Pandemi adalah Potret Masa Depan

new malang pos
Moh Tomar, S.Pd Guru SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School

NewMalangPos – Sudah tidak asing lagi dalam benak kita ketika mendengar istilah pandemi Covid-19. Ada banyak hal yang tidak bisa kita lakukan dan yang biasa kita lakukan setiap hari seperti biasanya, contohnya seperti olahraga bersama, makan bersama dengan keluarga di luar rumah, pergi ke tempat wisata untuk menghilangkan rasa jenuh atau sekadar hanya untuk refreshing.

Tapi sadarkah kita sebenarnya pada masa ini kita sudah diperlihatkan dengan masa depan nanti. Masa depan yang penuh dengan kecanggihan teknologi, masa depan yang tidak akan banyak orang berkomunikasi langsung dan semua aktifitas dilakukan di dunia maya saja. Kalau kita pandai untuk menganalisa dan menalar apa yang akan terjadi di masa depan, maka masa pandemi ini sudah banyak memberikan pembelajaran secara nyata kepada kita semuanya. Apa sajakah yang mungkin akan terjadi dimasa depan nanti?

Pertama, aktivitas banyak dilakukan di rumah. Jika di zaman saat ini kita masih banyak melakukan aktivitas di luar rumah, di masa depan nanti semuanya akan banyak dilakukan di rumah, berbisnis, belajar, berinterkasi juga banyak dilakukan di rumah atau hanya melalui dunia maya. Itu terjadi karena memang teknologi akan menjadi raja untuk semuanya. Meeting dengan sahabat, rapat banyak akan dilakukan secara daring dan banyak sudah yang mempunyai usaha secara daring. Jadi mereka akan berpikir untuk apa banyak mengeluarkan tenaga keluar rumah jika itu bisa dilakukan di rumah.

Kedua, semua serba instan. Karena sudah telalu nyaman di tempat masing-masing maka kemungkinan di masa depan akan banyak yang serba instan. Di masa sekarang sudah terjadi, banyak yang memesan makanan bisa dari mana saja, memesan kendaraan juga sangat mudah. Oleh karena itu di masa depan nanti akan lebih banyak yang instan karena mereka sudah sibuk dengan dunia mereka sendiri-sendiri.

Hal itu juga akan mengubah perilaku seseorang secara sosialdan hubungan di masyarakat. Jarang sekali saling bertutur sapa dengan tetangga sebelah rumah mereka atau sanak famili, karena jaringan telah mempermudah mereka untuk berkomunikasi dan bertemu secara daring.

     Ketiga, semangat belajar sudah berkurang. Pembelajaran saat ini sudah

bisa mengilustrasikan pembelajaran di masa depan nanti. Banyak anak sudah jenuh dengan pembelajaran daring, jika di masa depan itu terjadi maka yang terjadi siswa akan kurang semangat belajarnya. Karena mereka sudah banyak mendapatkan informasi di internet suatu saat nanti. Seperti, tutorial, dan semua yang mereka butuhkan dalam belajar sudah terdapat semua pada internet atau beberapa sumber yang sudah disedikan di internet.

          Maka guru harus mempunyai strategi yang sangat baik untuk melakukan perubahan yang akan menjadikan calon pemimpin masa depan merasa butuh dan hanya guru dan sekolahlah yang bisa memenuhi dan kebutuhan mereka yang itu belum ada di internet.

          Keempat, bergantung pada teknologi. Apakah anak-anak kita bisa untuk saat ini tidak menggunakan wifi atau paket data dalam satu hari? Jawabannya pasti belum bisa, karena semuanya terkoneksi ole internet. Menurut hasil survei Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) Pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 196, 7 juta jiwa hingga kuartl II 2020. Maka bayangkan di tahun 2030 nanti.

          Semuanya akan membutuhkan internet, seperti yang saat ini terjadi memesan makanan, membeli baju, berkomunkasi, mencari alamat rumah, mengirimkan info penting dan lain lainnya sudah banyak melalui internet. Kondisi saat ini sebenarnya sudah menggambarkan hal tersebut maka sudah pasti di masa depan nanti sudah akan lebih dari yang sekarang. Lantas apa yan harus kita lakukan di masa saat ini dan apa yang harus kita persiapkan untun masa depan nanti?

  1. Pendidikan Karakter yang Baik

        Mengapa harus karakter? Yang kita ketahui pendidikan karakter adalah hal yang akan menjadikan pondasi yang baik untuk bekal para generasi emas bangsa ini. Kita yakini dalam satu kelas hanya beberapa anak yang akan menjadi juara kelas atau yang akan mendapatkan rangking terbaik di kelas itu sendiri. Tetapi ingatlah anak yang berkarakter atau anak yang berkesempatan menjadi baik itu mempunyai kesempatan yang sama rata, entah anak itu yang mempunyai kelebihan dalam bidang akademik maupun nonakademik. Karena karakter atau adab tidak dilihat dari sebuah angka, tetapi dari sebuah tindakan dan tingkah laku.

        Maka kalau anak kita sudah kita bekali dengan pendidikan karakter yang baik dan benar, secanggih apapun teknologinya akan bisa mereka kendalikan dengan baik. Bukan sebaliknya mereka yang dikendalikan oleh teknologi. Dan satu hal yang tidak dimiliki teknologi yakni hati.

  • Mengubah Konsep dalam Mengajar

        Peran yang paling penting juga yakni guru di sekolah. Guru akan menjadi model bagi siswanya dan sosok guru akan banyak ditiru oleh siswa. Jadi guru dan sekolah juga harus banyak berbenah, siswa sudah harus banyak dikenalkan dengan cara berpikir kritis, komunikatif, kreatif dan bisa bersosialisasi dengan baik.

        Mengapa itu penting? Karena kalau kita masih menggunakan metode yang lama, akan banyak lahir generasi yang akan belum siap menerima tantangan di masa depan. Jika guru sudah mempersiapkan dengan baik dari segi pembelajaran atau pendidikan karakter maka generasi yang akan datang akan siap menerima perubahan baru, siap menerima tantangan dan juga sudah siap dengan bekal yang sudah mereka dapatkan sekarang.

        Ketika mereka menemukan hal yang berkaitan dengan berita baru, kejadian baru, di masa depan mereka tidak akan gampang ikut-ikutan. Mereka akan menganalisa, mereka akan berpikir kritis dan mengomunikasikannya dengan baik dan bijak. Yang terpenting pula mereka bisa berkolaborasi dengan siapapun, dan orang dari manapun.

        Canggihnya teknologi tidak akan membuat mereka terlalu bergantung, mereka akan banyak lebih memilih berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang banyak untuk memutuskan, membuat dan mengahasilkan sesuatu dalam hidup mereka.(*)