Kolaborasi Mahasiswa FT dan FE Universitas Negeri Malang, Hasilkan Produk Berkualitas Dari Daur Ulang

KREATIF: Tim PKM-K Kolaborasi mahasiswa Tata Busana Fakultas Teknik dan dari Fakultas Ekonomi UM berhasil membuat karya hebat berupa produk berkualitas dari limbah tekstil dan busana second hand

MALANG, NewMalangPos – Mahasiswa Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) menggagas ide kreatif untuk mengolah baju bekas menjadi produk yang berkualitas. Produk yang didaur ulang dengan memberikan sentuhan mix media. Nilai lebih lainnya mereka mengangkat budaya lokal Malang. Yaitu dengan mengusung topeng malang sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan produk berkualitas.

Tim mahasiswa Tata Busana ini berkolaborasi dengan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi UM. Kolaborasi dari dua fakultas tersebut saling memberikan kekuatan dalam mewujudkan gagasannya dalam mengembangkan produk yang berasal dari limbah tekstil dan busana second hand.

Mahasiswa tata busana memiliki keunggulan dalam mendesain busana serta menghias busananya. Sedangkan mahasiswa Ekonomi memberikan sentuhan pada pemasaran. Kolaborasi dua fakultas itu mampu melahirkan wirausaha baru.

Dr. Agus Hery SI, M.Pd selaku dosen pembimbing

Berangkat dari itu mereka bergabung menjadi satu tim PKM-K yang beranggotakan lima mahasiswa. Mereka adalah Jovinka Rizky Nayoan, An Nisa Gema Fitri, dan Cindi Fadilatul Umaroh dari Prodi Pendidikan Tata Busana. Serta Dewi Astri Maharani dari prodi Manajemen dan Farhan dari prodi Akuntansi. Kegiatan ini dibimbing oleh  Dr. Agus Hery SI, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah, sekaligus sebagai Koorprodi S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.

Baca Juga :  SDK Santa Maria 1 Perkuat Kebersamaan dengan Lomba

Ketua Tim PKM-K, Jovinka Rizky Nayoan mengatakan memberikan sentuhan pada limbah tekstil dan pakaian bekas, yang didaur ulang menjadi  sebuah produk berhiaskan lukisan topeng Malang. Kemudian divariasikan dengan tempelan perca kain hingga menjadi paduan yang menarik. “Produk kami ini diberi nama ciclo.th,” katanya.

Berkat ide dan kreativitas tersebut, tim mahasiswa ini berhasil mendapat pendanaan dari ajang Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai langsung oleh Kemenristek-dikti pada tahun 2021.

Jovinka menjelaskan, nama  Ciclo.th terinspirasi dari menumpuknya limbah tekstil yang dihasilkan industri tekstil yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan.

Baca Juga :  FKH UB Terjunkan Dosen dan Mahasiswa Periksa Hewan Kurban

Ia menyebut, Ciclo.th dapat menjadi alternatif untuk mengurangi limbah tekstil. “Dengan adanya Ciclo.th, kita dapat memanfaatkan pakaian bekas dan kain sisa pembuangan industri tekstil. Selain mengurangi limbah tekstil di Indonesia, ciclo.th juga memiliki misi untuk melestarikan budaya Topeng Malangan,” terangnya.

Dalam pembuatan produk ciclo.th, tim ini  menerapkan tiga komponen. Pertama yaitu upcycle dengan menggunakan bahan utama busana secondhand. Kedua, menggunakan teknik mixed media, yaitu penggabungan dua media yang berbeda seperti busana secondhand dan kain perca kemudian ditambahkan dengan lukisan di atasnya. Yang ketiga, menggunakan teknik patchwork atau teknik untuk menggabungkan beberapa kain perca ke dalam busana tadi.

Baca Juga :  Pengabdian Dosen Teknik Elektro UM

Jovinka mengungkapkan, produk ciclo.th dapat dengan mudah ditemukan di platform penjualan online seperti Shopee, Tokopedia, dan Instagram. Produk yang dijual berupa kemeja, celana, dan blazer. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp75.000 hingga Rp100.000.

Ia berharap dengan adanya produk ciclo.th limbah industri tekstil di Indonesia, khususnya Kota Malang dapat berkurang. Sehingga, dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang ada. “Selain itu budaya lokal Topeng Malangan dapat tetap lestari dan eksis di zaman globalisasi ini. Untuk mendapatkan produk ciclo.th  dapat diperoleh di Shopee, Tokopedia dan IG,” tutupnya. (sir/imm)

Pilihan Pembaca