Belajar Menyenangkan dengan Koran

NewMalangPos – Industri 4.0 kini menjadi perbincangan hangat banyak kalangan baik tokoh negara, artis, masyarakat, maupun orang-orang yang berkiprah di dunia Pendidikan. Yap! Industry 4.0 merepresentasikan keadaan dunia yang semakin canggih akan teknologi.

Generasi serba modern ini memperkenalkan kepada kita apa yang disebut “smart factory“, di mana system teknologi mampu mengambil alih tenaga manusia dalam menyeleseikan berbagai hal. Keadaan ini tentu memengaruhi kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Di sinilah peran pendidikan menentukan apakah manusia masih mampu mengembangkan dan mempertahankan kualitas diri bersaing dengan teknologi?

Tidak dapat dipungkiri, peran guru menjadi hal yang sangat fundamental dalam menyiapkan generasi-generasi penerus bangsa yang diharapkan memiliki kualitas yang unggul dan berdaya saing global. Namun apa yang terjadi? Pandemi yang sedang kita alami saat ini merubah system pendidikan dengan dahsyatnya. Semula guru bisa membatasi siswanya dalam menggunakan teknologi demi mempertahankan karakter diri yang baik dan menghindari hal-hal yang tidak membawa manfaat bagi siswa bahkan justru akan memberikan dampak negatif. Seperti contoh the dangerous of game, informasi hoax, media sosial, dan sejenisnya yang akan merampas fokus belajar siswa dan eksplorasi kreatifnya terhadap ilmu pengetahuan.

Kini, no gadget, no school merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan bagaimana peran teknologi benar-benar nyata kita alami. Sebetulnya tidak ada yang salah dengan gadget itu sendiri. Karena gadget diciptakan dengan tujuan untuk mempermudah manusia melakukan aktivitas seperti mengatasi problematika sehari-hari, mencari sumber informasi pengetahuan untuk belajar siswa, media literasi, media hiburan, bahkan media eksplorasi diri dengan bakat yang dimiliki.

Masalahnya adalah kita tidak mampu mengontrol orang lain sebagai creator untuk membagikan informasi apa yang bisa diterima oleh siswa dan yang tidak. Kita juga tidak bisa menghentikan produksi game yang memang undeniably menarik untuk siswa hingga banyak sekali bermunculan gamers cilik yang tanpa kita sadari merubah pola pikir siswa dalam belajar.

Untuk itu, sebagai tenaga pendidik, hal yang bisa dilakukan adalah sedapat-dapatnya memberikan pelayanan pendidikan terbaik dengan terus eksplorasi kreativitas agar guru bisa menjadi human of inspiration bagi siswa untuk terus menggali ilmu pengetahuan, ilmu agama, terlebih lagi ilmu karakter yang memberikan manfaat baik bagi kehidupan siswa kelak. Bagaimana caranya?

Mengajar Daring dengan Media Koran.

Mendengar kalimat tersebut untuk pertama kalinya, mungkin hal-hal yang terbesit adalah “memang bisa?”, “ah anak zaman sekarang tidak suka baca koran, kuno”, “apa hubungannya koran dengan pelajaran?” yah pertanyaan-pertanyaan tersebut pasti akan terlintas karena mindset koran yang hanya banyak dikonsumsi oleh “bapak-bapak” yang awam gadget.

Namun jika kita mau menelaah lebih dalam dan mencoba tips yang satu ini, yakinlah koran akan menjadi ”key of unique teaching.” Jadi apa yang dilakukan guru dengan surat kabar alias koran?

Fokus utama membawa koran ke dalam learning environment adalah menaikkan tingkat Literacy siswa. Jadi pastikan memilih koran dan topik yang sesuai dengan materi pembelajaran dan yang paling penting topik yang diambil adalah topik yang sedang in atau up to date sehingga kenikmatan membaca akan sampai pada siswa.

Lalu bagaimana membawa koran ke dalam lingkungan belajar daring? Berikut tips sederhana yang bisa dilakukan untuk menggunakan koran dalam mengajar: (1) Jelajah Koran. Berikan siswa beberapa menit untuk mencari sebanyak mungkin bagian dari surat kabar. Kemudian mintalah mereka untuk membandingkan daftar mereka dengan temannya. Diskusikan bagian-bagian berbeda dari sebuah koran; berita, iklan baris, kartun, horoskop, cuaca, opini, surat untuk editor, perjalanan, iklan, editorial, olahraga. Manfaatkan momen ini untuk melatih wondering siswa.

(2) Headline. Tulislah judul artikel dan minta siswa menebak isi dari artikel tersebut. Kemudian menggiring siswa untuk membaca artikel tersebut untuk menemukan jawaban dari rasa penasarannya. (3) Hunt on Newspaper. Siswa diberi tantangan untuk membaca satu artikel pada koran kemudian saat live meet guru mengajak siswa bermain question chain agar setiap siswa berkesempatan untuk bertanya (wondering) dan menjawab (problem solving).

(4) Project. Melalui koran siswa juga bisa menghasilkan sesuatu sebagai bentuk mengasah soft-skill yang dimiliki setiap siswa. Memanfaatkan konten koran yang sesuai, siswa bisa melebarkan imajinasi kreatifnya untuk menciptakan hal-hal baru dan membangkitkan motivasi mereka untuk terus mencipta karya yang mana hal ini tidak bisa dilakukan oleh teknologi.

(5) Speak Up. Benar sekali. Public speaking merupakan hal yang krusial yang wajib dimiliki oleh siswa. Dengan media koran bukan tidak mungkin siswa bisa melatih public speaking mereka. Kita bisa menciptakan kegiatan yang menyenangkan sehingga kepercayaan diri siswa untuk speak up bisa keluar dengan optimal.

Kita bisa memanfaatkan konten pada koran untuk menjadi bahan siswa dalam praktik speaking. Mereka bisa belajar menjadi penyiar dengan cara membacakan berita-berita yang termuat dalam koran tersebut. Kegiatan ini juga dapat dikorelasikan dengan materi belajar seperti halnya Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa arab bahkan ilmu pengetahuan pasti (exact).

Jelajahi ide mereka. Ajukan pertanyaan-pertanyaan kritis seperti siapa yang menulis untuk koran? Apa peran editor, jurnalis, fotografer, dan penjualan iklan? Bagaimana memasukkan sebuah cerita ke koran? Dan masih banyak lagi tentunya. Dari situlah sebuah class environment akan hidup.

Memang tidak mudah memperkenalkan sesuatu yang terasa asing bagi siswa. Namun, tantangan inilah yang bisa jadi akan membawa perubahan besar dalam dunia Pendidikan. Kualitas sumber daya manusia meningkat, sehingga manusia tidak akan mudah ditindas oleh kecanggihan teknologi. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, teknologi akan bisa menjadi senjata ampuh bagi guru untuk membangun negeri. Koran itu menyenangkan.(*)