Harapan di Greysia/Apriani dan Ginting

Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriani Rahayu

TOKYO, NewMalangPos – Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriani Rahayu dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting menjalani recovery penting selama dua hari terakhir.

Kesiapan fisik bakal menjadi faktor penting kala bertanding lagi masing-masing pada babak semifinal dan perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Plaza, Sabtu (31/7).

Baik Greysia Polii/Apriani Rahayu maupun Anthony Sinisuka Ginting kini menjadi harapan Indonesia meraih medali emas di cabang bulutangkis setelah yang lainnya gagal ke final.

Greysia/Apriani lolos ke semifinal lewat pertandingan melelahkan selama 97 menit. Indonesia harus menang dalam rubber game atas pasangan Cina Du Yue/Li Yin Hui 21-15, 20-22, 21-17. Hasil ini mencetak sejarah baru sebagai ganda putri Indonesia pertama yang menembus babak semifinal olimpiade.

Baca Juga :  Aubameyang-Kroos Ribut di Medsos Soal Topeng Black Panther

Saking melelahkannya, Greysia sampai harus dipapah meninggalkan lapangan pertandingan karena mengalami kram. 

“Ada ketegangan pada otot paha Greys sehingga mengalami kram, sekarang sudah ditangani terapis untuk direcovery. Besok juga ada rest jadi harusnya semua baik-baik saja,” papar Eng Hian, sang pelatih.

Greysia/Apriani akan melawan pasangan Korea Selatan Lee Soo Hee/Shin Seung Chan. Greysia menuturkan dirinya kembali siap usai beristirahat sejak pertandingan terakhir.

“Kami bersyukur dengan apa yang sudah kami capai, tapi kami mau langsung fokus ke pertandingan selanjutnya. Kami sadar tugas kami belum selesai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bruno Smith Segera Temui Aremania
Anthony Sinisuka Ginting

Sementara itu, Ginting menjadi perwakilan tersisa Indonesia di sektor tunggal putra. Ginting mampu melewati hadangan Kanta Tsuneyama asal Jepang straight game 21-18, 21-14 pada babak 16 besar, Kamis (29/7). Satu tunggal putra lainnya Jonatan Christie tumbang di tangan Shi Yu Qi asal China dengan skor 11-21, 9-21.

Pebulutangkis asal Denmark Anders Antonsen menjadi lawan Ginting di perempatfinal, Sabtu (31/7). Ginting unggul head-to-head 3-0 atas Antonsen. Namun ia menyadari statistik semacam itu masih bisa berbalik jika ia tak fokus. Kuncinya adalah memaksimalkan recovery singkat.

Baca Juga :  Sang Treinador Bangga

“Saya memang unggul head to head 3-0 tapi saya tetap harus waspada dengan permainan dia, apalagi kami sudah lama tidak bertemu pasti akan ada perubahan. Saya akan gunakan recovery selama satu haru sambil mempelajari permainan Antonsen,” ujarnya. (abr/jon)

Pilihan Pembaca