Geledah 4 Rumah Tersangka Kredit Fiktif Bank Jatim Kepanjen

76
new malang pos
Tim gabungan berhasil mengumpulkan beberapa dokumen resmi, yang diduga ada kaitannya dengan kasus kredit fiktif BJ Cabang Kepanjen dari rumah AP.

Tim Gabungan Temukan 31 Sertifikat Tanah di Rumah DB

NewMalangPos, SURABAYA – Tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang, diam-diam telah menggeledah rumah para tersangka kredit fiktif Bank Jatim (BJ) Cabang, Kepanjen.

Secara marathon, tim gabungan terus mengumpulkan barang bukti selama kurang lebih dua hari. Mulai Senin (08/03) hingga Selasa (09/03) sore. Hasilnya, sedikitnya 31 sertifikat tanah berhasil diamankan dari salah satu rumah tersangka.

‘’Penggeledahan bertujuan mencari tambahan barang bukti untuk penyidikan,’’ tandas Fathur Rohman, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim di kantor Kejati Jatim, Selasa malam.

Disebutkan dia, puluhan sertifikat berhasil diamankan dari rumah tersangka DB (Dwi Budianto). Peran utama DB dalam kasus ini sebagai koordinator debitur. DB yang mengkoordinir kelompok masyarakat pemohon kredit di BJ Kepanjen.

Bahkan, lanjut Fathur, tim jaksa juga menemukan sejumlah barang bukti yang hendak dibawa kabur. Sayangnya, tidak disebutkan rinci, barang bukti dimaksudkan. ‘’Maaf, detailnya belum bisa saya jelaskan,’’ kilah Fathur.

Usai menggeledah rumah DB, tim gabungan melanjutkan penggeledahan ke rumah AP (Andi Pramono), MRY (Moh Ridho Yunianto) dan EFR (Edhowin Farisca Riawan). ‘’Hingga saat ini penggeledahan masih berlangsung. Diharapkan penyidik menemukan barang bukti penunjang yang dibutuhkan,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, Kejati Jatim menetapkan empat tersangka kasus kredit macet BJ Kepanjen, Malang. Mereka dua pejabat BJ Kepanjen yakni MRY (mantan Kacab) dan EFR (Penyelia kredit BJ). Serta pihak swasta penerima kredit yakni DB dan AP.

Modus kredit macet yang dilakukan para tersangka dengan mengajukan kredit kepada BJ Kepanjen melalui 10 kelompok masyarakat. ‘’Pejabat Bank Jatim bekerja sama dengan debitur untuk memproses pengajuan kredit. Padahal secara administrasi kredit yang diajukan tidak memenuhi syarat kredit yang ditetapkan,’’ terangnya.

Ditambahkan dia, penggeledahan di kediaman tersangka AP dengan didampingi karyawan dan Ketua RT setempat. Penyidik lalu melakukan penggeledahan dalam upaya pencarian barang bukti maupun aset dari tersangka AP. Namun, tim penyidik tidak menemukan barang bukti terkait maupun aset bergerak dari tersangka AP.

new malang pos
Tim Kejati Jatim memeriksa rumah salah satu tersangka kredit fiktif Bank Jatim Kepanjen, AP, di kawasan Gondanglegi, awal pekan ini.

‘’Hingga waktu yang ditentukan, penyidik tidak menemukan aset maupun barang bukti terkait maupun aset bergerak dari tersangka AP,’’ ujarnya.

Lalu dilanjutkan ke rumah tersangka MR. Mantan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Surabaya ini menyatakan, hingga kini tim penyidik masih melakukan proses penggeledahan di kediaman tersangka.

‘’Sampai saat ini masih berlangsung penggeledahan, yang diharapkan dapat menemukan BB maupun dokumen serta surat terkait Tindak Pidana Korupsi tersebut,” pungkasnya. (has)