Idap Penyakit, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal Membusuk

3
EVAKUASI KORBAN : Polsek Blimbing dibantu dengan relawan dan warga setempat saat mengevakuasi jenazah Kakek asal Bunulrejo yang sudah mulai membusuk, pada Senin, (5/4) petang.(NMP/IST)

MALANG, NewMalangPos – Idap penyakit dalam, seorang kakek asal Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing ditemukan membusuk tak bernyawa di kediamannya. Korban ditemukan pada Senin, (5/4) petang oleh keponakannya setelah hampir seminggu lalu terakhir kali bertemu.

Kapolsek Blimbing, Kompol Hery Wahyu Widodo menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban memang telah lama mengeluhkan penyakit yang dideritanya. Keponakan korban diketahui terakhir kali bertemu, akhir bulan Maret lalu.

“Korban sempat ke rumah keponakannya minggu kemarin tepatnya hari Rabu 31 Maret 2021, dan mengeluh batuk-batuk selama sebulan dan dadanya sering terasa nyeri,” ungkapnya.

Setelah dari rumah keponakannya tersebut, korban kembali ke rumah. Sejak saat itulah sudah tidak ada komunikasi apapun antara korban dengan keponakannya.

Senin, (5/4) sekitar pukul 16.00 keponakan korban berencana menjenguk, dan sekaligus memberikan uang untuk kebutuhan korban. Saat di depan rumah korban, ponakannya melihat pintu rumah korban dalam kondisi terbuka, dan dari dalam tercium bau busuk menyengat.

“Begitu tau ada bau dan korban tidak ada tanggapan saat dipanggil, keponakan korban langsung masuk dan menyusuri rumah korban,” lanjutnya.

Ponakan korban sempat terkejut bahwa korban sudah tidak bernyawa, dan tubuhnya sudah mulai membusuk. Keponakan korban langsung menghubungi RT setempat, dan langsung dilaporkan ke polisi.

Korban langsung dievakuasi ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang sekitar pukul 19.00, oleh pihak kepolisian beserta bantuan relawan yang ada. Di sisi lain, keluarga korban sudah memeriksa bahwa tidak ada bekas kekerasan pada tubuh korban, dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Korban selanjutnya dimakamkam dan langsung dibawa oleh keluarga pada Selasa, (6/4),” pungkasnya. (rex/ley)