Penyebutan Produk di Indonesia dalam Kajian Semantik

NewMalangPos – Semantik merupakan salah satu cabang linguistic yang berbeda karena bersifat peripheral. Hal ini disebabkan karena kaum strukturalis menganggap makna menjadi semantic tidak dapat diamati secara empiris tidak seperti subsistem lainnya. Adanya penyebutan nama untuk menamai suatu benda bukan semata-mata nama, melainkan ada sejarah ataupun ciri-ciri yang identik dengan benda. Terdapat alasan mengapa benda tersebut dinamai seperti itu. Begitu pula dengan nama-nama produk yang ada di Indonesia.

          Produk-produk yang ada di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Yaitu berdasarkan sifat yang menonjol, penemu, pabrik pembuatnya atau nama dalam sejarah, bahan dan tiruan bunyi, tempat asal, serta kombinasi antara sifat menonjol dengan penemu, pabrik atau nama dalam sejarah.

          Penyebutan berdasarkan tiruan bunyi ini disebut dengan onomatope berasal dari kata Yunani yang berarti “pembuatan nama-nama.” Penyebutan berdasarkan tiruan bunyi terdapat pada produk makanan dan snack, seperti Mie remez, Sukro, dan Nyam-Nyam. Mie remez jika dikunyah akan menghasilkan bunyi ‘kres..kres..kress’ sehingga remas sendiri merupakan onomatope. Begitu juga dengan produk Sukro merupakan tiruan bunyi dari ‘krek’, apabila dimakan ada bunyi “krek..krek.”

          Produk Nyam-Nyam jika makanan tersebut dikunyah oleh anak-anak rasanya enak sehingga terdengar ‘nyam…nyam.’ Selain produk makanan, terdapat produk minuman seperti jus yang identik dengan nama milk shake. Karena ketika diblender atau dikocok (shake) akan menimbulkan bunyi “sh..sh..sh” sehingga kata “shake” dalam bahasa Inggris itu sendiri sebenarnya adalah bentuk onomatope.

          Penyebutan nama berdasarkan sifat menonjol didapatkan pada bentuk makanan atau snack seperti Taro net, Oring, Chiki balls. Taro net berbentuk kotak-kotak seperti jaring sehingga kata net memiliki arti “jaring” dalam bahasa Inggris. Oring merupakan snack yang bentuknya huruf  ‘O’ sehingga identik seperti cincin, di dalam bahasa Inggris adalah ring. Sedangkan produk minuman terdapat teh yang namanya ‘teh kotak.’ Penyebutan teh berdasarkan bentuk kemasannya yang menonjol yakni ‘kotak.’

          Penyebutan nama berdasarkan sifat menonjol dengan ciri-cirinya seperti ‘Richeese, Sojoy, Zuperrkeju, Good Time. ‘Richeese’ merupakan wafer yang penuh dengan keju banyak sehingga diasosiasikan wafer tersebut kaya akan kandungan kejunya. ‘Sojoy’ merupakan snack bar diperuntukkan untuk cemilan orang yang ingin diet sehingga orang diet tersebut akan merasa sangat menikmati dan enjoy.

          ‘Zuperrkeju’ merupakan produk wafer dilapisi keju sehingga penyebutan berdasarkan bahan dan sifat menonjol, terbuat dari keju. ‘Good Time’ merupakan nama produk biscuit yang sangat cocok dinikmati dalam suasana yang menyenangkan, sehingga pemberian nama diasosiasikan dengan waktu yang menyenangkan sangat cocok menikmati ‘Good Time.’

Dalam produk minuman atau susu ditemukan nama produk seperti You C1000, Ekstrajoss, pocari sweat, dan lain-lainnya. You C1000 adalah produk suplemen yang berbentuk minuman, sehingga diasosiasikan kembalinya vitalitas konsumen normal sampai seribu persen. ‘Pocari Sweat’, produk tersebut merupakan minuman penambah ion tubuh akibat berkurangnya ion tubuh disebabkan keringat dimana dalam bahasa Inggris memiliki arti “sweat’, sehingga dengan meminum “pocari sweat” ion tubuh akan kembali normal.

Pada obat-obatan terdapat nama produk seperti Vitacimin, Tolak angin, Vision, dan lain-lainnya. Pada produk sabun, deterjen, pewangi terdapat nama produk seperti Sun-light, So klin, Vanish, wardah dan lain-lainnya. Dalam produk sampo terdapat produk dengan nama ‘Head and Shoulder’, ‘Clear’, ‘Natur’ dan lain sebagainya.

‘Vitacimin’ adalah produk obat berupa suplemen atau untuk mengobati sariawan akibat kekurangan vitamin C dengan mengonsumsi ‘Vitacimin’ diharapkan akan sembuh. Produk lainnya adalah ‘Tolak Angin’ untuk mengobati masuk angin dengan meminum ‘Tolak Angin’ maka angin yang ada dalam tubuh tersebut akan bertolak keluar sehingga akan sehat kembali.

Sedangkan ‘Vision’ adalah produk tetes mata, vision kata yang  berasal dari bahasa Inggris jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah ‘pandangan’ sehingga orang sakit mata atau terpapar debu dengan meneteskan ‘Vision’ penglihatannya akan kembali normal. ‘Sun-light’ diasosiasikan dengan bersih kinclong, ‘So klin’ berasal dari kata so clean yang artinya ‘sangat bersih’, dan ‘Vanish’ dalam bahasa Inggrisnya artinya ‘lenyap atau hilang noda yang ada dipakaiannya.’

Sedangkan produk sampo bervariasi mengenai penyebutan sifat menonjol tersebut adanya identik dengan ‘bersih’ seperti sampo ‘clear, head and houlders’ ada juga asosiasi akibat dari penggunaan sampo tersebut. Seperti ‘rejoice’ artiya ‘riang gembira.’ Produk parfum seperti ‘Wardah’ berasal dari bahasa Arab yang artinya ‘bunga mawar.’ Bunga mawar memiliki sifat menonjol cantik dan wangi sehingga konsumen Wardah diasosiasikan menjadi cantik dan wangi.

Nama produk didasarkan pada nama penemunya antara lain Es krim wall’s dibuat oleh Richard Walls di London, Cokelat Cadbury. Dibuat oleh John Cadbury di Birmingham Inggris, Pon’s produk kecantikan ditemukan oleh Theron T. Pond, dan sampo Rudi diracik oleh Rudi Hadisuwarno.

Penyebutan berdasarkan sejarah dan nama pembuatnya dapat ditemui pada produk seperti Indomie, Milo dan lain-lainnya. ‘Indomie’ adalah produk mie instan dari Indonesia yang memiliki varian rasa berasal dari masakan yang ada di Indonesia seperti ‘ayam bawang, soto, dan lain-lain’. ‘Milo’ adalah produk susu yang namanya diambil dari atlet Yunani terkenal yang bernama Milo of Croton. 

Nama-nama dapat berupa nama asli maupun turunan dari nama asli. Nama produk di antara lain Chitato, Cheetos, Potato, Vita coco, Q Guava, Garcia, Madu Rasa dan lain-lainnya. Vita coco yang turunan dari coconut yang berarti ‘kelapa’, ‘choki-choki’ merupakan turunan dari ‘cokelat.’

Contoh produk yang menggunakan kombinasi kriteria antara lain produk  Sariayu Marta Tilaar dimana nama tersebut berasal dari pembuat produk yakni Marta Tilar, kata ‘Sariayu’ memiliki arti ‘wong ayu’ dalam bahasa Indonesianya artinya ‘orang cantik’ sehingga produk Sariayu Marta Tilar penyebutan gabungan antara nama penemu dan kriteria sifat menonjol wong ayu.(*)