Gubernur Kepri dan Menhub Rakor Bahas Pemulangan PMI di Batam

Gubernur H Ansar Ahmad bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menggelar rapat koordinasi membahas pemulangan ribuan PMI di Batam. (Arisp PEMPROV KEPRI/CNN Indonesia).

Jakarta, NewMalangPos – Gubernur H Ansar Ahmad bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi kembali membahas Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk melalui Batam dan Tanjungpinang. Ansar meminta agar pemulangan PMI nanti tetap seperti sebelumnya dan tidak dipusatkan hanya di Batam.

“Kami memohon pak Menhub agar pemulangan PMI nanti tetap dua pintu seperti sebelumnya, yakni lewat Batam dan Tanjungpinang. Tidak dipusatkan di Batam saja,” pinta Ansar, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (17/9).

Hal itu disampaikan Ansar kepada Budi Karya saat ‘Rapat Koordinasi Penanganan Pemulangan PMI Melalui Pintu Masuk Batam’, Kamis (16/9) di VIP Bandara Hang Nadim Batam.

Pada kesempatan itu, Ansar meminta pemerintah pusat mempertimbangkan kembali penetapan Batam sebagai pintu masuk satu-satunya PMI yang akan datang. Dia juga memohon agar masuk PMI tetap dua pintu, yakni Batam dan Tanjungpinang.

Baca Juga :  Wisatawan ke Bromo Wajib Sertakan Hasil Tes Cepat Antigen

Ansar menjelaskan apabila pintu masuk hanya ditetapkan satu Batam saja, disangsikan banyak menimbulkan masalah baru, baik biaya maupun fasilitas.

Tanjungpinang, lanjut Ansar, bahkan jauh lebih siap dalam penanganan penerimaan PMI yang datang. Hal tersebut, di Tanjungpinang sudah ada shelter dan berbagai fasilitas serta prosedur yang memadai dan ditangani oleh Kemeterian Sosial langsung. Sementara di Batam tidak ada penanganan dari Kemensos.

Selain itu, Ansar juga menyampaikan kendala panjangnya waktu menunggu hasil PCR PMI sehingga mempertinggi angka penyebaran Covid-19 PMI.

Untuk ini, Gubernur memohon agar pemerintah pusat memberikan alternatif PCR cepat sehingga penyebaran Covid-19 PMI bisa dikendalikan.

Baca Juga :  Kebutuhan Oksigen 2.500 Ton Per Hari, Kapasitas Produksi Hanya 1.700 Ton

Budi Karya menanggapi permohonan Pemprov Kepri dan berjanji akan menyampaikan ke pemerintah pusat dan Satgas pusat Covid-19 yang diketuai.

“Saya akan sampaikan permohonan dan keterangan pak Gubernur ini ke pusat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada jawaban,” ujar Budi Karya.

Sejak 12 Maret-Desember 2020, PMI yang masuk melalui Batam dan Tanjungpinang tercatat 60.160 orang. Sedangkan dari Januari-14 September 2021 PMI yang masuk sebanyak 45.248 orang dengan 1700 orang terkonfirmasi Covid-19.

Dalam dekat akan masuk PMI 1900 orang lagi ke Batam dari 7000 ribu orang yang akan dideportasi.

Dalam penanganan PMI Kepri memiliki fasilitas pendukung seperti RSKI Pulau Galang, Rumah Susun dan Hotel bagi PMI yang tidak mau karantina di tempat yang telah disiapkan pemerintah.

Baca Juga :  Menkes: Antibodi Terbentuk 2-3 Minggu Setelah Vaksin COVID-19

Prosedur selama ini, begitu PMI datang langsung di swab, dibawa ke karantina, setelah hasil keluar langsung dipisahkan, yang positif di bawa ke RSKI.

Turut hadir dalam Rakor tersebut Deputi VI Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Wahyu Utomo, Plt.Dirjen P2P Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwun, Staf Menteri Perhubungan Adita, Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha, Tjahjagama, Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Sumatera Utara Agustono.

Kemudian hadir juga Panfkogabwilhan 1 Laksdya TNI Muhammad Ali, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kapolda Kepri Aris Budiman, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramos Manalu, Pj Sekdaprov Lamidi, Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad.

(osc/cnni/mg7/jon/nmp)

artikel Pilihan