Huntara Brau Siap Dihuni, Diresmikan Wali Kota 9 Mei

5
Huntara yang berada di belakang SD/SMPN 04 Satap Dusun Brau Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu sudah siap ditempati. (NMP/MUHAMMAD FIRMAN)

KOTA BATU, Newmalangpos – Hunian sementara (huntara) bagi 16 KK atau 53 jiwa warga Dusun Brau Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu yang sebelumnya terdampak bencana tanah retak dan rawan longsor, bakal segera ditempati. Rencananya peresmian huntara tersebut akan dilaksanakan 9 Mei mendatang.

Kasi Bantuan dan Jamsos Dinsos Kota Batu Kasmari mengatakan bahwa pembangunan huntara telah selesai serratus persen susuai jadwal pada 30 April. Saat ini tinggal dilakukan pengecatan secara gotong royong oleh warga dari bantuan salah satu produk cat di Indonesia.

“Untuk pembangunan huntara sudah selesai. Totalnya ada 14 huntara dan satu ruang serba guna. Dengan tiap KK menempati ruang berukuran 4×6. Ruangan tersebut terdiri dari dua kamar, satu dapur dan ruang keluarga,” ujar Kasmari kepada New Malang Pos, Senin (3/5).

Nantinya warga yang menghuni akan diberi bantuan logistik atau kebutuhan poko oleh Dinsos selama tiga bulan. Selain itu juga fasilitas listrik selama setahun dan wifi.
“Sekarang ini proses pemasangan listrik. Selanjutnya pengecatan dan peresmian oleh Wali Kota Batu hari Minggu tanggal 9 Mei,” bebernya.

Pihaknya juga memastikan seluruh warga terdampak. Tepatnya 16 KK atau 53 jiwa juga telah bersedia menempati. Karena sebelumnya warga telah membuat pernyataan untuk menempati huntara dengan disaksikan oleh pemdes hingga dibangunkan rumah tetap oleh Pemkot Batu.

Kasmari menambahkan, untuk total anggaran dari bantuan logistik, sewa tanah, listrik dan pengerjaan huntara secara menyeluruh telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 800 juta.
Sementara itu Kasun Brau Markasan menyampaikan bahwa ada 15 KK yang telah bersedia untuk menempati huntara. Rencananya akan mulai ditempati pada Minggu (9/5) pukul 16.00 WIB.

“Untuk warga sudah sepakat untuk menempati huntara. Rencananya Minggu (9/5) sore akan mulai ditempati setelah diresmikan. Warga juga tidak menolak hingga nanti pemerintah daerah membangunkan hunian tetap seperti yang telah disampaikan sebelumnya,” pungkasnya. (eri/jon)