AKM: Mengukur Literasi, Numerasi dan Karakter Siswa

new malang pos
Siti Asiyah Rufikhotul Hasanah, S.Pd. Guru SD Islam Sabilillah Malang

NewMalangPos – Ujian Nasional 2021 resmi ditiadakan, sebagai gantinya siswa mendapat Asesmen secara nasional yang akan dilaksanakan pada tahun depan. Asesmen pengganti dalam upaya adanya perubahan kebijakan pemerintah, untuk pengelolaan Pendidikan di Indonesia yang diterapkan menjadi sebuah program dengan nama Merdeka belajar.

          Pokok-pokok yang menjadi inti dari kebijakan merdeka belajar meliputi: ujian sekolah berstandar nasional (USBN), ujian nasional (UN), rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan peraturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi. Perubahan pada sistem ujian nasional (UN) pada situasi saat ini, menunjukkan bahwa materi UN terlalu padat sehingga siswa dan guru cenderung menguji penguasaan konten, bukan kompetensi penalaran.

          Saat ini UN menjadi indikator keberhasilan siswa secara individu, namun UN hanya memiliki aspek kognitif kepada siswa dan belum menyentuh karakter siswa secara menyeluruh. Kebijakan baru pada tahun 2021, UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan survey karakter sehingga dapat mengetahui kemampuan bernalar dalam menggunakan bahasa, kemampuan bernalar menggunakan matematika dan mengukur sikap, kebiasaan serta nilai-nilai sebagai hasil belajar non-kognitif.

          Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 43 tahun 2019 tentang “Penyelenggaraan ujian yang diselenggarakan satuan Pendidikan dan Ujian Nasional” pada pasal 2 yang berbunyi: “Ujian yang diselenggarakan oleh satuan Pendidikan merupakan penilaian hasil belajar oleh satuan Pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran.”

          Dengan adanya peraturan tersebut kebijakan AKM di sekolah dapat segera dilakukan. AKM sendiri memiliki tujuan untuk mengembangkan kompetensi kognitif yang mendasar sekaligus karakter murid secara utuh. AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua siswa untuk mampu mengembangkan kualitas diri dan berpartisipasi positif dalam masyarakat sehingga terciptanya siswa menjadi anak yang mempunyai kognitif dan nilai karakter yang baik.

          Selama pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa belajar di rumah dan melakukan semua kegiatan dari rumah, membuat beberapa siswa lupa akan nilai-nilai karakter yang sudah terbiasa dilakukan di sekolah. Ketika di rumah siswa dihadapkan dengan alat komunikasi seperti smartphone atau laptop. Siswa dapat menggunakan alat tersebut untuk belajar ataupun bermain. Maka dari itu kadang orang tua lengah tak memantau siswa ketika di rumah dan tidak belajar.

          Tapi pada kenyataannya banyak siswa yang bisa memanfaatkan dan menggunakan alat komunikasi tersebut di luar jam sekolah dengan baik. Siswa yang telah terkena sindrom game atau melihat sosial media, ketika mengikuti pembelajaran daring siswa merasa capek dan tidak tertarik lagi dengan pembelajaran tersebut. Hal itu menjadi problema para guru dan menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi terganggu. Permasalahan tersebut dapat terselesaikan dengan adanya kerjasama antar guru dan orang tua dengan baik.

          Penerapan asesmen nasional ini tidak hanya kognitif saja yang menjadi poin besar dalam pelaksanaan pembelajaran, namun nilai karakter juga menjadi poin yang harus terpenuhi. Pada poin AKM mengapa mengukur literasi dan numerasi? Karena literasi membaca dan numerasi merupakan dua kompetensi minimum bagi siswa untuk bisa belajar sepanjang hayat dan berkonstribusi kepada masyarakat.

          Dan mengapa juga mengukur karakter? Karena karakter merupakan tujuan Pendidikan mengembangkan potensi murid secara utuh sehingga mendorong siswa mengembangkan sikap, nilai dan sikap yang mencirikan pelajar Pancasila.

          Pelaksanaan soal AKM dapat dilakukan kepada semua level kelas secara merata, sehingga siswa di sekolah mendapat perlakukan yang sama terhadap kemampuan literasi dan numerasi secara baik, sehingga siswa sudah terbiasa dengan soal AKM yang sudah dipelajari di setiap jenjang kelas. Dengan demikian, siswa dapat dengan mudah menghadapi asesmen kompetensi minimum  atau AKM.

          Asesmen kompetensi minimum (AKM) masuk pada asesmen nasional yang di antaranya ada survei karakter dan surver lingkungan. Pada penerapan asesmen kompetensi minimum (AKM), siswa dapat mempelajari beberapa komponen sekaligus. Yaitu pertama “konten.” Asesmen literasi membaca berdasarkan konten akan menguji beragam teks informasi dan teks fiksi, sedangkan untuk asesmen numerasi akan menguji matematika.

          Kedua “progress kognitif.” Siswa akan diukur kamampuannya memahami teks informasi, mengevaluasi dan merefleksi. Sedangkan  asesmen numerasi siswa akan diukur pemahaman dan penerapan konsep matematika. Yang ketiga “konteks.” Pada literasi dan numerasi siswa diukur tentang sosial budaya dan komponen konteks.

          Pelaksanaan asesmen menggunakan komputer dan secara daring, sehingga perlu disiapkan komputer beserta sarana pendukungnya. Tidak semua satuan pendidikan dapat melakukan asesmen secara daring namun dapat dilakukan dengan media yang dapat mempermudah satuan pendidikan tersebut. Misal untuk pendistribusian soal AKM. Sekolah dapat menyiapkan soal dengan media yang sudah biasa digunakan. Seperti dengan e-learning atau google form, sehingga siswa dan guru tidak merasa kesulitan untuk mengaksesnya.

          Dengan adanya penerapan asesmen kompetensi minimum (AKM) ini, siswa dapat menyerap banyak ilmu sekaligus sehingga sangatlah penting dan harus dipahami oleh guru, kepala sekolah, siswa dan orang tua. Asesmen nasional untuk tahun 2021 tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan manjadi beban psikologis tersendiri. Dan siswa tidak perlu cemas dan bimbel secara khusus demi asesmen Nasional. Seperti dikutip dari siaran pers Mendikbud Nomor:293/sipres/A6/X/2020 tentang asesmen nasional sebagai penanda perubahan paradigma evaluasi Pendidikan.

          Jadi para orang tua siswa tidak perlu bingung untuk persiapan menghadapai AKM ini. Karena tujuan dari AKM sendiri untuk mengetahui kemampuan siswa secara mendalam tentang pemahaman pemikiran siswa dan pengolaan informasi yang didapat secara literasi dan numerasi.(*)