perlu diingatkan kembali agar mematuhi protokol kesehatan. Tidak hanya dalam salat berjamaah yang sebaiknya dilakukan di rumah, terutama di wilayah zona merah, namun juga saat penyembelihan hewan kurban. Kendati penyelenggara penyembelihan hewan kurban berjanji akan menaati protokol, pengawasan ketat selama pelaksanaannya tetap dibutuhkan.

Baca Juga :  Demi Konten YouTube

Dalam kondisi normal, salat berjamaah dan sembelih hewan kurban di tanah lapang merupakan ciri khas umat Islam ketika merayakan Idul Adha. Sunnah ini tidak mungkin lagi dilakukan sejak wabah Covid-19 melanda dunia. Semuanya harus bersabar untuk tidak berkerumun karena berpotensi menjadi cluster penyebaran virus Covid-19. Pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam pun terus menerus menyerukan umat untuk tidak menggelar salat Id berjamaah di masjid atau lapangan.

Dalam surat edarannya, MUI menjelaskan berbagai ketentuan waktu dan lokasi penyembelihan hewan kurban. Sesuai dengan syariat Islam, penyembelihan bisa dilakukan selama 4 hari, yaitu pada tanggal 10, 11,12 dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan dan diserahkan ke Rumah Pemotongan Hewan Rumanasia (RPH-R). Karena keterbatasan kapasitas dan jumlah rumah potong, boleh dilakukan di lingkungan masjid dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Begitu pula, ketika mendistribusikan daging qurban.

Baca Juga :  Chu Xi dari Rumah

Momen untuk Berbagi
Tentu yang utama selain melaksanakan ibadah kurban, juga tetap membantu saudara-saudara kita yang tengah mengalami kesulitan hidup. Dimulai dari keluarga terdekat, tetangga terdekat dan orang-orang yang sangat membutuhkan. Selain itu, pentingnya menghayati makna dari ritual ibadah kurban yang merupakan jejak syariat dari Nabi Ibrahim.