Guru Tanguh dan Cultural Lag

NewMalangPos – Perkembangan teknologi yang demikian pesat berdampak juga pada pendidikan. Mengajar sekarang tidak hanya menyampaikan materi di depan kelas, tetapi bagaimana guru mampu meramu materi pelajaran dengan menggunakan teknologi supaya lebih menarik. Kenyataan saat bicara masalah teknologi kadang peserta didik lebih paham daripada gurunya. Berbagai aplikasi terkini anak-anak bahkan lebih paham daripada gurunya. Setiap kali ada update aplikasi terbaru anak-anak lebih dulu tahu dan mengikuti tren.

Sahabat Ali Bin Abi Thalib pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.” Pesan ini sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Guru jangan sampai ketinggalan teknologi supaya dapat mengajar dengan maksimal di era industri 4.0.

Guru lintas zaman tidak dimaksudkan guru yang berumur panjang hingga mengajar dari generasi ke generasi, tetapi dimaksudkan sebagai guru yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Sedangkan perubahan sendiri terus terjadi dalam setiap kehidupan masyarakat. Dalam dunia pendidikan perubahan ditandai dengan perubahan kurikulum yang menyesuikan dengan kebutuhan dan perkembangan jaman.

Saat ini anak-anak lebih akrab dan menikmati berbagai aplikasi serta sosial media daripada materi pelajaran. Ketika menatap layar handphone mereka betah berjam-jam, tapi di depan buku pelajaran atau buku catatan materi pelajaran seakan enggan. Ini adalah tugas guru untuk menjawab peluang dan tantangan bagaimana supaya anak-anak juga tertarik dengan materi dan buku pelajaran. Teknologi bisa menjadi peluang bagi guru untuk menyajikan kegiatan belajar mengajar yang lebih menarik.

Dinamika Pendidikan

Perubahan selalu terjadi dalam perkembangan kehidupan masyarakat. Perubahan terjadi ketika ada unsur baru yang masuk. Perubahan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, cepat atau lambat, besar atau kecil, dan dikehendaki atau tidak dikehendaki. Perubuhan juga terjadi dalam dunia pendidikan yang ditandai dengan perubahan kurikulum.

Kurikulum pendidikan selalu mengalami perubahan, hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Guru sebagai ujung tombak pendidikan harus mampu menyesuaikan. Menurut Zainal Arifin (2011), kurikulum berfungsi sebagai media dan pedoman pelaksanaan pengajaran pada semua tingkat pendidikan. Pedoman tentunya menyesuaikan zaman, tidak mungkin zaman teknologi diajar seperti pada zaman batu.

Indonesia mengalami beberapa perubahan kurikulum, antara lain 1947, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan terakhir 2013. Pendidikan masa depan perlu dirancang untuk menjawab tantangan-tantangan masa depan dan sekarang kita berada di era industri 4.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi. Sebagai garda depan dalam dunia pendidikan guru harus siap menghadapi dan mengedukasi serta mempersiapkan peserta didik yang berkualitas sesuai dengan zamannya.

Siswa Digital

Coba perhatikan anak-anak kita di rumah atau peserta didik kita ketika di sekolah, sebagian besar sulit terlepas dari gadget. Anak-anak kita dan peserta didik kita jauh lebih fasih informasi dan aplikasi digital yang tersaji di layar Handphone mereka. Mereka terlihat sangat senang dan menikmati menatap layar handphonenya sehingga lupa waktu, lupa belajar.

Fenomena seperti itu menjadi tantangan dan peluang bagi para guru. Tantangannya adalah bagaimana caranya supaya anak-anak dapat menyeimbangkan antara menikmati sajian digitalnya dengan proses belajar. Peluangnya adalah guru dapat memanfaatkan kondisi tersebut, masuk ke dalam dunia anak-anak zaman sekarang yang serba digital.

Banyak aplikasi pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mengimbangi siswa digital. Banyak pula pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai kampus dan organisasi guru untuk membantu para guru menyesuaikan dengan aplikasi pembelajaran. Yang terpenting adalah kemauan dan usaha guru untuk mampu menyesuaikan dengan kondisi siswa dan perkembangan zaman. Ketika guru tidak mau menyesuaikan dengan perkembangan dan tantangan zaman maka dia akan tertinggal.

Guru dan Cultural Lag 

          Perubahan dan pertumbuhan kebudayaan menyebabkan sebagian kelompok masyarakat tidak siap menghadapinya sehingga terjadi cultural lag (kesenjangan budaya). Culural lag adalah adanya kebudayaan yang tumbuh dengan cepat dan adapula bagian lain yang tumbuh secara lambat (Setiadi dan Kolip, 2011, 666).

          Perkembangan teknologi yang demikian pesat menyebabkan sebagian guru tidak siap menghadapinya, sedangkan siswa lebih mampu mengadaptasinya. Hal ini menimbulkan masalah dimana siswa digital lebih menyukai cara belajar dengan memanfaatkan teknologi, sedangkan guru masih mengajar dengan cara manual.

          Guru perlu menguasai teknologi, guru harus mampu mengadaptasi teknologi untuk kegiatan belajar mengajar. Dengan menguasai dan memanfaatkan teknologi guru dapat meramu dan menyajikan materi yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan jaman serta menyesuaikan dengan kondisi siswa saat ini.

          Supaya tidak mengalami ketertinggalan perkembangan teknologi dalam pendidikan guru harus belajar berbagai aplikasi pembelajaran yang sekarang banyak beredar dan dapat dimanfaatkan secara gratis. Guru tidak perlu malu apalagi malas untuk mengikuti pelatihan-pelatihan pemanfaat teknologi pembelajaran, karena memang seperti itulah yang dibutuhkan saat ini.

          Guru harus mampu menjawab tantangan dan peluang di era industri 4.0. Mari kita semangat belajar bersama untuk menjadi guru lintas zaman yang tangguh menghadapi perubahan.

Upgrade Skill Sebagai Solusi

          Perkembangan teknologi yang demikian pesat dan tak terelakkan di setiap lini kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan menjadi tantangan bagi guru. Tidak ada kata lain selain guru harus mengupgrade skill mereka. Guru menguasai teknologi supaya mampu mengajar dengan baik menyesuaikan zaman dan kondisi peserta didik. Belajar dan terus belajar menjadi kuncinya.

          Sudah bukan zamannya lagi guru terus menerus ceramah di hadapan peserta didik, saat ini peserta didik lebih menyukai pembelajaran yang dinamis dan bervariasi. Kemampuan menguasai teknologi dan mengaplikasikan metode serta model-model pembelajaran menjadi syarat menjadi guru lintas zaman yang tangguh menghadapi perubahan.(*)