Tips Menurunkan Risiko Tertular Covid-19 saat Ada di Antrean

NEW MALANG POS – Sebagian dari Anda barangkali masih mengalami momen mengantre selama pandemi virus corona ini. Bisa jadi ketika harus belanja bulanan di supermarket, saat harus mengantre untuk ambil uang di mesin ATM atau, ketika dalam antrean masuk stasiun kereta.

Seorang dokter perawatan paru dan perawatan kritis di Klinik Cleveland, Joseph Khabbaza mengungkapkan, risiko penularan saat seseorang berada dalam antrean itu mungkin saja terjadi jika Anda mengabaikan protokol dasar kesehatan dan tindak pencegahan.

Misalnya lanjut dia, ketika garis antara orang berdiri itu terlalu dekat–biasanya terpisah dan ditandai dengan jarak kurang dari 6 kaki atau 1,8 meter dan, tidak memakai masker saat harus berlama-lama di dalam ruangan dengan ventilasi yang buruk.

Tapi ia menekankan, hingga kini belum ditemukan kasus penularan saat mengantre.

Baca Juga: Arema FC – Madura United, Sepakati Latihan Bareng

“Jika Anda berjauhan dan mengenakan masker di luar ruangan, akan sangat sulit untuk tertular virus dari orang yang sudah terinfeksi,” terang Khabbaza saat menjelaskan soal risiko penularan ketika mengantre untuk pemungutan suara di Amerika Serikat, dikutip dari Today.

“Risiko penularan akan sangat rendah jika tindakan pencegahan diambil,” kata dia lagi.

Namun bagaimana dengan antrean saat di toko bahan makanan? Jenis antrean ini biasanya berada di ruangan tertutup.

Khabbazza mengatakan, antrean di toko bahan makanan, meskipun berada di dalam ruangan, terbatas, antreannya cenderung cepat bergerak atau beralih dan, berjarak berkat stiker yang biasanya ditempel di lantai. Sebagian besar toko juga mewajibkan pemakaian masker.

Kendati begitu, boleh jadi pula Anda dihadapkan pada antrean yang mengular dan memakan waktu lama. Selain patuh pada protokol dasar kesehatan, Anda juga bisa melakukan langkah pencegahan lain.

Berikut cara menurunkan risiko penularan ketika dalam antrean, seperti yang dilansir CNN Indonesia.

Hindari ngobrol

Jangan terlibat dalam percakapan dengan orang lain. Anda perlu mengingat bahwa Covid-19 terutama ditularkan dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan atau droplet–yang jika terkena tekanan udara bisa saja terpecah menjadi partikel yang lebih kecil atau aerosol.

Jika cukup bernapas saja, ini akan menghasilkan produksi tetesan yang sangat minimal.

“Jika Anda berbicara keras atau sering dan banyak yang mengantre juga, ini bisa berpotensi menyebabkan lebih banyak tetesan,” terang Khabbazza.

Jadi, lebih baik Anda menahan dulu obrolan semenarik apapun itu atau basa-basi dengan kasir dan, jangan bicara–atau kalaupun terpaksa maka bicaralah dengan sangat pelan–sambil mengantri, terutama saat itu di dalam ruangan.

Pakai face shield dan masker

Selain menutup hidung dan mulut dengan masker, lindungi area wajah Anda dengan tambahan face shield. Khabbazza mengatakan, jaring pengaman ekstra diperlukan terutama ketika di dalam ruangan.

“Saya tidak pernah merasa lebih aman terkecuali saya mengenakan masker dan face shield saya,” ungkap dia.

Waspadai sentuhan tangan

Ingat untuk tak sembarangan memegang ini dan itu. Selalu bawa hand sanitizer atau cairan pembersih tangan berbasis alkohol jika Anda harus menyentuh permukaan di supermarket.

“Tetapi bahkan jika Anda tidak memiliki pembersih tangan, selama Anda tidak menyentuh mata, hidung atau mulut Anda dengan tangan, maka [virus atau apapun] yang ada di tangan Anda tidak akan menyebar ke tubuh,” jelas Khabbaza.

Ambil tindakan jika ada yang terlalu dekat

Segera mengambil tindakan jika ada seseorang berdiri terlalu dekat dengan Anda. Meskipun sudah ada stiker jarak, biasanya ada saja orang yang abai dan tetap bergerak lebih dekat ke antrean di depannya.

Berdiri dengan jarak minimal 6 kaki atau sekitar 2 meter (1,82 meter) menurut Khazzaba mestinya sudah cukup. Tapi jika bisa lebih jauh akan lebih baik lagi, meski ini sulit diterapkan ketika di dalam ruangan.

Saat tergabung dalam antrean, pahami sejak awal apakah orang yang tepat di belakang Anda menghargai jarak atau sebaliknya. Jika dia berdiri terlalu dekat, Khabbazza menyarankan untuk mulai bertanya dengan sopan.

“Apakah Anda tidak keberatan untuk sedikit menjauh,” kata Khabbazza mencontohkan.

“Ini sulit, karena benar-benar mengharuskan orang di belakang Anda merespons seserius yang sedang Anda lakukan dan tidak tersinggung dengan permintaan Anda,” ucap dia lagi.

Namun jika Anda menangkap gelagat orang tersebut merasa tak penting-penting amat menjaga jarak atau mereka akan tersinggung dengan permintaan Anda maka ambil jarak sampai Anda merasa cukup aman.

Intinya, tegas Khabbazza, satu-satunya nol risiko terkena Covid-119 adalah tetap tinggal di rumah dan tak bepergian. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar maka pastikan mematuhi protokol dasar pencegahan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. (NMA/CNNI)