Hardiknas Yayasan Mardi Wiyata Sub Perwakilan Malang, Bersinergi, Serentak Tanam Toga

14
KOMPAK: Ketua Yayasan Mardi Wiyata Fr. M. Polikarpus, BHK dan Koordinator Kader Lingkungan Kota Malang M. Zainul Arifin bersama para Kepala Sekolah Mardi Wiyata Sub Perwakilan Malang dan tim penggerak Pojok Toga.(Imam/NMP)

MALANG, NewMalangPos – Ketua Yayasan Mardi Wiyata Fr. M. Polikarpus, BHK membakar semangat para kepala sekolah dan guru Mardi Wiyata Sub Perwakilan Malang. Hari Pendidikan Nasional, Minggu (2/5) kemarin, menjadi momen spesial bagi sekolah-sekolah Mardi Wiyata, untuk bergerak serentak menggapai kemajuan yang lebih baik. 

“Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar, Serentak Bergerak Lejitkan Mardi Wiyata,” seru Fr. Polikarpus yang diikuti oleh guru dan kepala sekolah. Kalimat itu merupakan tema Hardiknas tahun ini. Menyongsong merdeka belajar sebagai program Kemendikbud.

Spirit itu kemudian dijadikan satu motivasi besar untuk melejitkan Mardi Wiyata menggapai perubahan dengan strategi dan pemikiran-pemikiran hebat. Karena abad 21 adalah era kolaborasi. Untuk menjawab tantangan di era disrupsi ini butuh kerjasama.

Tidak cukup hanya berkompetisi untuk unggul dari yang lain. “Tema Hardiknas ini sangat menarik. Mengajak kita untuk serentak bergerak dan berlari bersama menggapai cita-cita,” ucap Frater Poli, sapaan akrabnya.

Ia pun mengapresiasi Mardi Wiyata Sub Perwakilan Malang yang telah menunjukkan sikap kolaborasi yang apik. Pada peringatan Hardiknas kemarin, enam Satuan Pendidikan berkolaborasi dalam sebuah kegiatan lingkungan. 

Mulai dari TKK Mardi Wiyata, SDK Mardi Wiyata 1, SDK Mardi Wiyata 2, SMPK Mardi Wiyata, SMPK Frateran Celaket 21, dan SMAK Frateran. Semuanya bergerak serentak membagi-bagikan seribu bibit tanaman toga untuk masyarakat Kota Malang. Dengan tema kegiatan “1000 Toga Kanggo Ngalamku”.

Fr Poli menilai kegiatan tersebut  sebagai langkah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. Utamanya bagi generasi muda. Terlebih saat ini dunia dalam kondisi pandemi covid-19 yang berkepanjangan. “Semoga kita diberikan kesehatan, kekuatan dan semangat untuk melalui masa sulit ini,” harapnya saat sambutan.

Pria yang kini tengah menyelesaikan program doktor di Universitas Negeri Malang (UM) ini tak henti-hentinya memberikan semangat dan motivasi bagi guru dan siswa Mardi Wiyata. Tidak hanya Sub Perwakilan Malang tetapi kepada semua sub perwakilan yang ada di Indonesia.

“Jangan takut bermimpi hal-hal besar. Kalau kita bekerja keras mimpi itu akan terwujud. Sub Perwakilan Malang telah melakukan sebuah terobosan yang bagus, semoga bisa dicontoh oleh sub perwakilan yang lainnya,” kata dia.

Ketua Panitia Yustinus Djoko S.W. S.Pd mengatakan di Hari Pendidikan Nasional 2021 pihaknya mengadakan bakti sosial dengan membagikan tanaman toga pada Masyarakat Kota Malang. “Ini program di bidang lingkungan hidup. Seharusnya kita gelar Desember lalu. Karena pandemi maka kita undur hingga Hardiknas,” ucapnya.

Kepala Yayasan Mardi Wiyata Sub Perwakilan Malang Fr. Drs. M. Christoforus, BHK mengatakan tanam toga merupakan sebuah perbuatan yang mulia. Selain tujuannya untuk kesehatan tubuh manusia, juga ada unsur-unsur pendidikan di dalamnya.

Karena di masa kini perhatian remaja terhadap tanaman mulai berkurang. “Dengan aksi menanam toga secara serentak oleh Sekolah Mardi Wiyata Sub Perwakilan Malang akan menjadi pembelajaran bagi siswa. Sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan,” katanya.

Fr Christoforus menuturkan, Malang merupakan kota pendidikan. Maka sekolah-sekolah Mardi Wiyata yang ada di Malang harus muncul ke permukaan dengan kreativitas dan inovasi. Gerakan tanam toga merupakan satu bentuk aksi lingkungan yang nantinya bisa menjadi ciri khas Sekolah Mardi Wiyata.

Oleh karena itu, kegiatan yang dimulai sejak 21 April 2021 ini, salah satunya ada lomba Pojok Toga. Diikuti seluruh sekolah Mardi Wiyata Sub Perwakilan Malang. Penilaiannya sudah dilakukan.

Para pemenang juga sudah diumumkan pada Peringatan Hardiknas, Minggu (2/5) kemarin. Hadiah langsung diberikan pada hari itu juga. “Kami berharap pojok toga menjadi ciri khas sekolah-sekolah Mardi Wiyata khususnya ya ada di bawah sub perwakilan Malang,” harapnya.

Adapun pemenangnya ditentukan dengan beberapa kategori. Antara lain kategori Keragaman Terbaik, diraih oleh SMAK Frateran. Kategori Penataan Terbaik oleh SMPK Frateran Celaket 21. Kategori Identitas Tanaman Terbaik oleh TKK Mardi Wiyata.

Kategori Inovasi Terbaik oleh SDK Mardi Wiyata 1. Kategori Administrasi Terbaik oleh SMPK Mardi Wiyata dan Kategori Pengembangan Terbaik oleh SDK Mardi Wiyata 2.

Penanggung Jawab Kader Lingkungan Kota Malang,  M. Zainul Arifin turut yang turut hadir dalam acara memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga bersuka cita atas keberhasilan Sekolah Mardi Wiyata yang kini telah memiliki pojok toga.

Zainul mengatakan lomba Pojok Toga sangat inspiratif. Bisa dicontoh oleh sekolah lainnya. Namun esensi dari kegiatan tersebut bukan pada lombanya.

Tetapi berorientasi pada perilaku dan karya untuk peserta didik. “Kami sangat bangga dan program Pojok Toga di sekolah patut dibanggakan. Lomba Pojok Toga menjadi penggerak dan semoga dapat bermanfaat terutama di masa pandemi seperti saat ini,” katanya. (imm)