Studi Klaim Obat Asam Urat Kurangi Risiko Komplikasi Covid-19

Ilustrasi. Sebuah uji klinis terbaru menemukan, obat anti-inflamasi colchicine dapat menurunkan risiko komplikasi dan kematian akibat infeksi virus corona. (iStockphoto/FatCamera/CNNIndonesia)

NewMalangPos-Sebuah uji klinis terbaru di Kanada menemukan bahwa obat asam urat colchicine ampuh mengobati Covid-19. Obat secara signifikan dapat menurunkan risiko komplikasi dan kematian akibat virus corona.

Penelitian bertajuk “Colcorona” ini dipimpin oleh Head of Montreal Heart Institute, Jean-Claude Tardif. Hasil penelitian awal yang belum melewati proses peer-review baru saja dipublikasikan pada Jumat (22/1) lalu.

Studi Colcorona ini membandingkan penggunaan obat colchicine dengan plasebo pada pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Dikutip dari CNN Indonesia, penggunaan obat asam urat ini ditemukan mengurangi angka rawat inap sebesar 25 persen, mengurangi angka kebutuhan ventilator sebesar 50 persen, dan menurunkan risiko kematian akibat Covid-19 hingga 44 persen.

Pada kasus Covid-19, komplikasi muncul akibat respons peradangan berlebihan yang dikembangkan oleh sel darah putih sebagai reaksi terhadap virus. “Intuisi kami, menggunakan obat seperti colchicine dapat mengurangi reaksi inflamasi berlebihan ini, hingga dapat mencegah komplikasi,” ujar Tardif, melansir AFP.

Baca Juga : PSBB Jilid II Hanya Boleh Take Away

Colchicine sendiri merupakan obat anti-inflamasi yang kuat, yang telah dikenal sejak lama. Obat ini telah ditemukan sejak 150 tahun yang lalu.

Colchicine merupakan ekstraksi dari tanaman yang dikenal dengan nama ilmiah Colchicum autumnale dan biasa digunakan untuk berbagai macam penyakit seperti asam urat, radang sendi, dan perikarditis.

“Hasil penelitian kami memberikan harapan bagi pasien, sistem kesehatan, dan pemerintah dalam menangani pandemi ini,” tutup Tardif.

Penggunaan obat anti-inflamasi menjadi perdebatan sendiri. Sejumlah penelitian menemukan manfaat dari obat anti-inflamasi radang sendi tocilizumab. Inggris sendiri telah menjadikan tocilizumab sebagai salah satu opsi pengobatan pada pasien Covid-19.

Namun, sebelumnya sebuah penelitian mempertanyakan efektivitas penggunaan obat jenis anti-inflamasi dalam menangani pasien Covid-19. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ ini tak menemukan manfaat klinis yang diberikan oleh tocilizumab.

Lebih jauh, para peneliti bahkan mempertanyakan penggunaan obat anti-inflamasi lainnya dalam perawatan pasien Covid-19. (asr/CNNI)