Hanya 10 Bus Operasional di Terminal Arjosari

Penyekatan mudik di pintu tol singosari di hari pertama. (NMP-Ipunk Purwanto)

MALANG, NewMalangPos – Terminal Arjosari dan Stasiun KA Kotabaru langsung sepi pada hari pertama larangan mudik, kemarin. Bahkan di Terminal Arjosari hanya 10 bus saja yang beroperasi. Sudah begitu minim penumpang pula.

“Total hari ini (kemarin) sembilan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan satu bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang jalan. Total 88 penumpang berangkat dan penumpang datang 0 alias tidak ada,” jelas Bagian Pengolah Data Terminal Arjosari Heri Subagio kepada New Malang Pos.

Kondisi tersebut sangat jauh bila dibandingkan rata-rata penumpang saat normal. Sebelumnya yang berangkat per hari sebanyak 650 penumpang dan 235 penumpang datang di hari normal. Kondisi tersebut sebenarnya juga sudah terjadi beberapa hari sebelumnya dan kemarin merupakan titik terendah.

Heri mengatakan, selain 88 penumpang berangkat ada dua calon penumpang yang tidak diberangkatkan karena tidak membawa persyaratan. “Untuk persyaratan tidak lengkap jadi dipulangkan ada dua, tidak diberangkatkan. Tidak membawa surat. Yang satu KTP Tegal dan tidak bisa menunjukkan surat jalan. Yang satunya tidak membawa surat apa-apa dari Kabupaten Malang. Tujuannya Jakarta,” ungkap Heri.

Baca Juga :  Isyarat Kompetisi dengan Penonton

Berdasarkan informasi resmi, ada tiga PO Bus yang beroperasi pada hari pertama kemarin karena  menggunakan stiker. Yakni PO Bus Restu dan Menggala dengan kategori AKDP, dan PO Bus Dua Tujuh Trans yang merupakan bus AKAP. “Sebelumnya ada 11 PO Bus, yang lain sisanya belum tahu nanti jalan apa tidak,” kata Heri.

Kondisi lebih memprihatinkan tampak di Terminal Landungsari. Tidak ada satu PO Bus pun yang beroperasi. Terminal tipe B yang berada dalam kewenangan Pemprov Jatim itu memang hanya menyisakan satu PO Bus di terminal tersebut yakni PO Bus Bagong. Di Terminal Landungsari sendiri rata rata penumpang hariannya sebanyak 198 sampai 200 penumpang.

Baca Juga :  Gawat Stok Darah Menipis

“Dulu ada Puspa Indah tapi sudah dibeli Bus Bagong juga. Ternyata Bus Bagong tidak jalan sehingga tidak ada penumpang yang datang, sepi total. Sebelumnya ada beberapa walaupun sepi juga. Hari ini, 0 penumpang yang datang atau berangkat, karena tidak ada bus datang dan bus berangkat,” jelas Kasatgas Regu C Terminal Landungsari, Eko Sugiono SH.

Karena tidak ada kegiatan opersional pengangkutan penumpang, praktis petugas tidak melakukan pekerjaannya seperti biasa. Menurut Eko, petugas di Terminal Landungsari akan dimaksimalkan untuk dukungan pos pantau mudik Lebaran.

“Kita dialihkan untuk mendukung pos pemantauan. Landungsari ditugaskan di Karangkates. Jadi kita membantu untuk pemantauan mudik lebaran. Masing masing regu ada delapan personel,” imbuh Eko.

Sementara itu di Stasiun KA Kotabaru Malang juga sepi. Bila biasanya dari luar nampak banyak orang berjajar antre, Kamis (6/5) kemarin tampak sepi. Hanya ada beberapa orang menenteng tas lalu lalang masuk ke stasiun. Parkiran mobil dan motor pun juga terlihat lebih lengang.

Baca Juga :  Lampu Hijau PPKM Selama Pandemi

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menjelaskan, hari pertama pemberlakuan larangan mudik menyebabkan penurunan penumpang.  “Malang hari ini 45 penumpang untuk jarak jauh. Itu non mudik. Padahal rata-rata keberangkatan 200 sampai 300-an penumpang untuk jarak jauh. Kalau sama lokal bisa seribuan. Untuk hari ini total sama lokal itu hanya 200 an,” terang Lukman.

Diakui Lukman memang ada beberapa penumpang yang membatalkan perjalanan karena tidak membawa surat keterangan atau surat jalan untuk membuktikan bukan pemudik. Rata rata tujuannya ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta.

Ia menjelaskan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Stasiun KA Kotabaru saja. Namun juga di kota lain. “Di Gubeng (Surabaya) juga sama, sampai jam 12 hanya 59 penumpang,” katanya. (ian/van)