PJJ Berbasis Proyek Wujudkan Merdeka Belajar

NewMalangPos – Transformasi pola pembelajaran secara masif di semua jenjang pendidikan merupakan implikasi adanya pandemi Covid-19. Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis proyek merupakan tantangan guru di era industry 4.0 untuk bangkitkan semangat berkarakter wujudkan merdeka belajar.

PJJ berbasis proyek sangat berpeluang memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk aktif terlibat dalam pengembangan kreativitas sesuai minat bakatnya. Siswa dan pendamping di rumah dimudahkan dalam mengakses sumber belajar dan bahan ajar secara mandiri. Selain itu kecakapan abad 21 yakni berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif juga terbangun di sana.

PJJ online memunculkan beberapa kendala, antara lain akses dan kuota internet yang terbatas dan kurangnya pemahaman guru, siswa dan orang tua untuk aplikasi pembelajaran online. Namun justru hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi guru untuk memantik kreativitas dan inovasi dalam mengajar sebagai upaya masif menghadapi permasalahan ini.

Kesuksesan dan optimalisasi pengembangan semangat berkarakter dan merdeka belajar dalam pelaksanaan PJJ berbasis proyek dapat menjadi solusi efektif bagi guru, siswa dan orang tua. Dimana guru, siswa dan orang tua harus bersinergi saling bahu-membahu, saling melengkapi dalam pelaksanaannya.

Hal yang tak kalah penting adalah kesehatan mental anak selama pandemi Covid-19. Kondisi pademi ini banyak menimbulkan kegelisahan dan kegalauan di tengah masyarakat. Ditambah lagi diperpanjang masa belajar di rumah, akibatnya bertambah PR yang membuat anak dan orang tua frustrasi saat belajar melalui sistem pembelajaran daring.

Hal ini berdampak pada ketahanan tubuh guru, siswa, orang tua, dan masyarakat secara umum. Diakibatkan oleh banyaknya soal ataupun tugas online yang diberikan kepada siswa di tengah pandemi yang seharusnya imunitas ditingkatkan, sesuai saran tim medis dan pemerintah. Namun justru dengan banyaknya beban tugas online, menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, imunitas dan pola berfikir sehat masyarakat secara luas. Kemungkinan terburuk mereka akan frustrasi bahkan ada pula yang mengalami depresi dengan kondisi yang ada.

Pembelajaran daring idealnya kreatif, inovatif dan inspiratif sehingga siswa menikmati proses belajar dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Kesan positif dan menyenangkan yang didapatkan setiap siswa dalam mengerjakan tugas maupun aktivitas pembelajaran. Sehingga diperoleh umpan balik untuk mengembangkan karakter, kognitif, afektif dan psikomotorik siswa.

Pendidikan dan pembelajaran harus disampaikan dengan mengedepankan bimbingan dan arahan sehingga ada umpan balik. Jadi bukan hanya materi selesai atau PR selesai tetapi siswa memiliki wawasan, berkarakter, cerdas dan cakap.

Agar tercapai tujuan Pendidikan sesuai amanah Undang-Undang No. 20 Tahun 2003. Yakni pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya ketika bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Penerapan konsep merdeka belajar secara kontekstual yang efektif dan menyenangkan bagi  anak, orang tua, dan guru di era pandemi didasari Surat Edaran Mendikbud no 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Kebijakan darurat diterapkan melalui arahan perubahan sistem pembelajaran di semua jenjang pendidikan.

Bagaimana dengan pelaksanaan konsep merdeka belajar bagi siswa PAUD/ TK selama pembelajaran daring? Anak usia dini kelak akan menghadapi perubahan era revolusi industri 4.0 dimana semua akan serba digital. Pengelolaan pendidikan saat ini dihadapkan pada fenomena generasi milenial (generasi zaman now). Dibutuhkan pendekatan baru dalam pengelolaan pendidikan terutama proses belajar mengajar di sekolah.

Pengelola pendidikan harus berbenah agar para pendidik siap menjadi pendidik di era revolusi industri 4.0. Dibutuhkan peran guru yang memiliki pemahaman yang baik tentang anak didik yang merupakan bagian dari generasi milenial. Guru harus menyesuaikan diri dengan pola pendidikan di era digital ini agar anak milenial ini kelak dapat menjadi orang hebat yang unggul di zamannya.

Inilah saatnya para orang tua mengupgrade hati, bahwa dengan adanya pandemi ini anak-anak ada di rumah. Itu artinya bahwa inilah saatnya anak-anak ini dalam bentukan orang tua. Dimana para orang tua pasti memiliki cara tertentu agar anak-anak mereka memiliki soft skill, life skills dan leadership yang kuat.

Jika ketiga unsur ini dimiliki anak-anak mereka, maka mereka akan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Misalnya tentang sopan santun langsung dicontohkan. Orang tua menjadi role model. Anak melihat percontohan tingkah laku orang tua sehari-hari. 

Pada pembelajaran proyek, anak-anak dilibatkan dalam memilih topik-topik pembelajaran pilihan sendiri yang menarik perhatian dan ingin diketahui lebih dalam dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Dengan demikian anak akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan pembelajaran dengan baik. Seperti membuat aneka jus, aneka olahan makanan kesukaan, membuat berbagai mainan dari bahan bekas di rumah, dan sebagainya.

Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru. Setiap segala sesuatu pasti memiliki sisi baik yang bisa dijadikan pembelajaran. Lingkungan di rumah dan masyarakat bisa dijadikan sebagai sumber belajar. Dengan ilmu kita menuju kemuliaaan.

Konsep merdeka belajar adalah memerdekakan proses berpikir, anak senang, orang tua yang mendampingi pun senang karena pembelajaran dilakukan dengan menyenangkan dan dapat merangsang anak untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik tanpa merasa dibebani oleh orang tua atau guru mereka.

Semoga anak mulai dini sudah terbiasa belajar secara merdeka sehingga akan terlahir generasi yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.(*)