Gelar Pelatihan Riset Untuk Tenaga Kependidikan

2
seminar
Sekretaris Asosiasi Manajemen Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd (tengah) memaparkan materi metode penelitian didampingi Ketua LPPM UIN Maliki Prof. Dr. Tutik Hamidah dan Kepala Pusat Penelitian Dr. Nur Ali, M.Pd // FOTO : IMAM/NMP

LPPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

MALANG, NewMalangPos – Para pegawai di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat tantangan sekaligus kabar gembira. Adanya kebijakan pemerintah yang merubah jabatan pegawai struktural menjadi pegawai dengan jabatan fungsional tertentu merubah mindset mereka. 

Ke depan tugas pegawai tidak hanya berkutat di bidang administratif. Tetapi juga melakukan penelitian. Dan itu bersifat wajib. Untuk meningkatkan profesionalitas pegawai dengan jabatan fungsional.  Untuk itu, UIN Maliki melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Rabu (7/4), menggelar pelatihan Metode Penelitian. Dengan tema Kebijakan Pendidikan bagi Tenaga Kependidikan. Digelar di Lantai V Gedung Rektorat UIN Maliki.

Kepala Pusat Penelitian Dr. Nur Ali, M.Pd mengatakan dengan kebijakan baru tersebut pegawai harus merubah mindset. Mulai saat ini mereka harus punya kompetensi penulisan karya tulis ilmiah.

“Untuk itulah maka kami gelar pelatihan ini. Agar para pegawai menjadi penulis-penulis handal di bidangnya. Dan kami siap memback up pegawai mulai pelatihan hingga pendanaan untuk penelitian,” katanya.

Usai pelatihan para pegawai diberi tugas untuk membuat proposal untuk karya tulisnya. Mereka diberikan waktu satu minggu. Proposal yang disetujui kemudian ditindaklanjuti kembali untuk dilakukan penelitian.

Ali mengungkapkan, untuk para pegawai nantinya juga akan ada workshop penulisan jurnal terakreditasi. Sehingga hasil penelitiannya bisa diajukan untuk jurnal terakreditasi. Minimal tingkat nasional. Target pembuatan jurnal penelitian ini ditargetkan selesai tiga bulan usai workshop.

“Kami sebagai kepala pusat penelitian punya kewajiban untuk menggerakkan mereka,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata dia, kewajiban penelitian tidak hanya berlaku untuk dosen, tetapi juga untuk pegawai. Sebab mulai sekarang pegawai juga punya jabatan fungsional maka juga wajib untuk melakukan penelitian.

Implikasi dari perubahan jabatan tersebut pegawai harus punya keterampilan menulis. Semakin banyak tulisan yang berbobot kredit poinnya makin tinggi. “Inilah inovasi dan kebijakan yang cukup bagus. Kelebihannya dengan perubahan jabatannya ini mereka bisa naik pangkat lebih cepat,” tukasnya.

Dalam pelatihan ini, UIN Maliki mengundang Sekretaris Asosiasi Manajemen Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Imron Arifin, M.Pd yang juga punya kewajiban memberikan pembinaan.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar UM ini memberikan penjelasan tentang  metode penelitian dan kebijakan. Dilanjut dengan metode pembuatan proposal. “Pelatihan ini penting untuk peningkatan profesionalitas. Meskipun tendik harus punya kemampuan di bidang riset,” katanya.

Menurut Pembina Yayasan Pendidikan Anak Saleh ini dalam bidang riset Indonesia kalah dengan banyak negara. Maka dengan diwajibkan Tenaga Kependidikan melakukan penelitian akan semakin memperkuat budaya riset di lingkungan akademik.

Disisi lain, dengan begitu akan meningkatkan kinerja dan profesionalisme para pegawai. “Dan segala sesuatu yang dilakukan dengan berbasis riset akan kuat. Di negara maju riset menjadi andalan,” tegasnya.

Untuk materi metode penelitian dan pembuatan proposal sebenarnya butuh waktu yang lama. Jadi Imron hanya mengenalkan materi dasar kepada para peserta. Selanjutnya penguatan dilakukan selama masa implementasi. Sehingga butuh pendampingan yang berkelanjutan.

Ia yakin para Tenaga Kependidikan UIN Maliki dapat melaksanakan tugas penelitian dan menulis karya ilmiah dengan baik. Meskipun pada awalnya merasa kesulitan. “Ketika sudah dua tiga kali melakukan riset intuisinya akan jalan. Dan riset bukan sesuatu yang menakutkan. Bahkan akan semakin ketagihan ketika sudah mengerti alurnya,” terang Imron. (imm/adv/aim)