Merindukan Pembelajaran Daring Anti Garing

Sejak pandemic Covid-19 atau dikenal dengan virus Korona mewabah di negara kita, Pemerintah mewajibkan SFH (Study From Home) atau Belajar Dari Rumah (BDR). Mulai dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA, bahkan sampai Perguruan Tinggi. Hal ini menyebabkan Pembelajaran Jarak Jauh diterapkan atau sering dikenal dengan PJJ atau daring.

Belajar daring sudah menjadi kewajiban bagi siswa sejak mewabahnya virus Covid 19 tersebut melanda. Secara psikologis anak-anak menganggap di rumah adalah untuk bersantai, karena terbiasa dengan kebiasaan lama jika liburan mereka di rumah. Namun dengan keadaan sekarang yang mengharuskan mereka belajar daring, artinya mereka juga harus bisa memilah dan memilih waktu belajar dan bermain serta waktu bersantai.

Orang Tua Jadi Guru

Lantas bagaimana pendampingan yang baik terhadap anak agar mereka tetap dapat belajar dengan baik dan bisa mandiri melaksanakan tugas belajarnya di rumah? Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua sebagai upaya untuk mendampingi anak dengan baik adalah salah satunya dengan memberikan pengertian bahwa anak harus dapat menerima kenyataan bahwa sistem belajar sekarang diganti dengan sistem belajar daring selama pandemic Covid-19 ini.

Jadi anak juga harus memahami bahwa mereka harus menerima dan beradaptasi dengan sistem daring ini. Baik dari segi ilmu tentang penggunaan teknologi, komputer, dan mengatasi kendala apa saja yang mungkin dapat menghambat pembelajaran pada saat daring. Meliputi wifi, koneksi jaringan, HP, penggunaanya dan solusi dalam menghadapi masalah tersebut.

Anak juga diberikan pegertian bahwa belajar dengan daring juga sangatlah penting. Mengingat waktu pembelajaran daring sudah hampir sembilan bulan dan sekolah tatap muka baru diizinkan pada Januari 2021 dengan protokol kesehatan ketat. Serta ditanamkan dalam mindset anak bahwa belajar daring juga tidak kalah menyenangkan dengan pembelajaran tatap muka atau luring.

Setelah anak paham dengan keadaan sekarang dan apa yang harus mereka lakukan, orang tua juga dituntut lebih sabar dalam membimbing dan mendampingi anak. Mengingat anak masih perlu beradaptasi dengan hal  baru yakni belajar dengan sistem daring. Karena kebiasaanya anak selalu belajar dengan didampingi guru dan teman-temanya. Hal ini  memaksa orang tua untuk lebih bersabar dan dapat menjadi pembelajar yang baik bagi putra-putrinya.

Jadwal Harian

Hal yang tidak kalah penting lainya adalah dengan membuatkan jadwal untuk anak agar membantu anak lebih disiplin dan juga teratur dalam belajar walaupun harus belajar dari rumah. Mulai dari bangun pagi, mandi, sarapan, mengikuti kegiatan daring, istirahat, tidur siang, hingga anak tidur malam dengan target mampu menyelesaikan tugas dari sekolah dan tugas lain untuk mengembangkan potensi anak.

Manfaat dari membuatkan jadwal harian juga akan membuat anak dapat memilah dan memilih kapan waktu belajar, bermain, istirahat serta waktu untuk hal yang lain. Manfaat lainnya, anak akan merasa terbantu dengan pengaturan waktu yang diberikan oleh orang tua, serta menghargai waktunya dengan disiplin.

Hal lain yang dapat dilakukan sebagai orang tua dalam mendampingi belajar anak secara  daring adalah melakukan pembagian tugas antara ibu dan ayah. Ini juga sangat penting dilakukan. Keterlibatan ayah dan ibu dalam pembagian tugas juga sangat efektif dalam proses belajar anak di rumah.

Ayah dan ibu dapat mendampingi sesuai kesibukan dan jadwal masing masing, tentunya dengan pembagian tugas yang telah disepakati. Dengan demikian, anak akan lebih terpantau dalam belajar dan merasa diperhatikan oleh orang tuanya serta dapat menggantikan waktu yang seharusnya mereka habiskan bersama guru dan teman-temannya.

Relaksasi

Terlalu lama dengan keseharian yang sama biasanya juga dapat mengakibatkan seseorang stres karena jangka waktu dan rutinitas yang sama setiap hari. Anak juga dapat mengalami jenuh ketika harus belajar di depan laptop terus menerus. Untuk menghindari hal tersebut, variasi dalam belajar dan relaksasi juga perlu diterapkan di sela-sela pendampingan dalam belajar daring.

Misalkan dengan menyediakan camilan serta minuman agar sesekali jika anak haus dan lapar dapat langsung menikmati. Bisa juga dengan sesekali disisipkan melihat pemandangan ke luar rumah kurang lebih 5 menit agar merelaksasi mata yang terkena radiasi kembali segar dan fokus dalam menerima pembelajaran.

Di hari libur anak bisa juga diberikan variasi kegiatan lain yang menyenangkan. Seperti mencuci mobil atau sepeda bersama, merawat taman, bersepeda dengan melengkapi protokol kesehatan dan hal menarik lainya yang dapat dilakukan pada hari libur, agar mengurangi kejenuhan anak ketika di rumah.  

Tentunya semua kegiatan tersebut dilakukan dengan porsi dan takaran yang pas, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu jarang. Orang tua harus sigap dalam mengambil waktu yang pas, kapan melakukan relaksasi yang pas sesuai dengan kondisi anak.

Momen yang Dirindukan    

Mendampingi anak belajar di rumah sebaiknya dijadikan kegiatan yang menyenangkan. Justru dengan keadaan seperti ini, orang tua bisa memanfaatkan waktu untuk lebih dekat dan lebih kreatif mendampingi anak dalam proses belajarnya. Jika tidak terbiasa, akan terasa sulit di awal.

Tetapi jika sudah rutin dilakukan, hari-hari sekolah dari rumah pun akan terasa menyenangkan. Apalagi, jika nanti wabah telah berakhir dan anak-anak bersekolah seperti biasa, maka anak jadi punya sesuatu untuk dirindukan. Yaitu belajar di rumah bersama ayah dan ibunya.

Beberapa kegiatan dan tips di atas dapat dilakukan selama pembelajaran daring di rumah, tentunya dengan variasi yang di butuhkan oleh anak. Karena kerjasama orang tua dengan anak menjadi faktor penentu kegiatan belajar daring.

Orang tua juga harus  memahami kapan anak sedang bersemangat dan kapan anak sedang badmood. Dengan mengombinasikan hal yang dapat membangkitkan semangat anak dalam belajar di rumah, tentunya pembelajaran daring tidak lagi menjadi sesuatu yang membosankan melainkan menjadi moment yang akan sangat dirindukan ketika pembelajaran tatap muka sudah kembali diterapkan.(*)