IDM Meningkat, Empat Desa di Kota Batu Susul Status 15 Desa Mandiri

4
NAIK: Empat Kepala Desa di Kecamatan Batu tanda tangani berita acara IDM atas kenaikan status desa mandiri di Pendopo Kecamatan Junrejo Selasa (20/4) siang.(NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

KOTA BATU, NewMalangPos – Seluruh desa di Kota Batu resmi berstatus mandiri. Predikat itu dipegang setelah empat desa di Kecamatan Junrejo naik status menjadi desa mandiri.

Keempat desa yang baru saja naik status dari desa maju ke desa mandiri di antaranya Torongrejo, Beji, Pendem dan Tlekung. Empat desa itu naik status setelah memiliki skor indeks desa mandiri (IDM) di atas 0,8.

Penandatanganan berita acara IDM atas kenaikan status desa-desa tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Junrejo, Selasa (20/4) siang. Dengan begitu, 19 desa di Kota Batu menyandang status desa mandiri dari sebelumnya yang berjumlah 15 desa.

Camat Junrejo, Dian Saraswati mengatakan bahwa penetapan status desa mandiri diberikan pada 16 April lalu. Peningkatan status dikarenakan pertumbuhan pembangunan dalam beberapa tahun terakhir mampu memperluas kemudahan akses fasilitas. Sehingga mampu mengangkat IDM.

“Peningkatan IDM dar berbagai sektor. Misal di sektor kesehatan seluruh masyarakat Kota Batu telah terjamin dengan akses kemudahan layanan fasilitas kesehatan. Selanjutnya bidan desa dan posyandu yang dapat dijangkau cepat,” ujar Dian kepada New Malang Pos.

Selain itu untuk biaya kesehatan juga ditanggung dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), maupun anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

“Kemudian faktor lainnya adalah partisipasi masyarakat yang ikut dalam keanggotaan BPJS yang terus naik. Penting lagi ketika masyarakat tak mampu membayar maka telah dicover oleh (Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT). Meski masuk kelas 3,” bebernya.

Lebih lanjut, mantan Lurah Songgokerto ini berharap dengan meningkatnya status di empat desa yang ada di Kecamatan Junrejo ini diharapnya juga diikuti dengan percepatan menyerap ADD dan DD dalam setiap pencairan.

Begitu juga untuk penggunaan anggaran DD dan ADD juga diharapnya bisa cepat terealisasi. Ini agar pembangunan di segala sektor merata.

“Pendampingan tentunya juga menjadi lebih intens dari Kemendes yang telah menunjuk pendamping desa baik dari tingkat kota maupun tingkat desa dalam pelaksanaannya,” paparnya. (eri/ley)