Guru Harusnya Digugu dan Ditiru

Oleh: Amir Rifa’i,

Pemerhati Pendidikan dan Tinggal di Malang

Setiap tanggal 25 November (kemarin, red), Indonesia memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Peringatan ini dilakaukan untuk mengenang perjuangan para pahlawan pendidikan yang biasa disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa.” Selain itu untuk mengingat bahwa generasi kita memerlukan sosok yang bisa menjadi pendorong, pembimbing yang mengarahkan kepada kualitas yang lebih baik.

Ya, dialah sang “Guru” yang harus “digugu (ditaati nasehat, ucapan dan perintahnya) dan ditiru (dicontoh sikap dan perilakunya)”. Jadi guru yakni orang yang memiliki kharisma dan wibawa hingga perlu dijadikan panutan.

Yang menjadi pertanyaan adalah, siapakah guru itu? Yaitu, orang yang memiliki keahlian dalam merancang sebuah pembelajaran dan menata kelas dengan sebaik mungkin sehingga peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya mencapai tujuan akhir dari pendidikan. Dalam arti umum, guru dapat diartikan sebagai pendidik dan pengajar pada pendidikan anak mulai dari usia dini sampai pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Guru-guru seperti ini biasanya mempunyai semacam lisensi formal dalam dunia pendidikan. Sedangkan dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap sebagai seorang guru. Guru, secara formal disebut sebagai seorang yang mengajarkan ilmunya di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal yang ditempuh dalam status sarjananya, dan juga memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia.

Dalam UUSPN No.20 Tahun 2003, Bab I, pasal 1 ayat 6, guru mempunyai makna tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan yang lainnya yang sesuai dengan keahlianya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Dalam pengertian yang sederhana guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.

Guru juga bisa dikatakan sebagai sang pengabdi negara, yang selalu mengabdikan tenaga dan pikirannya baik siang maupun malam demi masa depan putra-putri bangsa. Siang untuk mengajar di sekolah sedangkan malam digunakan untuk membuat rencana program pembelajaran yang akan diajarkan keesokan harinya. Sungguh suatu kegiatan yang sangat menyita waktu dan tenaga. Maka tidak salah jika guru disebut sebagai “pahlawan pendidikan” karena semua yang dimilik dalam diri dan jiwanya diserahkan kepada pendidikan.

Maka siapapun kita yang menjadi pembimbing, pendamping, fasilitator instruktur dan sebutan lain sebagainya, baik di sekolah formal maupun non formal adalah seorang guru. Dari sini tentu harus menjadi panutan bagi setiap peserta didik, dan guru wajib menjadi pribadi yang baik dalam setiap kesehariannya karena akan selalu diikuti tutur kata dan perbuatannya.

Berbicara masalah guru maka tidak lepas dari sebuah pribahasa yang mengatakan bahwa “Guru: Digugu dan ditiru”. Selain itu bapak Ki Hajar Dewantoro mengatakan “Ing ngarso Sung Tulodo”, artinya bahwa pendidik hendaknya menjadi teladan bagi anak didiknya. “Ing madyo Mangun Karsa”, maksudnya pendidik hendaknya berperan untuk membangun kemauan belajar pada diri anak didik. “Tut Wuri Handayani”, maksudnya bahwa pendidik hendaknya berperan sebagai pembimbing anak dalam belajar, mengembangkan bakatnya serta membantu memandirikan peserta didik.

Seorang guru dalam hal ini adalah pendidik dan memiliki kedudukan yang terhormat dalam pandangan masyarakat. Salah satu sebab yang menjadikan guru menempati kedudukan yang demikian adalah karena memiliki kewibawaan yang tidak dimiliki oleh profesi lain. Sehingga masyarakat yakin bahwa guru mempunyai wibawa yang bisa membawa dan menjadi panutan yang dapat mendidik anak-anak mereka menjadi orang yang berkepribadian mulia.

Guru termasuk seorang yang berjasa besar kepada masyarakat dan Negara, karena dengan pendidikan yang diberikan kepada anak didik sebagai generasi penerus bangsa, bangsa kita bisa berdiri tegak di hadapan bangsa lain. Selain itu suatu kebudayaan masyarakat dan negara yang baik sebagian besar bergantung kepada pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh para guru, baik dalam pendidikan formal di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Namun sebagai seorang guru terutama yang mengajar di sekolah formal tidaklah mudah, banyak onak dan duri yang menghadang. Walaupun demikian sangat banyak orang yang bercita-cita menjadi seorang guru. Sebuah seruan panggilan hati bahwa setiap manusia wajib memberikan ilmunya kepada orang lain, juga karena mengajar adalah suatu kegiatan yang sangat mulia.

Namun belakangan ini guru tidak hanya menjadi tenaga seperti yang didefinisikan dalam beberpa pengertia di atas, tapi juga harus menjadi seorang yang ahli dalam berbagai hal untuk menjawab tantangan zaman dan sebagai tanggung jawab seorang akademisi. Sehingga tugas seorang guru baik di sekolah maupun di tengah-tengah masyarakatnya bisa menjadi teladan bagi murid-muridnya maupun bagi lingkungan dimana dia singgah.

Ada sebuah istilah yang mengatakan “guru kencing berdiri, murid kencing berlarimaksudnya adalah guru melakukan suatu perbuatan yang kurang baik dan ditiru oleh muridnya, karena guru adalah cermin, sebagai teladan, sebagai orang tua di sekolah, dan sebagai motivator bagi peserta didik. Namun tugas yang mulia tersebut akan tercapai jika seorang guru memiliki derajat profesional sesuai dengan bidangnya yang tercermin pada waktu belajar mengajarnya.

Tugas guru dalam memajukan pendidikan mempunyai peran yang sangat penting. Hal ini tidak lain adalah karena guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya peserta didik yang baik sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari faktor itelektul belaka melainkan juga dari akhlak dan tingkah laku baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Maka dari itu guru mempunyai amanah yang tidak mudah. Guru yang baik sejatinya harus memahami tentang hakekat sejati tugas seorang guru.

Semoga dengan spirit peringatan Hari Guru Nasional ini, guru bisa menjadi panutan sesungguhnya, bisa menjawab tantangan zaman, membangkitkan semangat kreativitas dalam belajar serta menjadi teladan dalam setiap perbuatan. Aamiin.(*)