Hobi Jadi Prestasi, Pertama Ikut PON Langsung Sumbang Emas

Faizzatus Shoimah pebasket nasional asal Kota Malang

NEW MALANG POS – Mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) pasti harapan besar bagi seorang atlet. Begitu juga dengan Faizzatus Shoimah. Saat masuk tim Kontingen Jatim di PON XX Papua, ia tak sia-siakan kesempatan tersebut.

Bahkan di kesempatan pertamanya menjadi pemain Basket Putri Kontingen Jatim di PON Papua, ia bersama rekan satu timnya berhasil menyabet medali emas. Capaian luar biasanya itu tentu tidak diraih dengan mudah.

Ais sapaan akrab Faizzatus Shoimah mulai menekuni basket sejak tahun 2013. Kala itu bermain basket karena hobi dan ajakan temannya. “Awalnya coba-coba saja sama teman. Karena memang suka lihat orang main basket, meskipun sebelumnya saya biasa bermain bulu tangkis,” ceritanya.

Ais belajar basket melalui ekstrakurikuler di SMP Negeri 3 Malang tempatnya menempuh pendidikan menengah pertama. Karena merasa tertantang dan ingin bermain lebih baik, ia sering bermain dan berlatih basket di waktu senggangnya.

Terkadang bermain sendirian, kadang juga bermain beberapa gim bersama teman-temannya. Seringnya memainkan si kulit bundar, tanganya kian terbiasa mengolah dan dikonversikan menjadi poin saat dalam pertandingan persahabatan.
Setahun berselang, Ais mengikuti kompetisi resmi pertama sebagai seorang pebasket junior. Karena bekalnya dan gaya bermain yang getol, ia berhasil mengantarkan tim sekolahnya menjadi juara tiga di tingkat Kota Malang.

Baca Juga :  Pria di Surabaya Berhasil Menipu Hingga Rp 2,1 M dengan Ngaku Bisa Loloskan Seleksi Akpol

“Alhamdulillah, saat itu juga terpilih mewakili Kota Malang untuk bertanding di Kejurda Provinsi Jatim di Kelompok Umur (KU) 16 tahun di Tulungagung dan 18 tahun di Surabaya,” ungkapnya.

Tentu bukan perkara mudah mengikuti kompetisi tingkat provinsi. Ia harus berlatih ekstra dan sering meninggalkan jam pelajaran demi latihan. “Jadi sering meninggalkan kelas, harus sering tanya-tanya tugas dan catatan. Terus ikut pelajaran tambahan,” cerita Ais.

Proses berat yang dijalaninya benar-benar membuahkan hasil. Di tahun keduanya di SMP, Ais berhasil menyabet Juara 1 Kejurda Provinsi Jatim KU-16 Tulungagung dan Juara 3 Kejurda Provinsi Jatim KU-18 Surabaya.

“Waktu itu kompetisi sangat padat, bahkan karena berhasil juara, akhirnya diikutkan Kejurnas KU-16 di Jakarta. Alhamdulillah dapat juara pertama di kejurnas,” ujar Ais.

Baca Juga :  Tawuran Antar Nelayan, 1 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Langkahnya sebagai atlet terus ditekuni hingga SMA. Menginjakkan kaki di SMA Negeri 8 Malang, Ais terus mengasah skill bermain basket. Ia kian matang saat memasuki kelas XI dan XII SMA. Bersama SMAN 8 Malang, Ais berhasil menjadi Champion DBL (Developmental Basketball League) East Java Series. Dua kali berturut-turut tepatnya pada tahun 2017-2018.

Dia kemudian masuk DBL All Star. Capaian tersebut tidak berpuas diri. Memasuki usia 18 tahun, Ais terpilih menjadi pemain Timnas basket putri U-18 yang ikut bermain di kompetisi Fédération Internationale de Basketbal (FIBA) U18 Asian Championship di India. Saat itu Timnas Basket Putri Indonesia U18 menempati ranking tujuh. dalam sistem liga, dan berhasil bertahan di kasta tertinggi (Level 1).

Kini di usia 21 tahun sudah berhasil mendapatkan medali emas di pesta olahraga terbesar di Indonesia. Ia tergabung dalam Kontingen Jatim di PON XX Papua menapaki seluruh pertandingan dengan hasil memuaskan.

Jatim juga sukses memulangkan kontingen Jawa Tengah sebagai juara bertahan, dan kontingen DKI Jakarta sebagai finalis PON sebelumnya di Jawa Barat pada tahun 2016. Mereka menundukkan Provinsi Bali dengan poin 56-37 di final Cabor Basket Putri PON XX Papua. Hasilnya jadi penyumbang medali emas untuk Jatim.

Baca Juga :  Gelar Istigosah Virtual, Sarmuji Ajak Ketua DPD se Jatim Puasa

Ais juga menjadi pahlawan tim dengan mencatatakan 18 poin, tiga rebound dan lima asis, dan menjadi yang terbanyak di timnya. Prestasi mereka luar biasa karena bisa meraih emas PON setelah 25 tahun tak pernah menjadi peraih juara 1.

“Alhamdulillah di kesempatan pertama bermain di PON sukses menyumbang emas, untuk kontingen Jatim. Tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bisa mendapatkan emas di keikutsertaan saya yang pertama ini,” ucap Ais.

Wanita asal Sawojajar Kota Malang ini berharap bisa terus mengembangkan karirnya hingga batas maksimal. “Harapannya meraih yang terbaik, karena dari awal tidak pernah terpikir jadi atlet basket. Dan memulai hanya karena suka dan hobi. Jadi harapannya bisa menjadi yang terbaik dan maksimal di dunia basket ini,” pungkas Ais. (rex/van)

artikel Pilihan