Heboh Gunung Emas di Kongo Jadi Incaran Para Penambang

new malang pos
Foto: Koin emas peninggalan Romawi yang ditemukan di Italia. (Dok: Italian Ministry of Culture)

Jakarta, NewMalangPos – Sebuah gunung yang terletak di Republik Demokratik Kongo, Afrika kini tengah menjadi sorotan dunia. lokasi gunung itu berada di desa Luhihi yang berjarak 50 kilometer dari ibu kota provinsi Kivu Selatan, Bukavu

Dalam sebuah laporan CNBC Indonesia, Rabu (17/3), dikabarkan bahwa kandungan emas di tanah gunung itu mencapai 90%. Emas dengan mudah didapat ketika mencelupkan tanah ke air.

Gunung itu diketahui memiliki kandungan emas yang melimpah sehingga menjadi buruan para penambang.

Menteri Pertambangan Kivu Selatan Venant Burume menyatakan bahwa sebenarnya penemuan ini sudah dari akhir Februari lalu. Tidak lama setelah penemuan itu, banyak orang termasuk angkatan bersenjata Kongo (FARDC) datang ke lokasi untuk berusaha mencari emas-emas itu.

Baca Juga :  Lawan Kekerasan Seksual, Ribuan Warga Australia Protes Tuntut Keadilan

Beberapa lapisan masyarakat meminta agar pihak berwenang segera melarang penambangan emas di tempat itu.

Akibatnya pemerintah mengelurakan peraturan untuk menghentikan sementara aktivitas penambangan. Dalam sebuah surat perintah pemerintah menginstruksikan pedagang, penambang dan anggota angkatan bersenjata Kongo agar meninggalkan lokasi tambang.

Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi penambang dan memastikan mereka terdaftar dengan benar di administrasi pertambangan. Selain itu, ini berguna untuk menghindari makin memanasnya konflik.

Emas menjadi sebuah komoditas yang penting untuk menjadi bahan pendanaan konflik di negara-negara Afrika. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seringkali kelompok bersenjata terlibat dalam penambangan dan memaksa orang lain untuk menambang serta memungut retribusi yang tinggi dari para penambang itu.

Baca Juga :  Pesawat Penyelundup Narkoba Jatuh di Papua Nugini

Selain itu kelompok bersenjata juga menyelundupkan dan memperdagangkan emas hasil penambangan yang sebenarnya ilegal itu. Hasil dari penjualan emas itu kemudian digunakan salah satunya untuk membeli senjata dan amunisi, mengamankan logistik peperangan, atau membayar gaji para pejuang. (sef/sef/cnbci/mg2/ggs/nmp)