Meneladani 2 Imperium Nusantara

NewMalangPos – Nusantara telah mempunyai warisan peradaban berusia ratusan tahun dengan dua imperium besar, yaitu Sriwijaya di Sumatera pada abad 7 sampai abad ke 14 dan Majapahit di Jawa pada abad 13 sampai abad 16, di tambah oleh Ratusan kerajaan – kerajaan kecil yang pernah ada di Nusantara dari mulai wilayah Aceh sampai Papua yang sudah eksis terlebih dahulu sejak abad ke 4.

          Salah satu kerjaan yang sudah eksisting sejak abad ke 4 itu adalah kerajaan Kutai Kertanegara atau Kutai Martapura yang berletak di Kalimantan Timur. Dialah Maharaja Kudungga yang awalnya adalah seorang kepala suku kemudian setelah masuknya Hindu ke sana Maharaja di Daulat menjadi Raja kerajaan Kutai Martapura secara berturun-turun.

          Di tahun 400an alias abad ke 4 tersebut ternyata sudah ada sekelompok manusia di sebuah tempat yang mengatur dan mengorganisasi diri dan kelompoknya menjadi sebuah tatanan negara, tentu ini adalah warisan peradaban dan kepemimpinan yang luar biasa.

          Bahkan kalau kita lihat cacatan demi catatan sejarah dua imperium besar yang pernah ada di Nusantara yakni Kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7 – 14 dan Kerajaan Majapahit pada abad ke 13 – 16 telah menunjukkan sebuah catatan tatanan penglolaan pemerintahan di bawah kepemimpinan yang gemilang. Bagaimana tidak, kerajaan Sriwijaya saat itu telah mampu melakukan ekspansi kekuasaan pada hampir Sebagian wilayah Asia Tenggara dan bahkan yang cukup menarik adalah hubungan diplomasi yang dilakukan oleh sang Raja telah dilakukan baik dalam konteks perdagangan ataupun dalam konteks politik.       Tercatat dalam sejarah pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Raja Sriwijaya pernah mengirimkan surat kepada sang khalifah untuk meminta agar dikirimkan guru mengaji ajaran Islam ke Sriwijaya, di tahun 700an kala itu sudah terjadi sebuah hubungan diplomasi dan komunikasi politik serta ekspansi kekuasan hingga Asia tenggara, sungguh sebuah kegemilangan peradaban Nusantara.

          Adalah Imperium Kerajaan Majapahit, di bawah kepemimpinan Gajah Mada pada tahun 1300an telah mencapai kejayaannya, wilayah kekuasaannya hampir sebagian besar Nusantara hingga ke Asia Tenggara. Selain melancarkan serangan dan ekspedisi militer, Majapahit di bawah kepemimpinan Gajah Mada juga menempuh jalan diplomasi dan menjalin persekutuan. 

          Bahkan di era kepemimpinan Gajah Mada ini telah menemukan dan menggunakan senjata api sebagai salah satu alat persenjataan militer dan Majapahit juga telah memiliki pasukan elite bernama Bhayangkara sebagai pasukan pengamanan Raja.

          Jadi, manusia Indonesia ini sebenarnya telah memiliki DNA kepemimpinan yang luar biasa, “mbah buyut” kita semua ini adalah para pemimpin handal di zamannya alias “The Great Leader.” Sejak abad ke 4 sampai zaman kemerdekaan kita telah disajikan sebuah fakta sejarah bahwa ratusan kerajaan dengan ketangguhan para pemimpinnya telah lebih dulu eksis dan menunjukkan pengaruh kepemimpinannya yang gemilang.

          Bisa dikatakan sebenarnya pabrikasi kepemimpinan itu adalah Nusantara, pabrik Leadership sesungguhnya itu adalah bangsa kita tercinta ini. Oleh karenanya tidak heran jika di masa kolonialisme pada abad 15an yang ditandai oleh penjajahan Portugis, perlawanan demi perlawanan oleh masyarakat Nusantara terus dilakukan, dan kita faham tokoh-tokoh bangsa pra kemerdekaan yang telah memberikan kontribusi kepemimpinannya untuk terbebas dari penjajahan ini adalah manusia-manusia pilihan yang layak dan patut kita jadikan sebagai model di masa sekarang.

          Sekolah kepemimpinan Nusantara Gilang Gemilang adalah sebuah kerinduan yang Panjang akan lahirnya Pemimpin sebagaimana DNA nya “Mbah Buyut” kita yang ternyata adalah “The True Leader”, “The Great Leader” dan “The Powerfull Leader.” Kita semua merindukan lahirnya sebuah kepemimpinan yang “atributenya, yang leader presencenya, yang intektual capacitynya, yang competensinya” memenuhi dan mencerminkan semua syarat model kepemimpinan yang gemilang. Baik di level daerah, wilayah dan nasional sebagaimana cerita kegemilangan kepemimpinan Kerajaan dan Kesultaan di masa lalu.

          Ada ratusan kerajaan dan kesultanan yang pernah ada di Nusantara yang pernah hidup dan menunjukkan eksistensinya pada zaman sebelum Republik ini dideklarasikan pada 1945. Bahkan yang menarik beberapa organisasi cikal bakal Negara Indonesia yang telah lahir terlebih dahulu sebelum era kemerdekaan telah berhasil mengadopsi dan menjadikan cerita kegemilangan sejarah kerajaan dan kesultanan di Nusantara sebagai modelnya.

          Jika kita sarikan dari banyak pelajaran kepemimpinan yang pernah ada di Nusantara dan kisah sukses dua imperium besar Nusantara yakni Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit, setidaknya ada 3 hal yang menyebabkan mereka bisa membangun kebesaran untuk bertahan;

1. Dicipline People

2. Dicipline Thought

3. Dicipline Action

          Kerajaan Sriwijaya dengan segala kegemilangannya setidaknya telah menyajikan 3 hal kedisiplinan semasa kejayaannya dulu. Mereka memiliki orang-orang dan pemimpin yang disiplin tinggi, mereka memiliki kedisiplinan fikiran dan mereka memiliki kedisiplinan aksi. Layak dan pantas jika Sriwijaya saat itu kekuasan dan pengaruhnya tidak hanya di Nusantara akan tetapi hampir sebagian wilayah Asia Tenggara menjadi bagian dari wilayah kekuasaannya.

          Sekolah Kepemimpinan Nusantara yang diinisasi oleh Nusantara Gilang Gemilang telah melakukan Kick Off perdana pada Tanggal 20 Januari 2021 di Kota Malang bertepatan dengan Pelantikan Joe biden Presiden Terpilih AS dan sekaligus Presiden tertua dalam sejarah AS yang telah mendapatkan “Black Swan” nya, yang telah mendapatkan “Return Of Luck” nya, yang telah mendaptkan “Gold Lock Time” nya.

          Berharap mendapatkan energi positif dan lahir banyak pemimpin Indonesia ke depan dari Sekolah Kepemimpinan Nusantara Gilang Gemilang ini yang memenuhi seluruh cek list kelayakan sebagai pemimpin yang DNA-nya, jiwa raganya, hati dan fikiranya adalah 100 persen Indonesia dan Nusantara.(*)