Instruksi yang Baik adalah Kunci

new malang pos
Ratna Sustriani, S.S, M.Pd Guru SMK Nasional Malang

NewMalangPos – Kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini membuat semua orang memiliki banyak kemampuan baru yang memiliki andil mengubah cara orang hidup, belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain. Kemajuan teknologi yang ditandai dengan adanya Revolusi Industri menyebabkan pergeseran tidak hanya di bidang industri tetapi juga ke arah masyarakat, institusi, sistem pendidikan, dan banyak lainnya.

Pesatnya perkembangan inovasi teknologi dan industri membawa dampak besar bagi pendidikan bahasa Inggris di Indonesia. Education 4.0 adalah pendidikan yang menanggapi kebutuhan Industri 4.0 di mana mesin pintar bekerja bersama manusia-profesional, memanfaatkan potensi teknologi digital, data yang dipersonalisasi, konten bersumber terbuka, dan dunia kemanusiaan yang didorong oleh teknologi yang terhubung secara global, dan membangun belajar seumur hidup untuk tumbuh dan bertahan bahkan untuk bermain peran yang lebih baik dalam masyarakat (Fisk, 2017).

Proses pembelajaran digital di era Revolusi Industri 4.0 menuntut reorientasi kurikulum, hybrid/ blended learning, dan life long learning (Ahmad, 2018). Hal ini mendorong sekolah-sekolah di Indonesia, yaitu para guru bahasa Inggris, agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan mampu menggunakannya, serta membangun pembelajaran sepanjang hayat, karena membantu siswa menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan di masa depan.

Berdasarkan data yang diambil dari datapokok.ditpsmk.net, Kota Malang memliki 57 Sekolah Menengah Kejuruan yang terdiri dari 13 SMK Negeri dan 44 SMK Swasta. 35 dari 57 SMK yang ada di Kota Malang memiliki bidang kompetensi teknologi. Dengan paparan data ini maka hampir semua guru SMK di Kota Malang dipastikan sudah akrab dan memiliki kompetensi teknologi yang didapatkan dari pelatihan yang diselenggarakan internal sekolah.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga memberikan ruang bagi guru yang menjadi anggotanya untuk belajar, mengaplikasikan, serta membuat media pembelajaran yang kekinian sesuai dengan tuntutan zaman. MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Malang misalnya, secara rutin mengadakan pelatihan bagi guru anggotanya. Guru Bahasa Inggris SMK Kota Malang sudah terbiasa menggunakan dan memodifikasi platform penunjang kegiatan pembelajaran. Seperti Google Classroom, Kahoot, Socrative, Quizziz, Powtoon, Edmodo, Animaker, Telegram, Periscope, Write about, Formative dan lain sebagainya.

Tantangan Guru Bahasa Inggris

Guru bahasa Inggris mungkin telah menjawab tantangan mengajar dalam era Revolusi Industri 4.0 dengan memanfaatkan, mengaplikasikan, bahkan mengembangan media pembelajaran yang inovatif dalam proses pengajaran bahasa Inggris. Namun guru bahasa Inggris tetap harus membantu siswa untuk belajar bahasa Inggris dengan baik. Dalam konteks pendidikan 4.0, guru bahasa Inggris telah menggunakan teknologi dalam pengajaran tetapi ada tantangan yang muncul.

Tantangan pertama bagi guru bahasa Inggris adalah instruksi lisan yang tidak direncanakan dan tidak terstruktur. Beberapa guru mungkin menganggap memberikan instruksi sebagai hal sepele yang dapat dilakukan secara spontan tanpa persiapan apapun. Meskipun demikian, asumsi yang salah ini menghalangi guru memfasilitasi siswa untuk melakukan yang terbaik.

Masalah kedua adalah ketika guru bahasa Inggris memilih bahasa yang digunakan sebagai pengantar dalam pengajaran. Banyak guru bahasa Inggris yang sering menghadapi kesulitan memilih dalam bahasa apa pengajaran akan paling baik disampaikan. Mereka masih mempertanyakan apakah pengajaran akan efektif diberikan dalam bahasa ibu atau dalam bahasa target (bahasa Inggris).

Guru cenderung menggunakan ekspresi yang menyerupai bahasa ibu agar pesannya lebih dipahami oleh siswa. Meski begitu, strategi ini seringkali dapat menurunkan makna dan kebenaran bentuk bahasa target (bahasa Inggris).

Instruksi yang Baik 
Pemberian instruksi memiliki efek langsung dalam pembelajaran; kegiatan pembelajaran akan menjadi kacau dan gagal bila siswa tidak mengerti apa yang seharusnya mereka lakukan. Namun, pemberian instruksi yang baik merupakan tantangan bagi guru bahasa Inggris. Bagaimanapun, memberi instruksi adalah sebuah keterampilan yang membutuhkan perhatian dan latihan. 
Secanggih apapun media pembelajaran dan teknologi yang diaplikasikan jika pemberian instruksi oleh guru kepada siswa tidak baik maka akan memberikan dampak besar pada seberapa baik siswa melaksanakan kegiatan belajarnya. Merangkum tulisan McLeod dkk (2003) dan Swift di eslbase.com berikut adalah hal yang perlu diperhatikan guru Bahasa Inggris ketika memberikan instruksi dalam kegiatan pembelajaran.
Pertama, Rencanakan bagaimana Anda akan memberikan instruksi sebelum Anda pergi ke kelas atau menyampaikannya melalui platform yang digunakan. Dan pastikan Anda dapat menjelaskannya dalam batasan bahasa yang dapat dipahami siswa. 
Kedua, Pertimbangkan kecepatan bicara Anda - perlambat sedikit jika perlu - dan masukkan jeda untuk memungkinkan siswa memahami setiap bagian informasi sebelum Anda melanjutkan ke yang berikutnya.
Ketiga, Perhitungkan seberapa banyak Anda akan menjelaskan pada suatu waktu. Jika Anda memiliki aktivitas yang panjang, rumit, atau dua bagian, jangan jelaskan semuanya sekaligus. Jelaskan tahap pertama, dan periksa apakah siswa telah memahami sebelum Anda melanjutkan ke penjelasan bagian berikutnya. 
Keempat, Jangan memulai penjelasan sampai Anda mendapatkan perhatian penuh dari siswa. Pastikan mereka menghentikan apa pun yang mereka lakukan, berbalik ke arah Anda dan mendengarkan.
Kelima, Gunakan bahasa Inggris sebanyak mungkin jika memungkinkan. Dan keenam, Jika Anda berbicara dalam bahasa ibu siswa untuk aktivitas yang sangat kompleks, lebih efisien menggunakan bahasa ibu untuk penjelasan. Penggunaan bahasa ibu ini secara perlahan dapat diganti menjadi bahasa Inggris seiring siswa menjadi lebih mahir.
Ketujuh, Periksa apakah siswa telah memahami instruksi Anda sebelum memulai aktivitas. Pertanyaan "Apakah Anda mengerti?" Siswa mungkin terlalu malu untuk mengakui bahwa mereka tidak mengerti, atau mungkin mengira mereka mengerti padahal sebenarnya tidak. Pastikan mereka menunjukkan pemahaman mereka.(*)