Hybrid Learning Sebuah Solusi

new malang pos
Khoirul Umah, S.Pd Guru SMKN 1 Batu

NewMalangPos - Era revousi industri 4.0 bagi dunia pendidikan melahirkan tantangan tersendiri. Era yang serba menggunakan teknologi otomasi dan digital harus diikuti oleh berbagai penyesuaian dan perubahan yang cepat agar generasi bangsa mampu bersaing. Perubahan di berbagai aspek harus dijalankan seperti perubahan dan perbaikan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi dan mahir dengan teknologi otomasi dan digitalisasi. 

Tentunya dalam pendidikan juga harus mengubah kurikulum dan metode dalam mengajar, agar pelaku pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Salah satu upaya tenaga pendidik adalah melaksanakan pembelajaran menggunakan teknologi digitalisasi dan otomasi yang terintegrasi dengan internet. Hal ini adalah salah satu cara agar para siswa memiliki kemapuan yang mumpuni dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. 

Dunia kerja yang menuntut generasi milenial tidak hanya menguasai hard skill, akan tetapi menguasai soft skill yang bagus dipandang akan lebih dapat diterima di dunia kerja. Hal ini berdampak pada guru sebagai pencetak generasi milenial yang berkualitas berinovasi dalam membuat strategi pembelajaran. Untuk mencapai tujuan itu tidaklah mudah menerapkan pola pembelajaran seratus persen online atau daring. 

Melatih hard skill tidak bisa dilakukan secara daring karena perlu melatih secara langsung meminta siswa melakukan suatu kegiatan. Untuk itu metode hybrid learning dipandang sebagai solusi dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0. 

Soft Skill dan Hard Skill

Setiap tahapan revolusi industri bisa mengubah gaya dan cara hidup masyarakat. Untuk engubah cara hidup manusia itu sendiri dalam era revolusi industri 4.0 perlu pola perbaikan sumber daya manusia (SDM). Dalam dunia kerja tidak hanya menilai dan mengutamakan hard skill akan tetapi soft skill sangat menentukan seseorang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. 

Soft skill adalah kemampuan yang dimiliki seseorang lebih ke sikap kemampuan personal dan interpersonal seseorang yang meliputi: optimisme, responsibilitas, sense of humor, integritas, manajemen waktu, motivasi, berempati, kepemimpinan, berkomunikasi, kelakuan baik, keramahan. Sedangkan hard skill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. 

Metode Pembelajaran Hybrid Learning

Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas serta sesuai tuntutan zaman tentunya tidak lepas dari perubahan strategi dan metode pembelajaran yang digunakan. Strategi dan metode pembelajaran yang tepat akan mencetak lulusan yang mampu bersaing di era revolusi industri 4.0.  

Seperti dikutip dari laman resmi Universitas Prasetya Mulya, untuk menghadapi perkembangan zaman pada era revolusi 4.0, para pelaku pendidikan serta kebudayaan juga harus sigap dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan yang ada. Diperlukan reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, profesionalisme guru, kurikulum yang dinamis, sarana dan prasarana andal, dan teknologi pembelajaran yang mutakhir untuk siap menghadapi era revolusi 4.0.    

Dengan menggunakan metode pembelajaran pendidikan yang tepat, diharapkan generasi muda Indonesia bisa siap dan percaya diri menghadapi berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi akibat pengaruh dari revolusi industri 4.0. Banyak strategi maupun model pembelajaran yang dapat diaplikasikan untuk menghadapi tantangan era industri 4.0. 

Salah satu jawaban untuk model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan saat ini adalah model pembelajaran Hybrid Learning. Model pembelajaran ini dapat secara maksimal mengakomodir kebutuhan industri 4.0. Karena pada saat pembelajaran online mau tidak mau siswa menggunakan pembelajaran yang berbasis komputer. Penggabungan digitalisasi maupun otomasi secara tidak sengaja dibiasakan dalam pembelajaran dan akhirnya bisa karena biasa.

Hybrid learning adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan inovasi dan kemajuan teknologi melalui sistem online learning/dalam jaringan dengan interaksi dan partisipasi dari model pembelajaran tradisional atau tatap muka. Hybrid learning merupakan perpaduan antara pembelajaran gabungan daring dan luring, pembelajaran sebagian dilakukan tatap muka sebagian melalui tatap maya,  Muhammad Sulistiono dalam penelitiannya yang dimuat dalam Elemeteris: jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Islam Volume 1 Nomor 1 Mei 2019 dengan judul “Implementasi Hybrid learning menggunakan aplikasi Edmodo pada matakuliah metode penelitian kualitatif.” Dalam penelitiannya implementasi hybrid learning dapat dijadikan referensi dan diterapkan dalam pembelajaran. 

Metode ini dipandang paling tepat digunakan karena melalui metode ini secara tidak langsung proses pembelajaran mengaplikasian teknologi berbasis internet. Berbagai aplikasi seperti Edmodo, Google Classroom, Microsoft Teams (Microsoft 365), Zoom, Whatsapp dan lain sebagainya dapat diterapkan pada pembelajaran pada kelas online. Kelas online dilakukan untuk materi yang sifatnya teori. 

Sedang untuk materi yang sifatnya praktik menggunakan kelas luar jaringan/ luring atau kelas pembelajaran tradisional tatap muka dengan tujuan untuk melatih hard skill. Karena untuk menguasai hard skill tentunya peserta didik harus meniru dan sering melatih keterampilan mereka secara berulang dengan tepat serta dipantau secara langsung oleh guru. Model pembelajaran pada saat luring dapat disesuaikan dengan karakter peserta didik.

Selain dua aspek tersebut di atas dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 tentunya banyak aspek lain yang perlu diperbaiki. Keterlibatan pemerintah menjadi jaminan terciptanya masyarakat dan sumber daya manusia yang tangguh, berdaya saing dan percaya diri. Sebagai warga negara dan pelaku pendidikan sudah menjadi tanggung jawab kita untuk tetap membuat inovasi di bidang pendidikan, demi terwujudnya generasi yang siap menjalani revolusi indutri 4.0 dan mencetak generasi unggul, kompeten dan berkualitas dalam menyongsong revolusi industri 5.0 yang akan datang. 

Harus disadari bersama kalau semua teknologi di revolusi industri 4.0 hanyalah alat bantu kita agar lebih sejahtera bukan merobotkan manusia. Seharusnya perubahan pendidikan yang serba online dan canggih tetaplah memanusiakan manusia dengan tetap menanamkan akhlak dan pendidikan moral sesuai identitas bangsa supaya generasi bangsa ke depan selalu bijak dalam memakai teknologi.(*)