Geprek Djoeang, Hadir di Malang, Target Empat Cabang

BARU: Ayam geprek tanpa tepung ditambah sehatnya kubis goreng adalah menu andalan Geprek Djoeang, cabang barunya di Malang langsung diserbu masyarakat sejak hari pertama buka. (Abdu Samy Ba'awad/NMP)

MALANG, NewMalangPos – Brand kuliner asal Kediri, Geprek Djoeang akhirnya melebarkan sayapnya ke Kota Malang tepat di bulan Kemerdekaan.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Geprek Djoeang untuk diterima masyarakat Malang, sejak hari pertama buka gerai ini sudah mulai ramai dikunjungi customer.

Selain menawarkan hidangan yang cukup berbeda, di awal pembukaan cabang barunya di Malang Geprek Djoeang turut memberikan 100 porsi gratis pada Jumat (20/8) lalu. Gerai ini berdiri di jalan Sigura-gura Barat No. 22A Malang.

Founder Geprek Djoeang Vanthia Larasati mengatakan, kuliner ini pertama kalinya hadir pada bulan April lalu, saat Indonesia masih menghadapi tantangan luar biasa baik dari segi kesehatan maupun perekonomian karena Covid-19. Untuk itu brand mengusung nama Djoeang sesuai kondisi saat ini.

Baca Juga :  Lippo Plaza Batu Manjakan Customer, Beri Diskon hingga 80 Persen

“Untuk produk sendiri kami cukup berbeda dengan geprek pada umumnya. Kalau yang lain geprek itu ayamnya dibalut tepung kami tidak. Ayam goreng yang benar-benar di geprek, kemudian ada tambahan kubis goreng untuk sayurannya,” ungkap Vanthia.

Ia melanjutkan, perbedaan lainnya Geprek Djoeang sambalnya akan menyatu dengan ayam yang digeprek, tidak ditaruh di atas ayam seperti geprek lainnya. Selain itu customer bebas meminta banyaknya cabai, namun apabila di atas 10 cabai ada biaya tambahan Rp 2 ribu setiap kelipatan lima.

Sementara untuk harga keseluruhan terbilang sangat terjangkau hanya Rp 8 ribu sampai Rp 35 ribu untuk makanan. Meskipun di dalam daftar menu hanya terdapat pilihan nasi ayam geprek, nasi ayam kubis geprek, nasi telur geprek, nasi telur kubis geprek, nasi ati geprek dan nasi ati kubis geprek, customer bisa memilih sendiri makanan yang diinginkan.

Baca Juga :  Epson SurePress L-6534VW, Cetak Label Tanpa Tunggu Lama

“Misal customer ingin pesen nasi dengan tempe dan kubis geprek juga bisa. Karena kami ada menu tambahan seperti ayam, ati, telur, tahu, tempe, terong, kubis dan nasi,” urainya.

Tak hanya itu, apabila ada customer yang memiliki porsi makan banyak di sini tersedia pula menu komplit Meet The O.G harga Rp 35 ribu. Kombinasi hidangan ini sangat lengkap ada nasi, ayam, telur, ati, kubis, terong, tempe dan tahu sehingga dijamin puas menikmati menu tersebut.

Meskipun masih baru buka pada 20 Agustus lalu, Geprek Djoeang telah banyak dikunjungi customer. Kehadirannya pun diharapkan bisa diterima oleh masyarakat Malang dan para pelajar di sini.

Baca Juga :  Locale Coffee & Co; Tiga Lantai, Usung Konsep Berbeda

“Banyaknya mahasiswa di Malang membuat kami optimis Geprek Djoeang bisa ramai terus. Saat ini gerai kami tidak hanya ada di Kediri dan Malang tetapi juga ada di Madiun, Blitar dan Semarang. Di Malang rencananya akan terdapat empat cabang yang tersebar di beberapa lokasi,” jelas Vanthia.

Cabang tersebut terbilang cukup banyak bagi brand yang baru berdiri empat bulan. Hal ini dikarenakan sistem franchise lepas yang diterapkannya, Geprek Djoeang tidak mengambil royalti melainkan hanya diawal pembelian brand saja.

“Tetapi tetap kami pantau, kami juga terbuka apabila mereka meminta pusat untuk datang mengecek rasa,” tutupnya. (lin/ley)

Pilihan Pembaca