Hanya Rilis Piringan Hitam ‘Mata Dewa’, Iwan Fals Gagal Konser 100 Kota

8
new malang pos
Foto: Iwan Fals bicara soal nasib musik di masa pandemi. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)

NewMalangPos – Menyambut hari Musik Nasional (9/3), Iwan Fals merilis piringan hitam dari album Mata Dewa. Album ini merupakan salah satu dari album yang digadang akan ditampilkan untuk konser 100 kota.

Sayangnya, Konser itu harus batal akibat tidak diizinkan oleh pemerintah, meski proses persiapan sudah hampir mencapai 100 persen.

Pria berusia 59 tahun itu mengaku sangat sedih dan terpukul atas kejadian itu. Untuk mengalihkan rasa kalutnya Iwan Fals bahkan pernah mengalihkan pikirannya dengan mengikuti sebuah kelompok teater sebagai pemukul gong.

“Ini kan buat tur, yang akhirnya tidak jadi, perasaannya ya seperti ini aja, kalian wartawan tapi tidak boleh menulis berita, sama kayak gitu, kami ini musisi yang hidup dari panggung, tapi dari situ saya jadi semangat buat lagu-lagu lain,” ujar pelantun lagu Aku Bukan Pilihan itu.

Sebelumnya Iwan Fals berada di bawah Musica Studio, namun Album Mata Dewa adalah kerjasama pertama bagi Iwan Fals dengan musisi Setiawan Djodi yang menaungi label Airo Records.

Tak hanya duduk di jajaran produser eksekutif, Djodi bahkan ikut dalam proses pembuatan single Mata Dewa yang menjadi lagu andalan album ini.

Iwan menjelaskan bahwa inspirasi lagu Mata Dewa datang dari pengalaman Setiawan Djodi saat berada di Bali.

“Mata Dewa itu ceritanya matahari yang terbenam di pantai Kuta, saya dapat cerita dari mas Djodi (Setiawan Djodi),” kata Iwan.
Meski terlibat dalam proses pembuatannya, Djodi mengaku tidak terlibat soal pengambilan keputusan untuk menjadikan lagu ini sebagai lagu utama album Mata Dewa.

“Lagu Mata Dewa itu diputuskan jadi lagu utama ditentukan oleh tim produksi, mas Iwan Ali, ini pertama kali saya memproduksi musik, makanya saya tidak mementingkan untung rugi penting lagunya bagus,” tutur Setiawan Djodi.

Tak hanya Setiawan Djodi, pembuatan album tersebut juga melibatkan musisi ternama lainnya, gitaris God Bless, Ian Antono. Ini menjadi pertemuan kedua Iwan dan Ian setelah album 1910 yang dirilis pada 1988.

Album Mata Dewa yang dirilis dalam format piringan hitam ini terdapat 10 lagu yaitu ‘Mata Dewa’, ‘PHK’, ‘Nona’, ‘Air Mata Api’, ‘Bakar’, ‘Puing’, ‘Berkacalah Jakarta’, ‘Yang Terlupakan’, ‘Perempuan Malam’ dan ‘Pinggiran Kota Besar’.

Selain berecana merilis album Mata Dewa dalam format piringan hitam, pihak Musica Studio juga berjanji akan merilis piringan hitam untuk karya Iwan Fals yang lain.

(nly/bac/cnni/mg3/ggs/nmp)