Graffiti Flay Over Kedungkandang Kado HUT Kota Malang

21
MAKIN INDAH: Graffiti di Fly Over Kedungkandang sudah dapat dinikmati para pengendara yang melintas di area tersebut.(NMP-MUHAMMAD FIRMAN)

MALANG, NewMalangPos – Penorehan pertama untuk graffiti di Fly Over Kedungkandang telah dilakukan sejak seminggu lalu. Bila melewati sepanjang jalan tersebut, telah nampak sebagian besar Fly Over Kedungkandang telah tergambar graffiti dengan gambar yang menarik.

Pembuatan graffiti dilakukan oleh komunitas graffiti di Kota Malang dengan setidaknya 100 orang yang berpartisipasi. Tak heran hanya dalam waktu singkat, graffiti sudah mulai memenuhi dinding dan pilar Fly Over Kedungkandang.

Koordinator Komunitas Malang Graffiti Junas mengatakan dari 20 tim tersebut selain dari komunitas Graffiti Malang ternyata juga dilibatkan seniman graffiti dari Surabaya dan juga Kediri.

“Ini ada lima pilar, sepuluh sisi dan 12 spot gambar. Kalau dari Surabaya dan Kediri itu kita menjalin koneksi sesama komunitas graffiti. Antar kota selalu begitu, terus menjalin komunikasi bagus,” jelas Junas kepada awak media kemarin.

Sesuai tema yang direncanakan, graffiti yang digambar bertemakan karakter Kota Malang. Junas menyebut yang cocok untuk tema tersebut 3B. Yakni, Bal balan (sepak bola), Band-band an dan Balapan.

“Semua memang tentang Malang. Kita kan juga ada 3B ya. Itu yang kita bawakan, selain itu ada tema kuliner dan Covid-19. Semua berkonsep Malangan,” jelas Junas.

Saat ini Junas tengah mengebut penggarapan graffiti tersebut karena rencananya dipersiapkan sebagai kado HUT ke-107 Kota Malang 1 April mendatang. Namun demikian, bila graffiti tersebut nanti telah selesai, Junas berharap agar pemerintah memberi fasilitas lampu sorot agar graffiti dapat terlihat pada saat malam hari. Selain itu, ia juga berharap masyarakat ikut menjaga graffiti tersebut.

“Mungkin harapannya nanti bisa diberi cahaya sorot yang mendukung. Agar kalau malam bisa tetap kelihatan bagus. Sama satu lagi, untuk para oknum kalau sudah tahu disini ada gambar,tolong jangan di coret-coret lagi. Kalau mau ikut, silahkan kabari kita, nanti kita berikan space disini,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Kedungkandang Donny Sandito W., S.STP, M.Si mengatakan  pihaknya juga mengaku siap untuk melakukan pengawasan. Tentunya dengan melibatkan masyarakat sekitar yang sebelumnya telah dilakukan edukasi dan sosialisasi. Masyarakat sekitar akan memberikan peringatan kepada oknum yang akan melakukan perusakan.

“Kalau dari kami kelurahan, kecamatan sudah mengedukasi dan bekerjasama dengan masyarakat setempat, khususnya melalui karang taruna di wilayah tersebut,” sebut alumnus IPDN ini.

Meski demikian, bila seandainya ditemukan adanya tindakan yang mengarah pada perusakan, maka mantan lurah Purwantoro ini tentu akan melakukan langkah yang lebih tegas. “Dilaporkan pihak yang berwajib atau polsek,” tegas Donny. (ian/jon)