Gowes 2.407 Km Selama 11 Hari, Demam Jelang Hari Terakhir

Bersepeda merupakan olahraga pilihan Victor Hadi walau sebelumnya pernah menekuni olahraga lain.

Victor Hadi Peringkat 2 Nasional Kualifikasi Training Camp With MULA

Goweser asal Malang Victor Hadi mencatatkan waktu tempuh 2.407 Km dalam tempo 11 hari berturut-turut. Capaian waktu dalam ajang kualifikasi Training Camp with MULA 1 – 11 April 2021 lalu itu menempatkannya di posisi 2 nasional dari 160 peserta.

Hasil itu mengantarkannya latihan bersama sebelas atlet balap sepeda profesional asal Indonesia yang tergabung dalam tim MULA Cycling Club. Latihan bersama selama 14 – 18 Juni 2021 di Yogyakarta.

Capaian Victor terbilang fantastis lantaran ia bukan atlet sepeda. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai arsitek ini tertarik hobi sepeda sejak empat tahun terakhir. Ia memberanikan diri ikut serta dalam program yang diadakan MULA Cycling Club. Sebelumnya dia belum pernah tahu seberapa mampu dan seberapa jauh dia bisa bersepeda untuk bisa menempuh jarak sejauh-jauhnya.

Baca Juga :  Empat Nama Proyeksi Sea Games 2021

Victor ambil bagian bersama 160 pesepeda lainnya. Program kualifikasi diadakan selama sebelas hari sejak 1 – 11 April 2021 lalu. Cerita penuh tantangan dialaminya selama program kualifikasi.  

Usianya 37 tahun masuk dalam persyaratan panitianya yang membatasi antara usia 19 – 55 tahun.

“Motivasi saya ingin sekali bertemu atlet-atlet sepeda profesional Indonesia. Kalau lolos kualifikasi bisa latihan bersama. Menurut saya itu momen yang langka. Soalnya tim profesional, hampir tidak mungkin diikuti penghobi kayak saya, kan bukan kelasnya,” cerita Victor kepada New Malang Pos.

Sampailah dia mengikuti program kualifikasi. “Hari pertama saya salah strategi. Saya ambil trek Malang-Kota Batu pulang pergi berkali-kali. Tingkat elevasinya dapat, tapi jarak tempuh saya cuma dapat 77,32 kilometer,” katanya sembari memperlihatkan catatan jarak tempuhnya itu.

Baca Juga :  Cara Menyimpan dan Waktu Terbaik Konsumsi Kurma

Aturannya, setiap pesepeda wajib menyetor hasil jarak tempuhnya ke dalam grup yang sudah dibuatkan pantia maksimal pukul 23.00 WIB. Setiap pesepeda wajib menggunakan aplikasi Strava.

Saat menyetorkan jarak tempuhnya di hari pertama, Victor kaget karena dia tercecer jauh sekali. Sudah banyak pesepeda yang menempuh 100 sampai 200 Km dalam sehari. “Akhirnya besok saya ubah strategi. Saya tidak incar ketinggian. Saya cari jarak tempuh saja,” jelas Victor.

Di hari kedua dia mulai bersepeda pukul 05.00 WIB dan baru pulang pukul 19.00 WIB. Catatan tempuhnya meningkat drastis karena sudah mencapai 202,01 Km dalam sehari. Hari ketiga menempuh 201,80 Km.

Baca Juga :  Skateboarding Day Tepis Anggapan Miring Masyarakat

“Belum pernah sejauh itu, bahkan berhari-hari. Biasanya saya sepedaan kalau mulai subuh, paling jam 9 atau jam 11 pagi sudah pulang. Biasanya cuman 100 Km,” aku dia.

Selama mengikuti kualifikasi, ia tidak berusaha mengejar kecepatan. Namun daya tahan mencapai jarak sejauh-jauhnya. “Strategi saya tidak perlu cepat-cepat. Saya pertahankan kecepatannya minimal 20 Km per jam saja,” paparnya.

Di hari keempat dia juga ikut perlombaan sepeda lainnya. Yakni Ngalam Folding Bike. Selama mengikuti perlombaan tersebut, Victor merekam jarak  tempuhnya untuk kualifikasi dan mendapatkan jarak 30,53 Km pada perlombaan.